Razr Plus 2026 Memang Lebih Mahal, Tapi Justru Ini Upgrade yang Paling Masuk Akal

Motorola Razr Plus 2026 datang dengan resep yang tidak biasa untuk pasar ponsel premium. Bentuknya nyaris sama, dimensinya tetap, bobotnya juga tidak berubah, tetapi justru itulah yang membuat model ini menarik bagi banyak calon pembeli.

Kenaikan harga $100 memang langsung mengundang pertanyaan. Namun dalam pemakaian sehari-hari, peningkatan yang dibawa model ini dinilai menyasar titik lemah yang benar-benar terasa, bukan sekadar mengejar perubahan desain atau lembar spesifikasi yang lebih heboh.

Bagi pengguna ponsel lipat model clamshell, pendekatan seperti ini punya nilai praktis yang besar. Desain yang tidak diutak-atik berarti casing lama tetap muat, aksesori lama tetap bisa dipakai, dan pengalaman penggunaan tetap familier tanpa masa adaptasi yang merepotkan.

Pendekatan itu juga terasa relevan karena Razr Plus 2026 memang bukan ponsel yang mencoba mengubah identitas seri Razr. Motorola justru mempertahankan faktor bentuk yang sudah nyaman di saku dan fokus memperbaiki daya tahan, kamera, serta baterai.

Fokus pada masalah yang paling penting

Salah satu peningkatan yang paling terasa ada pada baterai. Motorola membekali Razr Plus 2026 dengan baterai 4.500mAh, atau naik 500mAh dibanding model 2024 dan 2025.

Di atas kertas, tambahan itu mungkin terlihat kecil. Dalam pemakaian nyata, peningkatan tersebut disebut cukup untuk memberi beberapa jam ekstra dan membantu ponsel bertahan sepanjang hari dalam sekali isi daya, termasuk saat dipakai bermain game mobile.

Motorola juga tetap membawa pengisian cepat 45W via kabel, 15W wireless charging, dan 5W reverse charging. Kombinasi ini membuat Razr Plus 2026 tidak hanya lebih awet, tetapi juga lebih cepat diisi ulang saat pengguna sedang terburu-buru.

Daya tahan fisik juga mendapat perhatian besar. Engsel aluminium pada generasi sebelumnya diganti dengan engsel titanium yang lebih ringan dan diklaim meningkatkan durabilitas.

Perubahan material ini penting karena area engsel sering menjadi bagian yang paling rentan lecet pada ponsel lipat. Razr Plus 2026 juga membawa perlindungan IP48, Gorilla Glass Victus, serta hinge berstandar MIL-STD 810H.

Menariknya, peningkatan baterai itu tidak membuat bobot ponsel ikut naik. Razr Plus 2026 tetap berbobot 189 gram, dengan dimensi terbuka 73.99 x 171.42 x 7.09mm dan dimensi tertutup 73.99 x 88.09 x 15.32mm.

Kamera justru jadi kejutan

Bagian kamera menjadi salah satu kejutan terbesar pada model ini. Motorola mengganti kamera telefoto 2x pada generasi sebelumnya dengan kamera ultrawide 50MP yang memiliki autofocus dan dukungan macro, mendampingi kamera utama 50MP dengan OIS.

Secara teori, hilangnya telefoto bisa membuat kemampuan zoom terlihat menurun. Namun pengujian justru menunjukkan hasil yang berbeda, karena detail zoom pada Razr Plus 2026 disebut lebih baik bahkan pada 4x dan lebih jauh, meski tanpa lensa telefoto khusus.

Kamera ultrawide baru itu juga membuka fitur Horizon Lock untuk perekaman video. Fitur ini memberi peningkatan besar pada stabilitas video saat ponsel digunakan dalam kondisi bergerak.

Untuk kebutuhan selfie, ponsel ini membawa kamera depan 32MP. Motorola juga mempertahankan karakter khas ponsel lipat yang memudahkan penggunaan kamera belakang untuk swafoto dengan bantuan layar luar.

Spesifikasi tetap familiar, tapi cukup kuat

Motorola Razr Plus 2026 memakai Snapdragon 8s Gen 3, chipset yang sama dengan Razr Plus 2024. Bagi sebagian orang, keputusan ini mungkin terasa kurang meyakinkan untuk ponsel seharga $1,099.

Namun dalam penggunaan harian, performanya dinilai tetap sangat memadai. Chip ini juga disebut punya manajemen termal yang lebih baik dibanding chipset flagship yang lebih kencang, sementara selisih performa hanya akan terasa untuk skenario berat seperti gaming 3D ekstrem.

Spesifikasi lainnya masih kompetitif di kelas ponsel lipat flip. Ponsel ini membawa RAM 12GB LPDDR5X, penyimpanan 256GB, Android 16 dengan Hello UX, Wi-Fi 7, NFC, sensor sidik jari, dan face unlock.

Di sisi layar, Motorola menyematkan panel utama 6,9 inci Extreme AMOLED beresolusi 1080 x 2620 dengan LTPO 165Hz, 10-bit, Dolby Vision, dan peak brightness 3.000 nits. Layar luarnya berukuran 4,0 inci, juga LTPO 165Hz, dengan resolusi 1272 x 1080 dan peak brightness 2.400 nits.

Motorola juga menyediakan pengaturan untuk mengganti PWM dimming dengan opsi yang lebih nyaman bagi pengguna yang sensitif terhadap kedipan layar. Detail ini menjadi nilai tambah yang tidak selalu tersedia pada pesaing.

Posisi melawan Galaxy Z Flip

Dibanding Galaxy Z Flip 7, Motorola dinilai unggul di beberapa area kunci. Layar cover Razr disebut tetap lebih fungsional, area yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama seri Razr sejak desain ulang besar pada 2023.

Selain itu, layar dan kamera Motorola juga dinilai lebih baik. Razr Plus 2026 juga punya baterai yang 200mAh lebih besar dari Z Flip 7, ditambah kecepatan pengisian daya yang hampir dua kali lipat lebih cepat.

Meski begitu, peningkatan Razr Plus 2026 tetap harus dilihat secara proporsional. Pengguna Razr Plus 2024 atau 2025 kemungkinan tidak perlu buru-buru upgrade, kecuali ada penawaran yang sangat menarik.

Sebaliknya, model ini terlihat lebih masuk akal untuk pengguna Razr versi non-Plus atau mereka yang baru ingin mencoba ponsel lipat flip untuk pertama kali. Motorola menjual Razr Plus 2026 mulai 21 Mei dalam satu warna, Pantone Mountain View, di Best Buy, Amazon, situs Motorola, serta melalui AT&T, Verizon, dan T-Mobile dengan harga $1,099.

Sejumlah promo juga disebut bisa memangkas harga efektifnya. Motorola, misalnya, menawarkan Moto Buds Loop gratis, sementara beberapa operator dapat menghadirkan konfigurasi lain dengan kapasitas penyimpanan berbeda.

Source: www.androidcentral.com
Terkait