Vivo Y500 membawa kombinasi yang jarang ditemui di kelas menengah: layar AMOLED 1.5K yang luas dan baterai silikon-karbon berkapasitas 8.100 mAh. Namun, kapasitas besar itu datang dengan konsekuensi karena perangkat ini mengandalkan pengisian daya FlashCharge 44W.
Bagi pengguna yang lebih sering beraktivitas jauh dari colokan, daya tahan baterai bisa menjadi alasan utama melirik ponsel ini. Sebaliknya, calon pembeli yang terbiasa mengisi baterai dengan cepat perlu mempertimbangkan durasi pengisian ulangnya.
Vivo Indonesia meluncurkan Vivo Y500 pada Juli 2026 dengan harga Rp 5.499.000. Ponsel ini menyasar pengguna yang mengutamakan pengalaman visual premium, ketahanan baterai panjang, serta perlindungan bodi yang lebih tinggi.
Perpaduan layar besar dan bezel sangat tipis
Sektor layar menjadi salah satu daya tarik terkuat Vivo Y500. Perangkat ini memakai panel AMOLED Borderless 6,83 inci beresolusi 1.5K atau 1.260 x 2.800 piksel.
Bezel di tiga sisi layar disebut hanya berukuran 1,35 mm, sehingga rasio layar ke bodi mencapai 94,47 persen. Desain tersebut membuat area tampilan terlihat lebih lapang untuk menonton video, bermain game, maupun membuka media sosial.
Menurut techno.viva.co.id, layar Vivo Y500 memiliki local peak brightness hingga 5.000 nits. Angka ini ditujukan agar tampilan tetap mudah terlihat ketika perangkat digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Panel tersebut juga mendukung refresh rate 120Hz dan mengantongi sertifikasi SGS Low Blue Light. Kombinasi ini mendukung pergerakan visual yang lebih mulus sekaligus membantu menjaga kenyamanan mata saat penggunaan lebih lama.
| Bagian | Spesifikasi | Manfaat Utama |
|---|---|---|
| Layar | AMOLED 6,83 inci, 1.5K, 120Hz | Tampilan luas dan mulus |
| Baterai | BlueVolt Si/C 8.100 mAh | Durasi penggunaan lebih panjang |
| Pengisian daya | FlashCharge 44W | Menjadi kompromi untuk baterai besar |
Baterai besar, waktu pengisian menjadi pertimbangan
Vivo membekali Y500 dengan BlueVolt Battery berbasis silikon-karbon berkapasitas 8.100 mAh. Kapasitas ini diklaim dapat menopang pemutaran video hingga 29,6 jam atau permainan PUBG Mobile hingga 10,2 jam nonstop.
Angka tersebut menunjukkan fokus Vivo pada ketahanan daya, bukan sekadar kecepatan isi ulang. Pengguna berpotensi memakai perangkat lebih lama tanpa perlu sering mencari colokan listrik.
Di sisi lain, adapter 44W harus mengisi baterai yang jauh lebih besar dibanding kapasitas 5.000 mAh yang umum digunakan pada banyak ponsel. Karena itu, proses pengisian ulang Vivo Y500 berpotensi membutuhkan kesabaran ekstra dibanding perangkat dengan pengisian daya di atas 67W.
Vivo menyertakan Bypass Charging untuk membantu penggunaan sambil bermain game. Fitur ini mengalirkan daya langsung ke mainboard, sementara sistem pendingin Vapor Chamber seluas 3.000 mm² ditujukan untuk menjaga suhu perangkat.
Performa untuk aktivitas harian dan gaming kasual
Vivo Y500 menggunakan chipset Unisoc T7300 berproses 6 nm dengan pilihan RAM 6GB atau 8GB. Penyimpanan internal yang tersedia berkapasitas 128GB dan 256GB dengan teknologi UFS 2.2.
Konfigurasi tersebut disebut mampu mencatat skor AnTuTu di kisaran 680 ribu. Performa ini diposisikan untuk multitasking harian serta kebutuhan gaming kasual.
Pada sektor kamera, Vivo Y500 membawa kamera utama 50 MP dengan sensor Sony IMX852 dan kamera depan 32 MP. Perangkat ini juga memakai bingkai bertekstur metalik yang memperkuat kesan premium pada desainnya.
Nilai tambah lain hadir melalui sertifikasi IP68 dan IP69. Perlindungan tersebut membuat Vivo Y500 dirancang untuk menghadapi debu serta cipratan air bertekanan tinggi, sehingga daya tahan fisiknya ikut menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.
Vivo Y500 lebih cocok bagi pengguna yang menempatkan kualitas layar, ukuran baterai, dan ketahanan perangkat sebagai prioritas utama. Ketersediaan unit serta pilihan warnanya dapat dipantau melalui gerai retail resmi Erafone.
