Pemilik ponsel lipat Android tidak menempatkan perangkat ini dalam kelas daya tahan yang sama dengan smartphone biasa. Dari pengalaman pengguna yang dibagikan secara daring, banyak foldable masih dipandang realistis untuk dipakai sekitar dua sampai tiga tahun, meski sebagian orang bisa memakainya lebih lama jika sangat berhati-hati.
Angka itu kontras dengan ponsel tradisional yang umumnya sanggup bertahan empat atau lima tahun. iPhone rutin mendapat setidaknya lima tahun pembaruan, sementara sejumlah model Samsung Galaxy bahkan menawarkan hingga tujuh tahun pembaruan perangkat lunak dan desain logam-kaca yang kuat.
Mengapa masa pakainya terasa lebih pendek
Masalah utamanya ada pada bagian yang bergerak. Ponsel lipat membawa layar lipat dan engsel yang membuat mekanisme buka-tutup bekerja, dan kedua komponen ini memang lebih rentan gagal dibanding bodi ponsel biasa.
Layar lipat juga punya struktur berbeda. Panel bagian dalam biasanya memakai ultra-thin glass dan screen protector, bukan kaca yang lebih kuat seperti pada layar smartphone standar.
Keluhan pengguna yang muncul di forum
Di forum seperti Reddit, percakapan soal ketahanan foldable sering berpusat pada seri Samsung Galaxy Z Fold. Seorang pengguna bernama Jerky_san menyebut Fold sebagai perangkat yang “luar biasa, tapi tidak untuk semua orang” setelah mengalami berbagai masalah pada Fold 3 dan Fold 4, termasuk layar retak tanpa jatuh dan gangguan Bluetooth/Wi-Fi.
Ada juga cerita yang lebih positif dari pemilik generasi baru. Pengguna Vlaun mengatakan Fold 5 miliknya telah dipakai hampir dua tahun dan tetap “rock solid”, sementara bgf2414 mengaku perangkat yang sama masih bertahan setelah dipakai di lokasi konstruksi dan beberapa kali jatuh ke beton, lumpur, hingga lubang air.
Namun, pengalaman baik tidak selalu menghapus risiko khas foldable. Pengguna zorbyss melaporkan screen protector pada layar bagian dalam Fold 5 mulai terkelupas setelah sekitar 18 bulan, lalu muncul retak kecil setelahnya.
Daya tahan generasi baru makin baik, tetapi belum kebal
Produsen seperti Samsung, Google, Motorola, Honor, dan merek lain kini rutin menonjolkan sisi ketahanan saat meluncurkan foldable baru. Beberapa model seperti Pixel 10 Pro Fold dan Honor Magic V6 menawarkan ketahanan air dan debu, sementara Galaxy Z Fold 7 disebut memiliki panel lipat yang mampu bertahan 500.000 kali lipatan.
Angka itu 2,5 kali lebih tinggi dibanding pendahulunya dan sejalan dengan kompetitor di kelas foldable. Tambahan rangka logam yang kuat dan kaca pelindung yang lebih tahan pada layar luar membuat perangkat generasi baru tampak lebih siap untuk pemakaian harian dan benturan kecil.
Perkiraan dari pemilik: masalah serius sering muncul setelah tahun pertama
Sebuah survei durability yang dibahas oleh pengguna Reddit bernama Macusercom, meski cakupannya terbatas, menunjukkan pola yang menarik pada seri Galaxy Z Fold hingga Fold 6. Menurut analisis itu, Fold 5 dan Fold 6 jauh lebih andal dibanding generasi ketiga dan keempat, dengan lebih sedikit perbaikan dan lebih sedikit masalah pada screen protector.
Dalam data yang dibahas, kerusakan serius seperti retak, terkelupas, dan patah cenderung muncul setelah tahun pertama dan mencapai puncak sekitar dua tahun. Salah satu tanda kerusakan internal juga disebut bisa terlihat dari kemampuan layar dalam untuk membuka benar-benar rata.
Asuransi tambahan dianggap penting
Karena harga foldable cenderung mahal dan risikonya tetap tinggi, banyak pemilik menganggap perlindungan tambahan sebagai langkah penting. Beberapa pengguna yang membahas masalah ketahanan di Reddit memuji Samsung Care+ karena menawarkan penggantian screen protector gratis atau penggantian inner screen penuh seharga $29.
Di saat kompetisi foldable makin ketat, sebagian perangkat non-Samsung juga disebut berpotensi memberi pengalaman yang lebih tahan lama. Honor Magic V6, misalnya, diumumkan dengan engsel berbahan baja terkuat yang tersedia secara komersial, menunjukkan bahwa daya tahan kini menjadi bagian utama dari pertarungan di pasar ponsel lipat.
