Anker Bikin Power Bank Magnetik 10.000mAh Yang Tipis, Cepat, Dan Lebih Aman Dari Panas

Anker kembali menarik perhatian pasar aksesori gadget lewat kehadiran power bank magnetik baru yang mengedepankan keamanan. Produk bernama Anker Nano Power Bank (MagGo, Plus) ini membawa kapasitas 10.000mAh, pengisian cepat 30W, dan teknologi baterai yang diklaim lebih tahan panas serta tahan api.

Peluncuran perangkat ini dimulai di Jepang setelah sebelumnya hadir di pasar Tiongkok dengan nama Anker Air+ Ultra Slim Magnetic Power Bank atau model A1113. Di Jepang, produk tersebut sudah bisa dipesan melalui situs resmi Anker dengan harga sekitar ¥11.990 atau setara Rp1,3 jutaan.

Desain ringkas untuk mobilitas harian

Meski kapasitasnya tergolong besar, Anker tetap membungkus perangkat ini dalam bodi yang sangat tipis. Ketebalannya hanya 15mm dengan bobot sekitar 215 gram.

Kombinasi itu membuat power bank ini lebih mudah dibawa dalam tas kecil atau saku jaket. Anker juga menawarkan tampilan minimalis yang terlihat premium, meski untuk pasar Jepang baru tersedia dalam warna hitam.

Perusahaan menyebut warna putih akan hadir secara global pada musim gugur 2026. Kehadiran opsi warna itu menunjukkan Anker masih menyiapkan perluasan pasar untuk model ini.

Qi2 dan pengisian magnetik 15W

Salah satu nilai jual utama perangkat ini ada pada dukungan Qi2. Teknologi tersebut memungkinkan pengisian nirkabel magnetik hingga 15W untuk perangkat yang kompatibel.

Sistem magnetiknya memungkinkan power bank menempel langsung ke bagian belakang iPhone tanpa kabel tambahan. Dukungan ini berlaku untuk sebagian besar iPhone mulai dari seri iPhone 12 ke atas yang menjalankan iOS 17.4 atau versi terbaru.

Namun, tidak semua model iPhone bisa memakainya. Anker menyebut iPhone 12 mini, iPhone 13 mini, dan iPhone 16e tidak kompatibel dengan fitur ini.

USB-C 30W untuk pengisian kabel

Di bagian bawah perangkat, Anker menyematkan satu port USB-C dengan output hingga 30W. Kecepatan tersebut cukup untuk mengisi smartphone, tablet, hingga beberapa laptop ringan.

Port yang sama juga mendukung input 30W, sehingga proses pengisian ulang power bank ikut berlangsung lebih cepat. Saat dua perangkat diisi bersamaan, daya akan terbagi dan output kabel turun menjadi 12W, sementara pengisian nirkabel dibatasi 5W.

Meski performanya menurun dalam mode ganda, fitur itu tetap memberi fleksibilitas bagi pengguna yang sering membawa lebih dari satu perangkat. Kombinasi kabel dan nirkabel membuat power bank ini lebih serbaguna dalam penggunaan harian.

Masih memakai lithium-ion, tapi dengan pendekatan baru

Di saat banyak produsen mulai melirik baterai solid-state atau sodium-ion, Anker masih memilih sel lithium-ion standar. Menurut perusahaan, teknologi alternatif saat ini masih cenderung lebih besar dan lebih berat untuk kategori power bank portabel.

Anker menilai lithium-ion masih unggul dalam rasio kapasitas terhadap berat. Jenis baterai itu juga dianggap lebih aman untuk perjalanan udara dan tidak menimbulkan banyak persoalan saat dibuang sebagai limbah elektronik.

Untuk pendekatan barunya, Anker menyebut teknologi ini sebagai Neo Lithium-Ion. Istilah tersebut dipakai untuk menandai peningkatan pada baterai yang digunakan di model terbaru ini.

Fokus besar pada keamanan dan pendinginan

Keamanan menjadi aspek yang paling ditekankan pada perangkat ini. Anker memakai sel baterai ATL dan sasis tahan api untuk menambah perlindungan selama penggunaan.

Perangkat ini juga dibekali lapisan pembuangan panas berbahan aluminium alloy dan graphene berkepadatan tinggi. Sistem tersebut dirancang menjaga suhu tetap stabil saat pengisian berlangsung.

Pendekatan ini relevan karena power bank modern dengan fast charging biasanya menghasilkan panas lebih tinggi. Dengan pendinginan yang lebih terkontrol, Anker menargetkan usia baterai yang lebih panjang sekaligus keamanan pengguna yang lebih baik.

Bisa dipantau lewat aplikasi

Anker menambahkan fitur pemantauan kesehatan baterai melalui aplikasi mobile resminya. Sistem manajemen baterai internal dapat merekam data seperti tegangan dan kondisi sel baterai.

Pengguna kemudian bisa melihat estimasi kesehatan baterai dan perkiraan waktu penggantian perangkat. Untuk mengakses data diagnostik lengkap, power bank perlu terhubung ke ponsel menggunakan kabel USB-C.

Fitur ini memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memantau performa perangkat dalam jangka panjang. Di kelas power bank konsumen, kemampuan seperti ini masih tergolong jarang ditemukan.

Selain power bank magnetik tersebut, Anker juga memperkenalkan hub USB-C 10-in-1 dengan layar terintegrasi dan refresh rate 240Hz. Kehadiran dua perangkat sekaligus memperlihatkan fokus Anker pada ekosistem aksesori premium untuk pengguna gadget modern.

Terkait