Samsung mulai menggulirkan pembaruan Device Care yang membawa fitur baru untuk menangani aplikasi dengan iklan berlebihan. Fitur ini menarik perhatian karena bekerja langsung di tingkat pengelolaan perangkat, bukan mengandalkan pengguna untuk mematikan notifikasi satu per satu.
Pembaruan ini muncul bersamaan dengan peluncuran One UI 8.5, sehingga pengguna Galaxy mendapatkan alat tambahan untuk meredam gangguan dari aplikasi yang terlalu sering mengirim promosi. Bagi banyak pengguna, ini bisa menjadi salah satu perubahan paling praktis dalam pembaruan terbaru Samsung.
Menurut informasi yang beredar dari tipster Kailash dan diangkat oleh SammyGuru, Samsung mulai menyalurkan update Device Care versi 13.8.80.7. Versi ini menghadirkan fitur “Block apps with excessive ads” yang sebelumnya sempat terlihat saat pengujian One UI 8.5.
Samsung menjelaskan bahwa aplikasi yang mengirim peringatan iklan terlalu sering akan dimasukkan ke mode deep sleep agar tidak terus mengganggu pengguna. Dalam konteks ini, deep sleep pada dasarnya berarti aplikasi tersebut diblokir dari mengirim gangguan semacam itu.
Dua mode pemblokiran
Fitur baru ini hadir dengan dua opsi, yakni basic blocking dan intelligent blocking. Keduanya ditujukan untuk mengurangi notifikasi iklan, tetapi bekerja dengan pendekatan yang berbeda.
Basic blocking berfungsi mengidentifikasi aplikasi yang sering mendorong iklan ke perangkat pengguna. Saat pola itu terdeteksi, Device Care akan membisukan aplikasi tersebut agar tidak lagi mengirim gangguan serupa.
Sementara itu, intelligent blocking melangkah lebih jauh. Samsung menyebut mode ini akan menganalisis notifikasi dari aplikasi dan menentukan apakah notifikasi tersebut termasuk iklan sebelum aplikasi ditempatkan ke deep sleep.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya menghitung frekuensi notifikasi, tetapi juga mencoba membaca konteksnya. Namun, perusahaan juga memberi catatan bahwa sistem ini masih bisa salah mengenali notifikasi.
Peringatan itu penting karena analisis otomatis semacam ini berisiko memblokir pesan yang sebenarnya bukan iklan. Dengan kata lain, fitur pintar tersebut menjanjikan kenyamanan lebih besar, tetapi tetap membutuhkan toleransi pengguna jika sesekali terjadi salah deteksi.
Dari rumor ke fitur resmi
Fitur pemblokir iklan berlebihan ini sebenarnya sudah terdengar sejak awal Desember, saat kode pengujian One UI 8.5 mengindikasikan Samsung sedang menyiapkannya. Pada masa itu, belum jelas bagaimana fitur tersebut akan bekerja dalam penggunaan sehari-hari.
Salah satu pertanyaan terbesar saat itu adalah apakah fitur ini akan berlaku secara luas di seluruh sistem. Berdasarkan penjelasan terbaru tentang intelligent blocking, arah implementasinya tampak mengarah ke cakupan yang lebih menyeluruh terhadap aplikasi di perangkat Galaxy.
Deskripsi fitur itu juga memberi kesan bahwa Samsung ingin membuat proses penyaringan gangguan menjadi otomatis. Pengguna tidak perlu lagi membuka pengaturan notifikasi setiap aplikasi hanya untuk menonaktifkan promosi yang muncul berulang kali.
Bagi pengguna yang memasang banyak aplikasi gratis, pendekatan ini bisa terasa relevan. Notifikasi promosi, penawaran, dan iklan yang terus muncul sering kali menjadi salah satu sumber gangguan utama di ponsel.
Muncul bersama One UI 8.5
Kehadiran fitur ini juga menandai bahwa Samsung akhirnya membawa salah satu elemen uji coba One UI 8.5 ke versi stabil. Setelah berbulan-bulan berada dalam tahap pengujian, pembaruan besar tersebut kini mulai hadir untuk pengguna Galaxy.
One UI 8.5 terpantau mulai bergulir di Amerika Serikat pada 11 Mei. Samsung juga disebut menyalurkannya ke ponsel lain seperti seri Galaxy S25.
Selain fitur pemblokiran aplikasi dengan iklan berlebihan, One UI 8.5 membawa beberapa tambahan lain. Pembaruan ini mencakup AI call screening, alat pengeditan, dan sejumlah penyempurnaan antarmuka di beberapa bagian sistem.
Meski demikian, fitur baru di Device Care berpotensi menjadi salah satu yang paling langsung terasa manfaatnya dalam pemakaian harian. Alasannya sederhana, gangguan notifikasi iklan terjadi di banyak aplikasi dan sering muncul tanpa peringatan.
Pengguna yang ingin solusi lebih mudah kemungkinan akan lebih tertarik pada mode basic karena kerjanya lebih lugas. Di sisi lain, pengguna yang ingin penyaringan lebih agresif mungkin akan mencoba intelligent blocking meski ada kemungkinan salah identifikasi.
Samsung belum merinci daftar perangkat lengkap yang lebih dulu menerima pembaruan Device Care ini. Namun, dengan mulai munculnya versi 13.8.80.7 dan bergulirnya One UI 8.5, fitur pemblokiran aplikasi dengan iklan berlebihan kini bukan lagi sekadar temuan dari masa pengujian, melainkan sudah mulai hadir untuk pengguna Galaxy.
Source: www.androidcentral.com






