Benchmark 007 First Light di RTX 5070 Ti, FPS Tembus 390 Tapi Tidak Selalu Terasa Lebih Mulus

Benchmark awal 007 First Light di PC menunjukkan satu hal yang paling menonjol: GeForce RTX 5070 Ti mampu mendorong frame rate sangat tinggi di resolusi 1440p. Pada setelan ultra dengan DLSS Quality, rata-rata performa sudah mencapai 76 FPS tanpa frame generation dan naik hingga 390 FPS saat 6x frame generation diaktifkan.

Hasil itu menempatkan 007 First Light sebagai game PC yang terlihat sangat ramah untuk GPU kelas menengah-atas terbaru dari Nvidia. Mesin Glacier milik IO Interactive juga tampil efisien, dengan laporan tanpa gangguan performa berarti selama pengujian, meski masih ada beberapa bug visual yang tidak terkait langsung dengan frame rate.

Performa 1440p jadi sorotan

Pengujian dilakukan memakai AMD Ryzen 5 7600X, RTX 5070 Ti, RAM DDR5 32 GB 6000MHz, dan SSD Samsung 990 Pro. Pemantauan FPS memakai Rivatuner Statistics Server, sementara tiap sesi berlangsung sekitar 20 menit pada chapter dan misi yang sama.

Skenario uji mencakup cutscene, baku tembak, pertarungan jarak dekat, area padat NPC, dan area yang lebih terbuka. Pendekatan ini dipakai untuk menangkap angka 0.1% low, 1% low, dan average FPS dalam kondisi permainan yang lebih dekat ke pengalaman nyata.

Di preset terendah dengan DLSS Quality, game mencatat rata-rata 90 FPS tanpa frame generation. Angka itu kemudian naik ke 162 FPS pada 2x, 249 FPS pada 3x, 307 FPS pada 4x, 357 FPS pada 5x, dan menembus 404 FPS pada 6x frame generation.

Pada preset ultra dengan DLSS Quality, skalanya juga terlihat agresif. Rata-rata FPS bergerak dari 76 menjadi 154, lalu 220, 280, 360, dan akhirnya 390 FPS saat multiplier frame generation dinaikkan bertahap dari tanpa FG sampai 6x.

DLAA belum memangkas performa secara drastis

Salah satu temuan penting lain ada pada mode ultra dengan DLAA aktif. Dalam pengujian ini, selisih performa dibanding ultra + DLSS Quality ternyata tidak terlalu besar, terutama di tingkat awal.

Tanpa frame generation, ultra + DLAA mencatat rata-rata 73 FPS, hanya terpaut 3 FPS dari ultra + DLSS Quality yang berada di 76 FPS. Saat frame generation aktif, rata-rata FPS bergerak ke 141, 203, 252, 295, dan 332 FPS dari 2x sampai 6x.

Data ini menunjukkan kualitas gambar yang lebih tinggi dari DLAA tidak langsung diikuti penalti performa yang ekstrem. Namun gap tetap melebar saat multiplier frame generation makin tinggi, pola yang dinilai sesuai ekspektasi.

Lows tidak ikut naik setinggi average FPS

Meski average FPS melonjak tajam, angka 1% low dan 0.1% low cenderung jauh lebih datar. Pada preset terendah misalnya, average FPS bisa naik dari 90 ke 404 FPS, tetapi 0.1% low tetap berkisar di rentang 42 sampai 55 FPS dan 1% low di sekitar 57 sampai 69 FPS.

Pola serupa muncul di preset ultra. Pada ultra + DLSS Quality, 0.1% low bergerak dari 38 ke 36 FPS antara tanpa FG dan 6x FG, sementara 1% low berubah dari 58 ke 45 FPS.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan output FPS lewat frame generation tidak sepenuhnya berarti peningkatan performa render dasar. Frame generation pada dasarnya menyisipkan frame interpolasi, sehingga angka benchmark bisa melonjak lebih cepat daripada peningkatan respons gameplay yang benar-benar terasa.

Di level 5x dan 6x, ada pula tanda overhead tambahan dari fitur itu sendiri. Karena itu, multiplier tinggi dinilai lebih mengangkat angka benchmark ketimbang memberi lonjakan kelancaran yang sama besarnya dalam permainan nyata.

Belum ada path tracing dan ray reconstruction

Versi PC 007 First Light saat ini belum menghadirkan fitur ray tracing lanjutan seperti Ray Reconstruction dan Path Tracing. Karena itu, fokus pengujian lebih diarahkan ke scaling frame generation di setelan rendah dan tinggi, termasuk perbandingan dengan DLAA.

Ketiadaan fitur ray tracing tingkat lanjut ini ikut membantu menjelaskan mengapa game masih bisa berjalan sangat kencang di 1440p pada RTX 5070 Ti. Di sisi lain, hal itu juga berarti potensi beban grafis game belum sepenuhnya diuji dalam skenario visual paling berat.

Suhu dan konsumsi daya tetap terkendali

Dalam uji termal selama sekitar 15 menit di chapter yang sama, suhu CPU sempat naik sedikit di atas 84 derajat Celsius. Namun sebagian besar waktu, Ryzen 5 7600X bertahan di kisaran 78 sampai 82 derajat Celsius.

Suhu GPU jauh lebih stabil. RTX 5070 Ti bertahan nyaman di sekitar 72 sampai 73 derajat Celsius, dengan beberapa penurunan sesekali yang muncul saat karakter mati dan layar loading hitam tampil.

Dari sisi daya, Ryzen 5 7600X mengonsumsi sekitar 75W untuk sebagian besar sesi. Angka itu disebut masih cukup rendah dibanding rated maximum chipset tersebut yang berada di 105W.

RTX 5070 Ti sendiri mencatat konsumsi daya stabil di kisaran 280W. Nilai itu juga masih di bawah rated maximum 300W, sementara saat layar loading hitam muncul, konsumsi GPU turun ke bawah 40W.

Seluruh hasil itu memperlihatkan 007 First Light sangat bergantung pada GPU, tetapi masih menjaga karakteristik termal dan daya yang relatif sehat di sistem uji ini. Bagi pengguna RTX 5070 Ti, kombinasi 1440p, preset ultra, dan frame generation tampak menjadi titik paling menarik untuk mengejar visual halus tanpa pengorbanan performa yang berat.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version