Xiaomi Watch S5 langsung menempatkan dirinya sebagai salah satu smartwatch paling menarik di kelas harga menengah. Jam tangan pintar ini membawa desain premium, baterai tahan lama, dan layar terang, tetapi tetap dijual mulai €179,99 atau sekitar Rp3,1 juta.
Posisi itu membuat Watch S5 terasa menekan kompetitor yang selama ini bermain di segmen serupa. Xiaomi tampak jelas membidik pengguna yang ingin tampilan mewah tanpa harus membayar setinggi model premium dari merek besar.
Desain premium, layar terang
Watch S5 memakai rangka baja tahan karat yang memberi kesan kokoh sekaligus elegan. Di bagian depan, Xiaomi menanamkan layar AMOLED 1,48 inci dengan tingkat kecerahan puncak 2.500 nits.
Kombinasi itu penting untuk penggunaan harian. Layar tetap mudah dibaca di bawah sinar matahari langsung, sementara bodi metal membuat perangkat ini terlihat lebih mahal dari banderolnya.
Baterai jadi senjata utama
Di atas kertas, daya tahan baterai menjadi salah satu nilai jual paling kuat. Xiaomi membekali Watch S5 dengan baterai 815 mAh yang diklaim mampu bertahan hingga 21 hari dalam pemakaian ringan.
Ketahanan seperti ini menempatkan Watch S5 di posisi menarik di tengah pasar smartwatch yang sering menuntut pengisian daya lebih sering. Dalam persaingan dengan perangkat seperti Samsung Galaxy Watch, klaim baterai panjang ini jadi pembeda yang mudah dilihat calon pembeli.
Fokus kuat pada fitur olahraga
Xiaomi juga tidak hanya mengejar tampilan. Watch S5 menyediakan lebih dari 150 mode olahraga dan sensor detak jantung dengan tingkat akurasi yang diklaim mencapai 98,4%.
Fitur ini membuat perangkat tersebut relevan untuk pengguna aktif yang butuh pelacakan latihan beragam. Dengan kombinasi mode olahraga yang banyak dan sensor detak jantung yang diklaim akurat, Xiaomi mencoba memperluas daya tariknya di luar sekadar tampilan premium.
Dibuat untuk melawan pemain besar
Harga Watch S5 menjadi alasan lain mengapa perangkat ini mencuri perhatian. Xiaomi menawarkan jam tangan ini dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding banyak smartwatch premium dari Samsung atau Garmin yang biasanya diposisikan lebih mahal.
Perbandingan itu menegaskan strategi Xiaomi. Alih-alih mengejar segmen ultra-premium, perusahaan ini menawarkan tampilan dan spesifikasi yang terasa kelas atas, tetapi dengan harga yang masih masuk akal untuk pasar lebih luas.
Bukan produk yang mudah dibeli semua orang
Meski menarik, ketersediaan Watch S5 masih terbatas. Xiaomi meluncurkannya di Eropa dengan harga euro dan belum ada rencana rilis resmi di Amerika Serikat.
Untuk konsumen di luar Eropa, jalur impor menjadi satu-satunya opsi yang disebut tersedia saat ini. Kondisi ini membuat minat terhadap Watch S5 harus diimbangi dengan pertimbangan praktis, terutama soal akses pembelian dan dukungan ekosistem.
Bagian dari strategi wearable Xiaomi
Watch S5 juga hadir bukan sendirian. Xiaomi merilisnya bersamaan dengan tiga wearable lain di Eropa, yang memperlihatkan dorongan lebih agresif perusahaan untuk memperkuat lini produknya di pasar wearable.
Perangkat ini juga merupakan penerus Watch S4 yang dirilis tahun lalu. Dari situ terlihat bahwa Xiaomi terus mengembangkan pendekatan yang sama: menghadirkan perangkat bergaya premium dengan harga yang tetap kompetitif.
Bagi sebagian pengguna, daya tarik Watch S5 ada pada kombinasi bodi baja tahan karat, layar AMOLED yang sangat terang, dan baterai yang diklaim tahan hingga 21 hari. Namun bagi pengguna yang sudah terikat dengan ekosistem tertentu, keputusan pindah platform tetap perlu dipertimbangkan dengan matang.
Source: telset.id