
Panasonic Lumix L10 mendadak menjadi sorotan di pasar kamera kompak. Baru diumumkan bulan lalu, kamera Micro Four Thirds ini sudah naik ke daftar bestseller dan masuk jajaran kamera kompak paling tren di retailer B&H untuk Mei 2026.
Lonjakan itu menarik karena terjadi di kategori yang selama ini didominasi nama-nama viral. Di daftar B&H, Lumix L10 hanya berada di belakang Kodak Charmera yang sudah lebih dulu populer, sementara posisi berikutnya diisi Canon PowerShot G7 X Mark III edisi khusus.
Zoom jadi pembeda utama
Daya tarik terbesar Lumix L10 ada pada lensa zoom-nya. Kamera ini memakai zoom yang setara 24-70mm pada kamera full-frame, dan fitur inilah yang dianggap menjadi alasan utama kenapa kamera tersebut cepat naik daun.
Itu menjadi pembeda penting di kelas compact premium. Banyak kamera sensor besar yang populer, seperti Fujifilm X100VI dan Ricoh GR IV, memakai lensa fixed atau prime, sehingga tidak menawarkan fleksibilitas zoom seperti L10.
Masuk ke pasar dengan harga bersaing
Panasonic juga menempatkan L10 di titik harga yang kompetitif. Selain punya zoom, kamera ini hadir dengan banderol yang dinilai menarik untuk kelasnya, sesuatu yang membantu mendorong minat pembeli di tengah pasar compact yang makin ramai.
L10 memang tidak sendirian di kategori compact berzoom. Leica D-Lux 8 juga menawarkan pendekatan serupa, tetapi Panasonic tampaknya berhasil memanfaatkan kombinasi zoom dan harga untuk menarik perhatian lebih besar.
Smartphone belum mampu mengejar
Salah satu alasan utama compact camera berzoom kembali diminati adalah keterbatasan kamera ponsel. Zoom masih menjadi area yang sulit ditandingi smartphone, terutama saat pengguna ingin fleksibilitas framing tanpa harus bergantung pada crop digital.
Focal length yang lebih panjang juga memberi keuntungan lain. Untuk foto portrait, panjang fokus seperti ini cenderung menghasilkan tampilan yang lebih flattering dibandingkan sudut pandang lebar yang umum dipakai ponsel.
Permintaan tinggi sudah terlihat sejak awal
Minat terhadap Lumix L10 tidak hanya terlihat di pasar Amerika Serikat. Panasonic Japan sudah menyebut stok kamera ini terbatas karena jumlah pre-order yang tinggi, yang menunjukkan permintaan datang dari lebih dari satu wilayah.
Respons awal terhadap peluncuran L10 sendiri tergolong campuran. Sebagian pengamat menilai kehadirannya mengejutkan, apalagi ukuran kamera ini lebih besar dibandingkan Fujifilm X100VI dan Ricoh GR IV meski sama-sama masuk kategori fixed-lens compact.
Pasar compact masih dikuasai model viral
Di puncak daftar tetap ada Kodak Charmera, kamera mungil bergaya keychain yang viral sejak dirilis akhir tahun lalu. Kamera itu bukan dipilih karena kualitas gambarnya, sebab resolusinya kurang dari 2MP, tetapi karena ukuran yang sangat kecil, tampilan retro, dan harga murah.
Canon PowerShot G7 X Mark III edisi 30th Anniversary juga ikut menempel di daftar tren. Versi khusus itu ikut terdongkrak oleh status viral model aslinya yang masih sulit ditemukan di stok, sementara varian original dan model seperti X100VI serta Ricoh GR HDF tetap bertahan sebagai favorit pasar.









