
Perubahan pada lini Pixel 10 di Amerika Serikat membuat satu hal jadi semakin penting untuk dipahami pengguna Android: cara mengaktifkan eSIM. Pada model yang dijual di pasar tersebut, Google menghapus slot SIM fisik dan sepenuhnya mengandalkan dukungan dual eSIM untuk konektivitas seluler.
Langkah ini menandai pergeseran yang makin nyata di industri ponsel. Saat semakin banyak operator, termasuk MVNO, mendukung eSIM, pengguna tidak lagi selalu membutuhkan kartu fisik untuk mengaktifkan nomor, berpindah operator, atau menambah jalur kedua.
eSIM pada dasarnya menjalankan fungsi yang sama seperti SIM biasa. Bedanya, semua informasi akun seluler disimpan secara digital pada chip yang sudah tertanam di dalam ponsel, bukan pada kartu yang dapat dilepas-pasang.
Model ini memberi sejumlah keuntungan praktis bagi pengguna Android. Aktivasi bisa dilakukan hanya dengan koneksi Wi‑Fi yang stabil, tanpa perlu datang ke toko atau menunggu kartu SIM dikirim ke rumah.
Bagi pengguna yang sering bepergian, eSIM juga memberi fleksibilitas lebih besar. Nomor kedua dapat diaktifkan lebih mudah, termasuk untuk paket internasional sebelum berangkat ke luar negeri atau untuk koneksi prabayar saat berkunjung ke Amerika Serikat.
Google Pixel 10 menjadi contoh paling jelas dari arah tersebut. Ponsel ini dapat menyimpan lebih dari delapan eSIM, meski hanya dua yang bisa aktif secara bersamaan.
Kapasitas itu relevan untuk pengguna yang ingin memisahkan nomor kerja dan pribadi. Satu perangkat bisa menjalankan dua jalur aktif sekaligus, lalu menyimpan beberapa profil lain untuk digunakan saat dibutuhkan.
Mayoritas ponsel Android terbaik saat ini memang masih memiliki slot SIM fisik. Namun setelah Apple lebih dulu menghapusnya pada iPhone yang dijual di Amerika Serikat mulai iPhone 14, keputusan Google pada Pixel 10 memperlihatkan bahwa Android pun bergerak ke arah yang sama.
Cara mengaktifkan eSIM di ponsel Android
Bagi pengguna yang membeli ponsel langsung dari operator, prosesnya biasanya paling sederhana. Sebagian besar konfigurasi sudah disiapkan, sehingga pengguna cukup mematikan ponsel lama, menyalakan perangkat baru, lalu mengikuti panduan saat pengaturan awal.
Situasinya sedikit berbeda untuk ponsel yang dibeli dalam kondisi unlocked atau perangkat lama yang akan dipindahkan ke operator lain. Dalam kasus itu, pengguna perlu memastikan ponsel kompatibel, memilih operator yang mendukung eSIM, lalu mendaftar paket yang sesuai.
Pada Google Pixel, proses aktivasi dilakukan melalui menu pengaturan jaringan. Pengguna perlu membuka Settings, masuk ke Network & internet, lalu memilih SIMs.
Dari sana, opsi yang muncul bisa berupa Add SIM, Set up an eSIM, atau Transfer a SIM from another device. Setelah itu, pengguna tinggal memilih jaringan yang tersedia dan mengikuti instruksi di layar sampai aktivasi selesai.
Alur ini juga umumnya mirip pada ponsel Android dengan antarmuka yang mendekati Android murni, termasuk beberapa perangkat Motorola. Perbedaannya biasanya hanya ada pada istilah menu atau tata letak opsi.
Pada Samsung Galaxy, jalurnya sedikit berbeda karena menggunakan antarmuka One UI. Pengguna perlu membuka Settings, masuk ke Connections, lalu memilih SIM manager.
Setelah itu, pengguna menekan Add eSIM. Samsung kemudian menyediakan beberapa pilihan, yaitu memindahkan SIM dari ponsel lain, memindai kode QR, atau mencari eSIM yang tersedia.
Jika memilih Search for eSIMs, pengguna dapat memilih operator yang digunakan. Setelah itu, proses dilanjutkan lewat petunjuk di layar hingga nomor aktif di perangkat.
Transfer eSIM antarperangkat kini makin mudah
Pemindahan eSIM dari satu Android ke Android lain kini juga lebih sederhana. Google memperkenalkan eSIM Transfer Tool setelah debut di MWC 2023, sedangkan Samsung menghadirkan alat transfer eSIM lewat One UI 5.1.
Di Pixel, opsi transfer muncul pada layar Connect to mobile network. Pengguna cukup memilih Transfer a SIM from another device, lalu mengikuti tahapan yang diminta sistem.
Di perangkat Samsung, opsi serupa tersedia pada layar Choose how to add your eSIM. Pengguna bisa menekan Transfer SIM from another device dan melanjutkan proses sesuai instruksi.
Meski begitu, aktivasi tidak selalu sepenuhnya otomatis. Dalam beberapa kasus, pengguna mungkin tetap perlu menghubungi operator agar eSIM bisa aktif sepenuhnya.
Alasan eSIM makin relevan
Selain praktis, eSIM juga mengurangi ketergantungan pada kartu fisik yang mudah hilang atau sulit dipasang. Ini membantu pengguna yang kesulitan menangani SIM berukuran kecil atau sering berganti perangkat.
eSIM juga dinilai lebih efisien karena mengurangi limbah fisik. Bagi pengguna yang rutin mengganti ponsel atau memakai beberapa nomor, pendekatan digital ini membuat proses perpindahan terasa lebih cepat dan rapi.
Dengan Pixel 10 yang sepenuhnya tanpa slot SIM fisik di Amerika Serikat, pemahaman tentang eSIM kini bukan lagi sekadar nilai tambah. Bagi banyak pengguna Android, terutama yang ingin pindah perangkat, menambah nomor kedua, atau memakai paket perjalanan, ini mulai menjadi keterampilan dasar yang perlu dikuasai.
Source: www.androidcentral.com








