
Layar iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max disebut akan menjadi salah satu pembaruan paling penting pada generasi berikutnya. Laporan terbaru menilai perubahan pada panel display itu bukan hanya soal kualitas visual, tetapi juga bisa membantu memperpanjang daya tahan baterai.
Keduanya diperkirakan meluncur pada September dengan ukuran layar tetap 6,3 inci dan 6,9 inci. Ukuran ini disebut masih sama seperti iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max, sehingga fokus pembaruan tampaknya ada pada teknologi panel, bukan dimensi perangkat.
Beralih ke LTPO+
Apple disebut akan beralih dari teknologi layar LTPO ke LTPO+. LTPO dikenal dapat menekan konsumsi daya lewat penyesuaian refresh rate secara dinamis, dan LTPO+ dikabarkan membawa pendekatan yang lebih maju.
Menurut The Elec, LTPO konvensional memakai material oxide pada switching thin-film transistors atau TFT. LTPO+ memperluas penggunaan oxide ke driving TFT, yang memungkinkan kontrol arus lebih presisi untuk emisi cahaya OLED dan membantu layar menyesuaikan operasi berdasarkan kondisi sekitar dan lingkungan pengguna.
Perubahan itu tetap mempertahankan panel OLED, tetapi dengan teknologi yang lebih canggih. Dalam konteks penggunaan harian, pendekatan ini diperkirakan memberi layar kemampuan yang lebih baik untuk menyeimbangkan kinerja dan efisiensi daya.
Dampaknya pada tampilan di cahaya rendah
Kontrol arus yang lebih halus membuat layar lebih responsif saat menghadapi kondisi pencahayaan yang berbeda. Efeknya, layar iPhone 18 Pro disebut bisa tampil lebih baik saat cahaya rendah dan lebih stabil saat dipakai di lingkungan gelap.
9to5Mac menyebut hal ini dapat membantu mengurangi efek flickering atau tampilan grainy di pencahayaan rendah. Jika pembaruan ini benar terjadi, pengguna juga berpotensi merasakan peningkatan pada fitur always-on display, yang membuat layar iPhone tidak pernah sepenuhnya mati dan tetap menampilkan jam tanpa perlu membangunkan perangkat.
Peningkatan yang paling terasa: baterai
Meski kualitas tampilan menjadi sorotan, laporan tersebut menilai manfaat yang paling besar justru ada pada efisiensi daya. Pada smartphone, fitur baru sering kali membutuhkan energi lebih besar, sehingga setiap peningkatan efisiensi bisa memberi dampak langsung pada durasi pakai.
Karena itu, perubahan ke LTPO+ dipandang sebagai langkah yang bisa menjaga daya tahan baterai tetap kuat meski kemampuan layar meningkat. Laporan itu bahkan menyiratkan bahwa iPhone generasi berikutnya setidaknya dapat mempertahankan tingkat baterai yang ada sekarang.
Bagi pengguna, pesan utamanya cukup jelas: layar iPhone 18 Pro tidak hanya diharapkan lebih canggih, tetapi juga lebih hemat daya. Jika klaim ini terbukti, Apple akan membawa peningkatan yang menyentuh dua hal paling penting sekaligus, yaitu kenyamanan visual dan ketahanan baterai dalam pemakaian sehari-hari.









