Oppo resmi membawa A6c ke Indonesia sebagai ponsel entry-level dengan daya tarik utama baterai 7.000 mAh. Di kelas harga Rp 2 jutaan, kapasitas baterai sebesar ini menjadi sorotan karena dipadukan dengan desain yang tetap menonjolkan aspek tampilan.
Perangkat ini menyasar pengguna yang menginginkan ponsel terjangkau, tetapi tidak ingin mengorbankan kenyamanan dan fungsionalitas. Oppo juga menempatkan desain dan daya tahan baterai sebagai dua nilai jual utama pada model ini.
Menurut Oppo Indonesia, A6c dirancang untuk pengguna yang ingin tampil stylish dengan perangkat yang tetap nyaman dipakai sehari-hari. Bahasa desainnya mengusung sudut bingkai melengkung dan sentuhan 3D Dynamic Glow yang disebut mirip dengan lini Reno Series.
Dari sisi daya, Oppo mengklaim baterai 7.000 mAh di A6c dapat bertahan hingga tiga hari untuk pemakaian normal. Perusahaan juga menyebut ponsel ini mampu dipakai bermain game MOBA hingga 11,6 jam, memutar video sampai 26,8 jam, dan siaga hingga 28 hari.
Kemampuan isi ulangnya mendukung fast charging 15 watt. Oppo mengklaim pengisian dari 1 persen ke 21 persen membutuhkan 30 menit, sementara pengisian penuh 1 persen sampai 100 persen memakan waktu sekitar 2 jam 52 menit.
Fitur pendukung baterai lain yang ikut dibawa adalah Reverse Wired Charging 5 watt. Fitur ini memungkinkan A6c dipakai untuk mengisi daya perangkat lain seperti earbuds atau smartwatch melalui kabel dan konektor USB-C.
Layar dan performa
Oppo A6c dibekali layar LCD 6,75 inci dengan resolusi HD Plus. Panel ini mendukung refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan hingga 900 nit.
Pada sektor dapur pacu, ponsel ini menggunakan chipset Unisoc T7250. Konfigurasinya dipadukan dengan RAM LPDDR4X 4 GB dan penyimpanan internal hingga 128 GB dengan teknologi UFS 2.2.
Kombinasi spesifikasi tersebut menempatkan A6c sebagai ponsel untuk kebutuhan dasar hingga menengah di segmen entry-level. Kehadiran refresh rate 120 Hz juga menjadi nilai tambah untuk navigasi layar yang terasa lebih mulus.
Kamera dan fitur AI
Untuk fotografi, Oppo A6c mengandalkan kamera belakang tunggal 13 MP. Sementara itu, kamera depannya memiliki resolusi 5 MP.
Oppo turut menyematkan sejumlah fitur fotografi berbasis AI. Di antaranya AI Smart Image Matting 2.0, AI Clear Face, dan AI Eraser.
Di luar fitur kamera, perangkat ini juga mendukung Google Gemini, Google Lens, dan Privacy Safe. Kehadiran fitur-fitur ini menunjukkan bahwa Oppo tetap mencoba membawa elemen kecerdasan buatan ke kelas harga yang lebih terjangkau.
Ketahanan dan kenyamanan penggunaan
A6c sudah mengantongi sertifikasi IP64 untuk perlindungan terhadap debu dan percikan air. Oppo juga menambahkan fitur Splash Touch dan Oily-Hand Touch agar layar tetap responsif saat tangan basah atau berminyak.
Dua fitur ini relevan untuk penggunaan harian, terutama bagi pengguna yang sering memakai ponsel di luar ruangan. Dengan begitu, fokus A6c tidak hanya pada baterai besar, tetapi juga pada aspek kepraktisan saat dipakai dalam berbagai kondisi.
Secara fisik, Oppo A6c memiliki bobot 215 gram dengan ketebalan 9 mm. Ukuran ini sejalan dengan kapasitas baterai besar yang diusungnya.
Harga Oppo A6c di Indonesia
Di pasar Indonesia, Oppo A6c tersedia dalam tiga pilihan warna, yaitu Stone Brown, Feather White, dan Feather Purple. Perangkat ini sudah dipasarkan melalui berbagai toko mitra Oppo di Indonesia.
| Berikut harga resminya: | Varian | Harga |
|---|---|---|
| Oppo A6c 4 GB/64 GB | Rp 2.499.000 | |
| Oppo A6c 4 GB/128 GB | Rp 2.999.000 |
Dengan banderol mulai Rp 2.499.000, Oppo A6c masuk ke pasar yang sangat kompetitif. Namun, kombinasi baterai 7.000 mAh, layar 120 Hz, sertifikasi IP64, dan fitur AI menjadi paket yang paling menonjol dari ponsel ini di kelas entry-level.
