4 Alasan iPhone Mungkin Bukan Pilihan Terbaik, Dari Harga Hingga Biaya Aplikasi Lebih Mahal

Bagi banyak orang, pilihan antara iPhone dan Android bukan soal mana yang paling hebat, melainkan mana yang paling pas untuk kebutuhan sehari-hari. Dari sisi harga, ekosistem, umur pakai, hingga biaya aplikasi, iPhone tidak selalu memberi keuntungan yang sama besar untuk semua pengguna.

Di pasar flagship, selisih harga iPhone 17 Pro Max dan Samsung Galaxy S26 Ultra disebut tidak terlalu jauh. Namun, saat masuk ke kelas menengah dan entry-level, Android jauh lebih agresif dalam menawarkan spesifikasi yang lebih beragam dengan harga yang lebih masuk akal.

Harga yang kurang kompetitif di kelas bawah

iPhone termurah saat ini, iPhone 17e, dibanderol Rp13,5 juta. Di kelas harga itu, sejumlah fitur masih dibatasi, sementara banyak HP Android sudah menawarkan layar refresh rate tinggi, kamera yang lebih variatif, dan performa yang cukup kencang.

Dengan dana yang sama atau bahkan lebih rendah, pengguna bisa menemukan perangkat seperti Galaxy A37 5G di kisaran Rp5,5 juta. Ponsel itu membawa layar Super AMOLED 120Hz, kamera 50MP, dan baterai besar, sehingga value for money Android terlihat jauh lebih kuat di segmen ini.

Ekosistem Apple tetap terasa tertutup

Apple memang sudah membuka beberapa hal, termasuk penggunaan USB-C, dukungan RCS dengan enkripsi, dan kompatibilitas terbatas dengan perangkat non-Apple seperti Android. Di sejumlah negara, akses ke toko aplikasi alternatif juga mulai dilonggarkan.

Meski begitu, pengalaman terbaik tetap terasa lebih nyaman jika seluruh perangkat berasal dari Apple. Fitur seperti perpindahan otomatis AirPods, Handoff, Universal Clipboard, iMessage, dan Find My bekerja paling maksimal di dalam ekosistem Apple sendiri.

Dukungan panjang, tapi tanpa jalan alternatif

Apple punya rekam jejak dukungan perangkat yang cukup panjang. iOS 26 masih mendukung iPhone 11 dan iPhone SE generasi kedua, sementara iOS versi lama seperti 15 hingga 18 masih rutin menerima patch keamanan meski perangkat tertentu sudah tidak mendapat fitur baru.

Masalahnya, ketika dukungan resmi berhenti total, pengguna iPhone tidak punya pilihan sistem operasi alternatif. Di Android, custom ROM seperti LineageOS bisa memperpanjang umur pakai perangkat, termasuk Google Pixel generasi pertama yang rilis 2016 dan masih bisa menjalankan Android 15 dengan patch keamanan.

Biaya aplikasi di App Store cenderung lebih tinggi

Pengguna iPhone juga dikenal lebih rela membayar aplikasi dibanding pengguna Android. Data menunjukkan persentase aplikasi gratis di Android sedikit lebih tinggi, dan perbedaan biaya di App Store tidak hanya datang dari kebiasaan pengguna.

Apple mengambil potongan dari transaksi dalam aplikasi, sehingga developer sering menaikkan harga langganan. Di sisi lain, pengembangan aplikasi iOS juga memerlukan perangkat khusus seperti Mac dan biaya keanggotaan developer sebesar US$99 per tahun.

Kombinasi faktor itu membuat harga aplikasi dan biaya berlangganan di iPhone cenderung tetap lebih mahal. Selama kebijakan Apple belum berubah signifikan, beban itu kemungkinan masih akan terasa di banyak layanan digital yang tersedia di App Store.

Source: www.idntimes.com
Terkait