Memasuki pasar tablet gaming, satu tren kini makin menonjol: ukuran ringkas di bawah 10 inci yang lebih nyaman digenggam untuk sesi main panjang. Di kelas ini, performa tinggi tidak lagi identik dengan bodi besar, karena sejumlah model mini justru membawa chipset kencang untuk kebutuhan push rank.
Di antara pilihan yang muncul, Red Magic Astra langsung mencuri perhatian karena memakai Snapdragon 8 Elite dan sistem pendingin aktif dengan kipas fisik 20.000 RPM. Kombinasi itu membuat tablet ini diposisikan sebagai mesin gaming murni, lengkap dengan panel OLED 165Hz, lampu RGB, dan suhu yang diklaim tetap adem di 35°C meski dipakai main game berat selama satu jam nonstop.
Tablet gaming harga sejutaan masih ada yang menarik
Di kelas paling terjangkau, Advan V8 menjadi opsi yang paling menonjol. Tablet lokal ini dibekali MediaTek Helio G99 dan RAM 8GB, dengan skor Antutu tembus 400.000 poin.
Untuk game populer, performanya juga cukup meyakinkan. MLBB bisa berjalan di 60 FPS pada setting High, sedangkan PUBG Mobile sanggup di 40 FPS pada setting Ultra.
Fitur tambahannya juga relevan untuk penggunaan harian. Advan V8 sudah mendukung 4G LTE Dual SIM dan GPS, sehingga tidak hanya cocok untuk gaming di rumah.
Naik kelas ke tablet mini dengan performa lebih stabil
Alldocube iPlay 60 Mini Turbo masuk kategori 2 jutaan dan membawa Snapdragon 6 Gen 1 bersama RAM 8GB. Skor Antutu-nya nyaris 550.000, jauh di atas banyak tablet di kelas harga serupa.
Dalam pengujian game, tablet ini mampu menjalankan Genshin Impact pada setting Low 60 FPS dengan rata-rata 55 FPS. Performa itu membuatnya terasa responsif untuk game yang lebih berat.
Ada juga fitur USB-C 3.1 yang mendukung Display Out ke monitor eksternal. Fitur ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin bermain di layar lebih besar.
Pilihan 3 jutaan dan 5 jutaan untuk layar lebih mulus
Alldocube iPlay 70 Mini Pro menawarkan layar IPS 8,4 inci dengan refresh rate 90Hz. Di sisi performa, tablet ini memakai Dimensity MT8791 dan storage 256GB.
Untuk gaming, PUBG Mobile dapat berjalan pada setting Extreme 60 FPS. Tablet ini juga disebut punya gyro hardware yang akurat, sehingga cocok untuk permainan yang membutuhkan kontrol presisi.
Di atasnya, Alldocube iPlay 70 Mini Ultra membawa resolusi 2,5K dan refresh rate 144Hz. Chip Snapdragon 7 Plus Gen 3 di dalamnya mencatat skor Antutu 1,7 juta dan mampu membuat MLBB berjalan di 120 FPS tanpa frame drop.
Tablet ini juga mendukung video 4K dan Widevine L1 untuk Netflix kualitas tertinggi. Dengan spesifikasi seperti itu, posisinya terasa sangat agresif di kelas harga 5 jutaan.
Opsi premium dari Android hingga Apple
Bagi pengguna yang sudah berada di ekosistem Apple, iPad Mini 7 menjadi opsi aman di kelas 7 jutaan. Meski layarnya masih 60Hz, optimasi aplikasi di iPadOS disebut tetap sulit ditandingi, sementara chip A17 Pro siap melibas game berat di App Store.
Sementara itu, Legion Y700 Gen 3 hadir sebagai tablet Android resmi Indonesia yang paling diburu gamer kompetitif. Perangkat ini membawa layar 165Hz, Snapdragon 8 Gen 3, RAM 12GB, bypass charging, dan dual USB-C.
Fitur bypass charging menjadi nilai penting untuk pemain yang sering bermain sambil mengisi daya. PUBG Mobile bahkan bisa terbuka di 120 FPS, yang membuat tablet ini semakin relevan bagi pencari performa tinggi.
Snapdragon 8 Elite dengan kipas fisik jadi puncak kelas gaming
Red Magic Astra berada di kasta paling atas dengan harga 10 juta ke atas. Tablet ini memakai Snapdragon 8 Elite dan mencatat skor Antutu tembus 3 juta poin.
Yang paling membedakannya adalah kipas fisik 20.000 RPM sebagai pendingin aktif. Panel OLED 165Hz dan lampu RGB melengkapi identitasnya sebagai tablet gaming serius, bukan sekadar tablet cepat biasa.
Di tengah banyaknya pilihan dari sejutaan hingga kelas sultan, Advan V8 tetap menarik untuk budget ketat. Namun untuk pengguna yang mengejar paket paling ekstrem, Red Magic Astra dengan Snapdragon 8 Elite dan pendingin kipas fisik menjadi sorotan utama di segmen tablet gaming ringkas.
