Asus Guncang Computex 2026 Dengan Zenbook 14 Baterai 21 Jam Dan Vivobook AI

Asus kembali menonjol di Computex 2026 lewat lini laptop baru yang langsung menyasar kebutuhan kerja modern, kreativitas, dan komputasi berbasis AI. Di antara model yang diperkenalkan, Zenbook 14 tampil sebagai sorotan utama karena memadukan desain ringan, pilihan platform yang luas, dan fitur AI yang lebih matang.

Langkah ini memperlihatkan arah baru Asus dalam memperkuat segmen laptop premium dan perangkat serbaguna. Fokusnya bukan hanya pada kecepatan, tetapi juga pada efisiensi, mobilitas, dan pengalaman penggunaan yang tetap relevan untuk pengguna profesional maupun kreator.

Zenbook 14 jadi model paling menonjol

Zenbook 14 hadir dengan pilihan prosesor Intel, AMD, dan Snapdragon terbaru, sehingga memberi fleksibilitas lebih besar bagi pengguna yang punya kebutuhan berbeda. Laptop ini juga membawa layar OLED WUXGA 14 inci yang dipadukan dengan baterai 50Wh.

Asus mengklaim daya tahan baterainya bisa mencapai 21 jam. Perangkat ini juga mengusung teknologi Copilot+ dengan performa NPU hingga 50 TOPS untuk mendukung fitur AI secara lebih optimal.

Bobotnya hanya 1,1 kilogram, sehingga cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat. Asus juga memakai material Ceraluminum pada desain premium Zenbook 14 untuk menjaga kesan ringan sekaligus tetap tampil elegan.

Vivobook S14 dan S16 arahkan fokus ke AI

Di kelas berikutnya, Asus membawa Vivobook S14 dan Vivobook S16 dengan prosesor Snapdragon X. Kedua laptop ini menawarkan performa AI hingga 45 TOPS, yang menunjukkan bahwa Asus ingin membawa kemampuan komputasi pintar ke lini yang lebih luas.

Keduanya juga menggunakan sasis logam penuh. Layar OLED dengan cakupan warna DCI-P3 100 persen membuat perangkat ini tidak hanya ditujukan untuk kerja, tetapi juga untuk konsumsi konten dan hiburan visual.

Kombinasi tersebut menempatkan Vivobook S14 dan S16 sebagai opsi yang seimbang antara tampilan, performa, dan portabilitas. Asus tampaknya ingin menjangkau pengguna yang membutuhkan laptop tipis dengan kemampuan AI tanpa harus masuk ke kelas paling premium.

Model 2-in-1 untuk pengguna yang butuh fleksibilitas

Asus turut memperkenalkan Vivobook S14 Flip dan Vivobook S16 Flip sebagai laptop konvertibel 2-in-1. Engsel 360 derajat membuat keduanya bisa digunakan dalam mode laptop, tablet, tenda, maupun berdiri.

Dukungan Asus Pen 3.0 menambah nilai pakai untuk kreator dan pengguna yang sering mencatat, menggambar, atau bekerja dengan input sentuh. Fleksibilitas ini membuat lini Flip terasa lebih praktis untuk kebutuhan presentasi, mobilitas, dan aktivitas yang menuntut adaptasi cepat.

Keempat model Vivobook tersebut memperlihatkan strategi Asus untuk membagi fungsi secara lebih jelas. Zenbook 14 menyasar kelas premium yang ringan dan bertenaga, sementara lini Vivobook menggabungkan performa AI dengan pilihan desain yang lebih variatif.

Penguatan posisi Asus di pasar laptop AI

Kehadiran Zenbook dan Vivobook terbaru di Computex 2026 menegaskan bahwa Asus semakin agresif di pasar laptop berbasis AI. Perusahaan ini tidak hanya menambahkan fitur pintar, tetapi juga menyesuaikannya dengan kebutuhan pengguna yang berbeda-beda.

Dengan pilihan prosesor yang beragam, layar OLED, bodi metal, hingga desain 2-in-1, Asus membangun portofolio yang cukup lengkap dalam satu peluncuran. Arah ini menunjukkan bahwa persaingan laptop premium kini tidak lagi hanya soal spesifikasi mentah, melainkan juga soal pengalaman, fleksibilitas, dan dukungan AI yang nyata.

Berita Terkait

Back to top button