
Asus memperkenalkan VivoWatch 6 Plus di ajang Computex 2026 di Taipei, Taiwan. Jam tangan pintar ini langsung mencuri perhatian karena mengusung bodi paduan titanium dan layar AMOLED yang lebih besar.
Perangkat ini juga menandai arah baru Asus di pasar wearable kesehatan. Bukan hanya soal desain premium, VivoWatch 6 Plus diposisikan sebagai bagian dari ekosistem pemantauan kesehatan berbasis AI yang sedang dibangun perusahaan.
Computex 2026 berlangsung pada 2-5 Juni 2026. Dalam ajang itu, Asus tidak hanya memamerkan perangkat baru, tetapi juga menonjolkan pendekatan perawatan kesehatan berbasis kecerdasan buatan.
VivoWatch 6 Plus hadir sebagai salah satu perangkat yang mendukung strategi tersebut. Data kesehatan dari jam tangan ini nantinya bisa dimasukkan ke platform perawatan kesehatan AI Agent milik Asus.
Platform AI Agent itu diperkenalkan bersamaan dengan perangkat medis portabel baru Asus, yakni Handheld Ultrasound DuoScan. Dengan langkah ini, VivoWatch tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem yang menghubungkan perangkat wearable, alat diagnostik, dan software AI.
Dari sisi desain, VivoWatch 6 Plus tampil lebih premium dibanding VivoWatch 6 yang meluncur pada 2024. Asus menyematkan casing berbahan titanium yang memberi kesan lebih kokoh sekaligus lebih eksklusif.
Material bodinya disebut menggunakan paduan titanium. Asus juga menyebut material ini dirancang untuk menghadirkan ketahanan yang kuat pada perangkat.
Layar lebih besar
Salah satu perubahan paling jelas terlihat pada ukuran layar. VivoWatch 6 Plus memakai panel AMOLED 1,43 inci, lebih besar dari VivoWatch 6 yang menggunakan layar 1,39 inci.
Layar itu juga dilindungi kaca safir. Kombinasi panel AMOLED, ukuran yang lebih besar, dan lapisan pelindung tersebut menegaskan peningkatan di sisi tampilan dan daya tahan.
Namun, Asus masih belum mengungkap spesifikasi lengkap perangkat ini. Visual resmi yang ditampilkan perusahaan sejauh ini juga masih terbatas.
Fokus pada kesehatan
Di luar desain, peningkatan utama VivoWatch 6 Plus ada pada fitur kesehatan. Asus menambahkan analisis pergerakan pernapasan saat pengguna tidur, yang ditujukan untuk memberi gambaran lebih jauh soal kondisi tubuh dalam jangka panjang.
Fitur lain yang ikut dibawa adalah pelacakan gaya berjalan. Kehadiran fitur ini menunjukkan bahwa pemantauan kesehatan pada smartwatch kini bergerak lebih luas, tidak hanya berhenti pada penghitungan langkah atau detak jantung.
Asus juga tetap mempertahankan fitur yang sudah ada di generasi sebelumnya. VivoWatch 6 Plus masih dibekali elektrokardiogram atau ECG, serta pemantau tekanan darah.
Fitur-fitur ini pada dasarnya bukan hal sepenuhnya baru di pasar smartwatch. Meski begitu, kombinasi fitur tersebut memberi nilai tambah bagi pengguna yang ingin memantau lebih banyak indikator kesehatan dari satu perangkat.
Pendekatan Asus terlihat mengarah pada pemanfaatan data kesehatan yang lebih terintegrasi. Jam tangan tidak hanya berfungsi sebagai alat pelacak harian, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju sistem analisis kesehatan yang lebih luas.
Masih banyak detail yang ditunggu
Meski sudah diumumkan secara resmi, sejumlah informasi penting soal VivoWatch 6 Plus masih belum diungkap. Asus belum membeberkan spesifikasi lengkap, termasuk rincian teknis lain di luar layar, material bodi, dan fitur kesehatan utama.
Perusahaan juga belum mengumumkan harga smartwatch ini. Ketersediaan perangkat di pasar pun belum dijelaskan lebih lanjut.
Situasi ini membuat VivoWatch 6 Plus masih menyisakan banyak tanda tanya. Meski begitu, arah produk ini sudah terlihat jelas, yakni memadukan desain yang lebih premium dengan fungsi pemantauan kesehatan yang lebih serius.
Di tengah pasar smartwatch yang semakin ramai, Asus tampaknya memilih menonjolkan dua hal sekaligus. Perusahaan menggabungkan material premium seperti titanium dan kaca safir dengan narasi kesehatan digital yang terhubung ke platform AI.
Strategi itu juga sejalan dengan fokus presentasi Asus di Computex 2026. Dalam ajang tersebut, pembahasan perusahaan banyak menyoroti perawatan kesehatan berbasis AI.
Karena itu, VivoWatch 6 Plus bisa dibaca bukan sekadar penerus VivoWatch 6. Perangkat ini juga menjadi sinyal bahwa Asus ingin memperkuat posisinya di area wearable kesehatan yang terhubung dengan ekosistem medis dan kecerdasan buatan.
Source: tekno.kompas.com








