Googlebook mulai menarik perhatian karena Google menempatkannya sebagai laptop kategori baru, bukan sekadar penyegaran biasa dari Chromebook. Perangkat ini dibangun dengan kecerdasan Gemini sebagai fitur utama, sehingga arah pengembangannya terlihat lebih menonjol ke AI daripada ke komputer ringan berbasis cloud seperti yang selama ini dikenal.
Perbedaan itu menjadi penting karena Chromebook sudah lama identik dengan harga terjangkau, akses ke Chrome, dan dukungan aplikasi Google Play. Googlebook justru diarahkan sebagai evolusi yang menggabungkan Chrome, aplikasi Google Play, dan sistem operasi modern dalam satu perangkat.
Harga dan ketersediaan
Sampai sekarang, Google belum mengumumkan harga maupun jadwal rilis Googlebook. Yang sudah dipastikan, HP, Lenovo, ASUS, Acer, dan Dell akan menjadi brand pertama yang menghadirkan perangkat ini.
Kondisi itu membuat banyak orang menunggu apakah Googlebook akan tetap berada di jalur harga ramah kantong seperti Chromebook. Harga Chromebook sendiri sangat beragam, mulai sekitar US$179 untuk model dasar hingga kisaran US$750 untuk model premium.
Desain dan bentuk perangkat
Google masih memberi sedikit gambaran soal tampilan Googlebook, sehingga desain pastinya belum terlihat jelas. Namun, perusahaan menyebut perangkat ini akan hadir dengan desain premium dan material berkualitas.
Google juga menyiapkan banyak variasi bentuk, mulai dari laptop biasa, convertible, hingga 2-in-1. Pola ini mirip dengan variasi yang sudah umum pada Chromebook dan laptop Windows, tetapi Googlebook disebut membawa elemen pembeda seperti “Glow Bar” yang fungsi pastinya belum dijelaskan.
Ada pula kemungkinan logo Googlebook ditempatkan di area keyboard. Meski begitu, belum ada kepastian apakah semua model akan membawa identitas desain yang sama.
Fokus fitur: AI lebih kuat dari Chromebook
Kalau Chromebook selama ini bertumpu pada ChromeOS dan komputasi cloud tradisional, Googlebook tampak bergerak ke arah yang lebih berat ke AI berbasis Gemini. Arah ini membuat pengalaman pengguna berpotensi terasa lebih proaktif dan lebih cerdas dalam membantu pekerjaan harian.
Salah satu fitur yang disorot adalah “Magic Pointer”. Fitur ini memungkinkan kursor memunculkan saran kontekstual dari apa yang terlihat di layar, misalnya langsung membuat jadwal dari tanggal di email atau memvisualisasikan barang ke dalam ruangan.
Googlebook juga disebut membawa “Create your Widget”. Dengan fitur itu, pengguna bisa membuat widget kustom hanya lewat perintah bahasa untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.
Integrasi dengan perangkat HP
Di sisi konektivitas, Googlebook dirancang agar lebih mulus terhubung dengan HP. Pengguna dapat mengakses aplikasi dan file dari HP langsung di Googlebook tanpa perlu instalasi tambahan lewat fitur seperti Quick Access.
Integrasi seperti ini menambah pembeda yang cukup jelas dibanding Chromebook yang lebih dikenal sebagai perangkat ringkas untuk aktivitas berbasis web dan layanan Google. Jika pendekatan ini berjalan sesuai rencana, Googlebook berpotensi menjadi perangkat yang lebih fleksibel untuk pengguna yang sering berpindah antara ponsel dan laptop.
Pada titik ini, Googlebook masih berada di tahap awal dengan detail resmi yang terbatas. Namun, arah pengembangannya sudah cukup jelas: Google ingin menghadirkan perangkat yang tetap dekat dengan ekosistem Chrome dan Google Play, tetapi dengan AI Gemini sebagai pusat pengalaman utamanya.
Source: www.idntimes.com