Honor memastikan ponsel konsep futuristisnya, Honor Robot Phone, akan meluncur pada kuartal ketiga. Kepastian jadwal ini penting karena perangkat tersebut sebelumnya hanya diperlihatkan sebagai teaser dan demo di ajang internasional.
Daya tarik utamanya ada pada desain yang jauh berbeda dari ponsel biasa. Di bagian atas bodi, Honor menempatkan modul kamera gimbal robotik yang dapat berputar otomatis dan mengikuti subjek saat merekam video.
Pengumuman jadwal peluncuran itu disampaikan CEO Honor, Li Jian, saat Festival Film Cannes. Ia menyebut perangkat ini akan hadir pada Q3, yang berarti antara Juli hingga September.
Li Jian juga menyinggung fokus besar Honor pada kemampuan pencitraan untuk perangkat ini. Dalam unggahan di Weibo, ia mengatakan perusahaan akan menuangkan akumulasi ilmu pencitraan selama satu abad ke dalam perangkat mobile kecil tersebut, sambil mengaitkannya dengan ambisi mendukung perfilman China melalui manufaktur cerdas.
Momentum pengumuman di Cannes memberi sinyal kuat bahwa Honor ingin menempatkan Robot Phone sebagai perangkat yang serius di ranah video dan imaging. Ini bukan sekadar eksperimen desain, tetapi produk yang dibingkai sebagai alat kreatif dengan identitas kamera yang sangat dominan.
Honor juga telah mengonfirmasi kerja samanya dengan ARRI untuk handset ini. Keterlibatan nama besar di dunia sinematografi itu memperkuat narasi bahwa Robot Phone diarahkan untuk menonjolkan pengalaman perekaman yang lebih dekat ke kebutuhan kreator video.
Fokus pada kamera gimbal robotik
Ciri paling menonjol dari Honor Robot Phone adalah modul kamera yang terpasang di atas perangkat seperti gimbal genggam mini. Sistem ini dirancang untuk bergerak aktif, bukan hanya mengandalkan stabilisasi digital seperti kebanyakan ponsel.
Honor mengiklankannya dengan performa stabilisasi tingkat industri pada smartphone. Untuk mendukung klaim itu, perangkat ini dibekali sistem stabilisasi mekanis gimbal tiga sumbu yang dipadukan dengan mesin stabilisasi berbasis AI.
Kombinasi tersebut disebut mampu merespons gerakan secara real time. Saat pengguna merekam video, sistem kamera dapat menyesuaikan arah dan menjaga hasil tetap stabil ketika subjek atau pengguna bergerak.
Perangkat ini juga mendukung pelacakan subjek berbasis AI. Sistemnya diklaim bisa mengenali subjek, mengantisipasi pergerakan, lalu bereaksi dengan cepat selama proses perekaman.
Pendekatan seperti ini membuat kamera pada Robot Phone bekerja lebih menyerupai perangkat produksi video portabel. Fungsinya tidak berhenti pada menangkap gambar, tetapi juga aktif membantu framing dan kestabilan saat pemotretan berjalan.
Honor turut menyiapkan mode Spinshot pada perangkat ini. Fitur tersebut memungkinkan pengambilan gambar dalam mode 90 derajat atau 180 derajat dengan kontrol satu tangan.
Mode itu memperlihatkan bahwa Honor tidak hanya mengejar spesifikasi teknis, tetapi juga mencoba menawarkan gaya pengambilan video yang berbeda. Kehadiran kontrol satu tangan juga mengarah pada penggunaan yang praktis untuk perekaman bergerak.
Dari teaser ke jadwal resmi
Honor pertama kali menggoda kehadiran Robot Phone saat peluncuran seri Honor Magic 8 pada tahun lalu. Setelah itu, perangkat ini ditampilkan lebih terbuka di Mobile World Congress 2026 di Barcelona.
Pada MWC, Honor sempat menyampaikan bahwa perangkat inovatif tersebut akan meluncur pada tahun ini. Kini, perusahaan melangkah lebih jauh dengan menetapkan jendela rilis resminya pada kuartal ketiga.
Perkembangan ini penting karena menunjukkan bahwa Robot Phone sudah bergerak dari tahap konsep promosi menuju agenda peluncuran komersial. Bagi pasar, kepastian waktu rilis biasanya menjadi tanda bahwa strategi produk dan posisinya mulai dipertegas.
Dari sisi desain, Honor jelas mengambil jalur yang tidak umum. Alih-alih menyamarkan modul kamera besar seperti tren ponsel premium saat ini, perusahaan justru menonjolkan perangkat kamera robotik sebagai identitas utama produk.
Potensi persaingan di paruh akhir tahun
Dengan jendela peluncuran pada Q3, Honor Robot Phone diperkirakan akan masuk pasar pada periode yang padat. Perangkat ini disebut berpotensi berhadapan langsung dengan ponsel lipat Apple yang akan datang, Samsung Galaxy Z Fold 8, Samsung Galaxy Z Flip 8, dan seri Google Pixel 11 yang diyakini meluncur di rentang waktu serupa.
Persaingan itu membuat posisi Honor Robot Phone menarik untuk diamati. Di tengah pasar yang sering bertumpu pada peningkatan chipset, layar, dan desain tipis, Honor memilih mengangkat diferensiasi melalui sistem kamera mekanis yang aktif.
Jika strategi ini diterima pasar, Robot Phone bisa membuka ruang baru untuk kategori smartphone yang lebih berorientasi pada videografi. Setidaknya, kepastian peluncuran pada kuartal ketiga menandakan bahwa Honor siap membawa konsep kamera robotik ini keluar dari panggung pameran dan masuk ke persaingan produk nyata.
Source: www.gadgets360.com






