Oppo resmi menghadirkan A6c ke pasar Indonesia dengan fokus utama pada daya tahan baterai, desain premium, dan performa yang dijanjikan tetap stabil untuk pemakaian panjang. Ponsel ini diposisikan untuk segmen entry hingga menengah, dengan target pengguna yang aktif bergerak seperti pelaku UMKM, konten kreator, dan pembuat live streaming.
Langkah Oppo ini terlihat menyasar kebutuhan pengguna yang butuh perangkat awet tanpa harus mengorbankan tampilan. Jiang Linlin, Chief Marketing Officer Oppo Indonesia, menyebut A6c dirancang untuk pengguna yang ingin tetap tampil stylish tanpa mengorbankan kenyamanan dan fungsionalitas.
Desain yang dibuat untuk tampil modern
Secara tampilan, Oppo A6c mengusung detail horizontal modern dan sudut melengkung agar nyaman digenggam. Oppo juga menyiapkan tiga pilihan warna, yaitu ungu, putih, dan coklat.
Ketiga varian warna itu diproses dengan teknik Feather Textured Finish dan efek 3D Dynamic Glow. Pendekatan ini membuat A6c tampil lebih dekat ke karakter desain flagship yang sedang populer.
Baterai besar jadi nilai jual utama
Daya tarik terbesar Oppo A6c ada pada baterai 7.000 mAh. Oppo mengklaim kapasitas ini bisa membuat perangkat bertahan sampai 28 hari dalam mode siaga.
Untuk penggunaan harian, baterai tersebut disebut sanggup memutar video YouTube selama 26,84 jam dan bermain Mobile Legends hingga 11,67 jam. Pengisian dayanya memakai teknologi 15W charging.
Dalam kondisi terukur, baterai dapat terisi dari 1 persen ke 21 persen dalam 30 menit. Oppo juga menyiapkan fitur 5W Reverse Wired Charging yang memungkinkan ponsel dipakai sebagai power bank.
Baterai A6c dirancang awet hingga enam tahun. Klaim ini memperkuat posisi perangkat sebagai smartphone yang mengutamakan ketahanan jangka panjang.
Spesifikasi inti untuk kelas entry hingga menengah
Di sisi performa, Oppo A6c memakai prosesor octa-core Unisoc T7250. Chip ini dipasangkan dengan penyimpanan UFS 2.2, RAM 4GB, dan storage hingga 128GB.
Layar perangkat menggunakan panel ultra cerah dengan refresh rate 120Hz. Kombinasi ini ditujukan untuk memberi pengalaman visual yang lebih mulus saat menggulir layar atau menjalankan aplikasi.
Oppo juga membekali ponsel ini dengan sertifikasi IP64. Artinya, perangkat memiliki perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Agar tetap responsif dalam kondisi tertentu, layar A6c dilengkapi teknologi Splash Touch dan Oily-Hand Touch. Fitur ini membantu layar tetap bisa disentuh saat tangan basah atau berminyak.
Kamera dan fitur berbasis AI
Untuk kebutuhan foto, Oppo A6c membawa kamera utama 13MP Ultra-Clear dengan dukungan 50MP Hi-Res Mode. Di bagian depan, tersedia kamera 5MP untuk selfie.
Kemampuan kameranya juga diperkuat sejumlah fitur kecerdasan buatan. Daftarnya mencakup AI Smart Image Matting 2.0, AI Clear Face, AI Eraser, Google Gemini, dan Google Lens.
Oppo A6c hadir dalam dua pilihan memori di Indonesia. Varian 4GB/64GB dibanderol Rp2.499.000, sedangkan varian 4GB/128GB dijual Rp2.999.000.
