Kehadiran iQOO Z11 di Indonesia langsung menarik perhatian karena bukan hanya membawa spesifikasi agresif, tetapi juga menambah daftar rekor MURI yang sudah dikantongi lini iQOO. Smartphone ini resmi diperkenalkan pada 25 Mei 2026 dan datang dengan tagline Unstoppable Z untuk pengguna muda yang aktif bergerak.
Pencapaian itu membuat iQOO makin menonjol di pasar smartphone Tanah Air. Dalam waktu berdekatan, tiga perangkat iQOO tercatat punya rekor berbeda, mulai dari kapasitas baterai terbesar hingga kemampuan menjalankan game dengan frame rate tinggi.
iQOO Z11 bawa baterai terbesar
iQOO Z11 mencatat rekor MURI sebagai “Smartphone dengan Kapasitas Baterai Terbesar di Indonesia” berkat baterai 9.020mAh. Daya besar ini menjadi sorotan utama, terlebih perangkat tersebut juga mendukung pengisian cepat 90W FlashCharge yang diklaim bisa mengisi dari 0 hingga 100 persen dalam sekitar 68 menit.
Di luar baterai, Z11 mengusung layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz. Perangkat ini memakai Snapdragon 7s Gen 4 berbasis 4nm, dipadukan LPDDR4X dan UFS 3.1, lalu menjalankan OriginOS 6.
Untuk menjaga suhu tetap stabil, iQOO membenamkan Glacier Cooling System dengan area pendingin 18.000 milimeter persegi. Ponsel ini juga mendapat sertifikasi IP68, IP69, dan Military Grade Durability, serta dibekali kamera utama 50MP Sony IMX882 OIS dan kamera depan 32MP.
iQOO Z10 lebih dulu pecahkan rekor baterai
Sebelum Z11 hadir, iQOO Z10 lebih dulu memegang rekor MURI sebagai smartphone dengan kapasitas baterai terbesar di Indonesia pada 4 Juni 2025. Perangkat ini membawa baterai 7300mAh dan memakai teknologi silicon-anode generasi ketiga BlueVolt Battery.
Meski baterainya besar, bodi Z10 tetap dibuat tipis dengan ketebalan 7,89 mm dan bobot 199 gram. iQOO juga melengkapi perangkat ini dengan 90W FlashCharge, yang memungkinkan baterai terisi 50 persen dalam 33 menit dan penuh sekitar 65 menit.
Fitur Bypass Charging hadir untuk membantu menekan panas saat pengisian berlangsung. Berdasarkan uji internal iQOO, Z10 bisa dipakai bermain game nonstop hingga 15 jam 22 menit atau streaming video hampir 25 jam.
Di sisi performa, Z10 menggunakan Snapdragon 7s Gen 3 dengan fabrikasi 4nm. Ponsel ini mencatat skor AnTuTu 822.705, membawa RAM 12GB yang bisa diperluas hingga 24GB lewat Extended RAM, serta memori internal 512GB.
iQOO Neo 10 unggul di gaming 144 FPS
Pada momen yang sama dengan peluncuran Z10, iQOO Indonesia juga memperkenalkan iQOO Neo 10 sebagai smartphone sub-flagship terbaru. Model ini mencatat rekor MURI sebagai smartphone sub-flagship pertama di Indonesia yang mampu menjalankan game hingga 144 FPS.
Neo 10 mengandalkan dual chipset Snapdragon 8s Gen 4 dengan arsitektur all-big-core pertama dari Qualcomm dan Supercomputing Chip Q1. Kombinasi itu membuat perangkat ini mencetak skor AnTuTu hingga 2.426.162, dengan peningkatan performa 49 persen dan efisiensi daya 39 persen dibanding generasi sebelumnya.
Layar AMOLED 1.5K 144Hz milik Neo 10 juga mengusung sertifikasi SGS Five-Star Sunlight Readable Display. Tingkat kecerahan puncak lokalnya mencapai 5.500 nits, sementara 4320Hz PWM Dimming dipasang untuk kenyamanan mata saat penggunaan lama.
Untuk pendinginan, iQOO memakai 7K Ultra VC Cooling seluas 7000 mm². Ponsel ini dibekali baterai 7000mAh dengan 120W FlashCharge yang memungkinkan pengisian penuh sekitar 36 menit.
Neo 10 juga membawa kamera utama 50MP Sony IMX882 dengan OIS dan algoritma NICE. Meski performanya tinggi, bodinya tetap ramping dengan ketebalan 8,09 mm dan bobot 206 gram, serta sudah mengantongi sertifikasi Military-Grade Durability dan IP65.
Tiga rekor MURI tersebut menunjukkan arah strategi iQOO yang makin fokus pada baterai besar, pengisian cepat, dan performa gaming ekstrem. Di tengah persaingan yang ketat, pendekatan itu membuat iQOO punya identitas yang berbeda di pasar Indonesia.
