Garmin Buat Jam Lari Lebih Terjangkau, Forerunner 70 Dan 170 Dibekali Fitur Latihan Serius

Author: Qoo Media

Garmin memperluas lini jam tangan larinya lewat kehadiran Forerunner 70 dan Forerunner 170. Dua model ini menyasar pengguna yang ingin latihan lebih terstruktur tanpa harus masuk ke kelas jam tangan premium.

Keduanya hadir dengan fokus kuat pada lari, kesehatan, dan pemulihan. Garmin juga menetapkan harga awal yang masih masuk akal untuk segmen menengah, dengan ketersediaan mulai 15 Mei.

Forerunner 70 jadi pintu masuk baru

Forerunner 70 menjadi model entry-level dalam jajaran terbaru ini. Jam tangan ini memakai layar AMOLED 1,2 inci, sudah mendukung layar sentuh, dan tetap mempertahankan lima tombol fisik khas Garmin.

Kombinasi layar sentuh dan tombol ini penting untuk aktivitas olahraga. Saat tangan berkeringat atau hujan turun, kontrol fisik tetap memberi kemudahan yang dibutuhkan pelari.

Garmin membekali Forerunner 70 dengan GPS bawaan dan pemantauan detak jantung berbasis pergelangan tangan. Perangkat ini juga menampilkan data kecepatan, jarak, waktu, notifikasi pintar, serta fitur keselamatan seperti LiveTrack.

Di sisi latihan, Garmin menambahkan sejumlah alat terpandu yang biasanya dicari pelari serius. Pengguna bisa membuat latihan cepat dengan memasukkan tingkat kebugaran, waktu, dan intensitas, lalu Garmin Coach menyesuaikannya harian berdasarkan data kesehatan dan pemulihan.

Ada juga Garmin Run Coach yang menawarkan opsi latihan lari/jalan dengan volume rendah. Fitur ini ditujukan untuk pelari pemula atau pengguna yang baru kembali berlatih.

Pelacakan kesehatan dan olahraga dibuat lebih lengkap

Forerunner 70 tidak hanya mengandalkan fitur lari. Jam tangan ini mendukung lebih dari 80 mode olahraga, termasuk bersepeda, renang, latihan kekuatan, dan aktivitas lain.

Untuk pemantauan kesehatan, Garmin menyertakan pemantauan tidur, sleep coach, status HRV, Pulse Ox, variasi pernapasan, pencatatan gaya hidup, dan Health Status. Garmin menyebut fitur-fitur latihan seperti kesiapan latihan, status latihan, kekuatan lari berbasis pergelangan tangan, dan dinamika lari juga tersedia di model ini.

Garmin mengatakan kemampuan tersebut ditopang oleh Human Performance Lab miliknya. Perusahaan itu menempatkan Forerunner 70 sebagai perangkat yang tidak hanya mencatat aktivitas, tetapi juga membantu pengguna membaca kondisi tubuh sebelum dan sesudah berlatih.

Soal daya tahan, baterainya diklaim mampu bertahan hingga 13 hari dalam mode jam tangan pintar. Pilihan warnanya mencakup citron, soft pink, tidal blue, cool lavender, black, dan whitestone.

Forerunner 170 menambah fitur harian

Forerunner 170 membawa fitur inti pelatihan, pemulihan, dan kesehatan yang sama seperti Forerunner 70. Perbedaan utamanya ada pada dukungan Garmin Pay untuk pembayaran nirsentuh.

Tambahan ini membuat Forerunner 170 lebih fleksibel untuk dipakai sehari-hari. Pengguna bisa memakai jam tangan untuk latihan, lalu memakainya juga untuk transaksi tanpa perlu membawa dompet.

Garmin juga menyiapkan Forerunner 170 Music bagi pengguna yang ingin berolahraga tanpa ponsel. Varian ini mendukung unduhan musik offline dari layanan pihak ketiga yang kompatibel, dengan langganan diperlukan, serta pemutaran melalui headphone Bluetooth.

Dengan kombinasi musik dan pembayaran nirsentuh, Forerunner 170 tampil sebagai opsi yang lebih praktis. Garmin menargetkan pengguna yang ingin jam tangan lari yang tetap nyaman dipakai di luar sesi olahraga.

Harga dan ketersediaan

Garmin memasarkan tiga model dalam peluncuran ini. Forerunner 70 dibanderol $249,99, Forerunner 170 dihargai $299,99, dan Forerunner 170 Music dipatok $349,99.

Ketiganya akan tersedia mulai 15 Mei. Peluncuran ini memperlihatkan langkah Garmin memperkuat segmen jam tangan lari kelas menengah dengan fitur latihan canggih, pemantauan kesehatan, dan opsi tambahan untuk kebutuhan harian.

Source: telset.id
Terbaru