Update BIOS HP Dilaporkan Bikin Laptop Bisnis Tak Bisa Nyala, Pengguna Kini Cuma Punya Satu Jalan

Sejumlah laptop bisnis dan workstation HP dilaporkan bermasalah setelah menerima pembaruan BIOS terbaru. Dampaknya serius karena perangkat bisa berhenti booting dan terjebak di Blue Screen of Death atau layar pemulihan BitLocker.

Laporan ini menarik perhatian karena model yang terdampak bukan lini konsumen biasa, melainkan perangkat kerja seperti EliteBook, ZBook, dan ProBook. Bagi pengguna perusahaan, gangguan semacam ini bisa langsung menghambat akses ke Windows dan pekerjaan harian.

Masalah muncul pada lini profesional HP

Keluhan yang beredar menunjukkan pola yang mirip di beberapa model laptop profesional HP. Sejumlah pengguna menyebut masalah muncul setelah pembaruan BIOS otomatis dipasang pada perangkat mereka.

Salah satu laporan awal yang menonjol datang dari pengguna Reddit u/TheThonkingOne sekitar empat bulan lalu. Pengguna itu menyebut laptopnya membeku saat reboot setelah update BIOS dan baru pulih setelah BIOS dikembalikan ke versi lama.

Sejak itu, lebih banyak pengguna ikut melaporkan gangguan serupa. Model yang paling sering disebut berasal dari keluarga EliteBook, ZBook, dan ProBook.

Pola tersebut mengarah pada dugaan bahwa masalah terutama menyerang lini enterprise, bisnis, dan workstation HP. Hingga kini, laporan yang mencuat tidak menunjukkan bahwa lini konsumen menjadi fokus utama gangguan ini.

Kenapa pembaruan ini bisa berdampak besar

Pada laptop, Microsoft memang memungkinkan Windows Update menyalurkan pembaruan firmware atau BIOS. Mekanisme ini umum di perangkat mobile, berbeda dengan sebagian besar PC desktop yang biasanya tidak mendukung upgrade BIOS otomatis lewat jalur yang sama.

Karena pembaruan BIOS menyentuh lapisan firmware, kegagalannya bisa berdampak lebih berat dibanding update software biasa. Saat proses atau hasil update bermasalah, laptop dapat gagal masuk ke Windows sama sekali.

Dalam kasus yang dilaporkan, pengguna tidak hanya menghadapi boot loop biasa. Sebagian perangkat berhenti di BSOD, sementara yang lain masuk ke layar pemulihan BitLocker dan tidak bisa melanjutkan proses boot normal.

Situasi ini membuat perbaikan menjadi lebih rumit. Solusi yang terlihat paling efektif sejauh ini adalah menurunkan versi BIOS ke versi sebelumnya.

Downgrade BIOS jadi jalan keluar sementara

Masalahnya, downgrade BIOS tidak selalu mudah dilakukan pada semua perangkat HP. Beberapa laptop disebut membutuhkan akses ke Windows terlebih dulu untuk menjalankan proses itu, padahal perangkat yang terdampak justru gagal masuk ke sistem operasi.

Di sisi lain, sejumlah laptop HP lain masih memungkinkan downgrade langsung dari menu BIOS. Pada perangkat yang mendukung cara ini, pengembalian ke versi BIOS lama dilaporkan bisa langsung mengatasi gangguan.

Artinya, peluang pemulihan sangat bergantung pada desain masing-masing model. Jika perangkat menyediakan opsi rollback dari BIOS setup, pengguna memiliki kesempatan lebih cepat untuk menghidupkan laptop kembali.

Namun bagi perangkat yang tidak memberi jalur tersebut, pilihan pengguna menjadi lebih terbatas. Dalam kondisi ini, bantuan resmi dari HP menjadi lebih penting.

HP mengakui sedang menyelidiki

HP telah mengakui adanya laporan terkait persoalan BIOS ini. Kepada The Register, perusahaan menyatakan bahwa mereka mengetahui dugaan masalah BIOS tersebut dan sedang menyelidikinya.

Dalam pernyataan yang sama, HP juga menyarankan pengguna terdampak untuk menghubungi dukungan pelanggan. Sikap ini menunjukkan bahwa perusahaan belum mengumumkan solusi umum yang bisa diterapkan ke semua model secara mandiri.

Sampai sekarang, rollback BIOS masih menjadi langkah yang paling sering disebut berhasil. Namun solusi itu hanya praktis jika laptop masih menyediakan fitur downgrade tanpa harus masuk ke Windows.

Belum ada rincian resmi yang dipublikasikan mengenai daftar model terdampak secara lengkap. Belum ada pula keterangan resmi tentang versi BIOS tertentu yang menjadi sumber masalah dalam laporan-laporan tersebut.

Bukan pertama kali terjadi

Menurut The Register, insiden seperti ini bukan hal baru bagi HP. Pada 2024, pembaruan BIOS juga dilaporkan sempat merusak sebagian perangkat konsumen perusahaan itu.

Catatan tersebut memberi konteks bahwa risiko update firmware memang nyata, bahkan pada merek besar. Ketika pembaruan menyasar perangkat kerja, dampaknya bisa lebih sensitif karena berkaitan dengan produktivitas dan akses data.

Untuk saat ini, pengguna lini EliteBook, ZBook, dan ProBook yang mengalami gejala serupa perlu memperhatikan opsi pemulihan yang tersedia di perangkat mereka. Jika laptop masih bisa mengakses menu BIOS dengan fitur rollback, downgrade menjadi langkah yang paling banyak disebut dapat memulihkan sistem, sementara pengguna lain diarahkan untuk meminta bantuan langsung ke dukungan HP.

Source: tech.sportskeeda.com
Exit mobile version