Dummy unit Samsung Galaxy Z Fold 8 yang muncul secara online langsung menarik perhatian karena memperlihatkan perubahan bentuk yang paling berani di lini foldable Samsung. Perangkat itu tampil lebih pendek dan lebih lebar, dengan layar internal yang membentang seperti tablet, bukan lagi berbentuk nyaris persegi seperti generasi sebelumnya.
Bocoran ini datang dari Ice Universe melalui akun X pada 28 Mei 2026. Walau dummy unit bukan perangkat final dan kualitas build-nya jauh dari unit asli, proporsinya memberi gambaran awal yang cukup jelas tentang arah desain Samsung sebelum peluncuran resmi yang dijadwalkan pada Juli 2026.
Desain baru yang lebih lebar
Perubahan paling mencolok ada pada rasio aspek layar internal. Galaxy Z Fold 8 disebut akan menawarkan tampilan yang lebih lebar, sehingga lebih ideal untuk menonton video dan film dibandingkan model sebelumnya.
Langkah ini membuat Samsung menggeser pendekatan desain Fold series. Jika Galaxy Z Fold 7 masih mengusung layar internal yang cenderung persegi, Fold 8 bergerak ke format yang lebih mendekati layar tablet mini saat dibuka.
Ada kompromi di sektor kamera
Desain baru itu juga membawa konsekuensi. Dummy unit hanya memperlihatkan dua kamera di bagian belakang, turun dari konfigurasi tiga kamera pada Galaxy Z Fold 7.
Perubahan tersebut menunjukkan Samsung tampaknya menukar satu elemen untuk mendapatkan bentuk bodi yang lebih proporsional. Di saat yang sama, bocoran ini juga mengindikasikan bahwa fokus utama Fold 8 bukan pada jumlah kamera, melainkan pada pengalaman layar yang lebih lapang.
Dua model Fold series disiapkan
Samsung disebut akan merilis dua model Fold pada musim panas 2026. Model dengan desain baru yang lebih lebar akan memakai nama Galaxy Z Fold 8, sementara versi dengan desain tradisional yang mirip Fold 7 akan hadir sebagai Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Galaxy Z Fold 8 Ultra dikabarkan tetap mempertahankan konfigurasi kamera yang lebih banyak. Model ini juga disebut membawa baterai 5.000 mAh, sedangkan Galaxy Z Fold 8 reguler hanya 4.800 mAh.
Kedua perangkat itu disebut akan sama-sama memakai kamera depan baru berukuran kecil dari Samsung. Detail ini memperlihatkan bahwa Samsung tidak hanya bermain di sisi bentuk bodi, tetapi juga menyentuh komponen pendukung untuk dua varian tersebut.
Strategi Samsung menghadapi persaingan
Perubahan desain Fold 8 juga dibaca sebagai respons atas panasnya persaingan pasar foldable global. Apple dikabarkan sedang menggarap ponsel lipat pertamanya, yang mungkin akan memakai nama iPhone Ultra, sementara Samsung Display disebut sebagai pemasok eksklusif layar untuk perangkat itu.
Samsung tentu ingin tampil lebih dulu. Dengan target rilis pada Juli 2026, Galaxy Z Fold 8 akan meluncur sebelum foldable iPhone yang masih menghadapi masalah teknis, termasuk lipatan layar yang terlihat jelas dan bunyi berderak setelah beberapa kali pemakaian.
Persaingan di segmen ini juga datang dari Huawei melalui Pura X Max. Kondisi itu membuat Samsung perlu menawarkan sesuatu yang menonjol, dan desain lebar pada Fold 8 menjadi salah satu upaya paling jelas untuk menjaga posisi di pasar premium.
Meski begitu, respons pasar terhadap bentuk baru ini masih menjadi tanda tanya. Layar eksternal Fold 8 disebut tidak sekaku yang sempat dikhawatirkan, dan tampilan internal yang lebih cocok untuk video bisa menjadi nilai jual utama.
Di sisi lain, Samsung masih punya opsi lain di lini foldable melalui Galaxy Z Fold 7 yang mendapat diskon hingga 50 persen. Bagi konsumen yang tidak mengejar teknologi terbaru, model tahun lalu itu tetap terlihat menarik sebagai alternatif yang lebih hemat.
