Galaxy Z Flip 8 Tertinggal Lagi, Samsung Pertahankan Cas 25W Saat Fold 8 Naik ke 45W

Samsung tampaknya belum memberi peningkatan pengisian daya pada Galaxy Z Flip 8, meski ponsel lipat ini akan meluncur bersama Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra bulan depan. Bocoran sertifikasi menunjukkan model clamshell itu tetap bertahan di 25W, saat lini Fold justru naik ke level yang lebih tinggi.

Kabar ini penting karena Galaxy Z Flip 8 disebut akan hadir dengan bodi yang sedikit lebih tipis dan ringan serta performa yang lebih cepat. Namun, peningkatan tersebut tidak diikuti perubahan pada kapasitas baterai maupun kecepatan pengisian kabel.

Sertifikasi mengarah ke 25W lagi

Galaxy Z Flip 8 baru-baru ini muncul di basis data sertifikasi SGS dengan beberapa nomor model untuk berbagai negara dan wilayah. Dokumen sertifikasi itu mencantumkan dukungan pengisian maksimum 9V dan 2,77A, yang setara dengan 25W.

Ada dua nomor sertifikasi yang dikaitkan dengan perangkat ini. Sertifikasi FI-69540/M1 mencakup model SM-F776B dan SM-F776N, sedangkan FI-69541/M1 mencakup SM-F776U, SM-F776U1, SM-F776W, SM-F7760, SM-F776Z, SM-F776C, SM-F776Q, SC-55G, dan SCG40.

Temuan ini memperkuat sinyal bahwa Samsung belum mengubah strategi pengisian daya untuk seri Z Flip. Bagi calon pembeli, artinya pengalaman isi ulang daya kemungkinan tidak akan banyak berbeda dari generasi sebelumnya.

Kecepatan 25W itu bukan hal baru di keluarga ini. Galaxy Z Flip 7, Galaxy Z Flip 6, Galaxy Z Flip 5, dan Galaxy Z Flip 4 juga menawarkan angka yang sama.

Dengan demikian, Samsung tercatat belum menaikkan kecepatan charging kabel pada lini Z Flip selama empat generasi berturut-turut. Di tengah persaingan ponsel premium yang makin agresif soal pengisian cepat, keputusan ini menjadi sorotan tersendiri.

Baterai tidak berubah signifikan

Sebelumnya, Galaxy Z Flip 8 juga disebut dibekali baterai 4.300mAh. Dengan kombinasi kapasitas itu dan pengisian 25W, waktu dari 0% ke 100% diperkirakan memakan sekitar 1,5 jam.

Informasi ini memberi gambaran yang cukup jelas soal karakter perangkat tersebut. Samsung tampaknya lebih fokus menjaga paket desain dan performa, bukan mendorong lonjakan besar pada daya tahan atau kecepatan isi ulang.

Bagi pengguna yang berharap ada peningkatan besar di area baterai, arah ini bisa terasa konservatif. Apalagi ponsel lipat model clamshell sering dipilih karena faktor praktis, sehingga kecepatan pengisian daya menjadi salah satu aspek yang mudah terasa dalam penggunaan harian.

Berbeda dengan lini Fold 8

Kontras paling tajam justru muncul saat Galaxy Z Flip 8 dibandingkan dengan saudara sebarisnya yang meluncur pada periode yang sama. Galaxy Z Fold 8 disebut membawa baterai 4.800mAh, sedangkan Galaxy Z Fold 8 Ultra akan memakai baterai 5.000mAh.

Kedua model Fold itu juga akan mendukung fast wired charging 45W. Angka ini disebut sebagai peningkatan yang signifikan dibanding Galaxy Z Fold 7.

Perbedaan tersebut memperlihatkan adanya pemisahan yang cukup jelas di dalam portofolio ponsel lipat Samsung. Lini Fold mendapat peningkatan nyata pada baterai dan pengisian daya, sedangkan lini Flip lebih banyak bergerak pada penyempurnaan desain dan performa.

Situasi ini dapat memengaruhi cara pasar memandang dua keluarga produk tersebut. Galaxy Z Flip 8 masih berpotensi menarik bagi pengguna yang mengutamakan bentuk ringkas dan ringan, tetapi mereka yang menaruh perhatian besar pada charging mungkin akan melihat lini Fold sebagai paket yang lebih maju.

Meski begitu, kecepatan 25W bukan berarti Galaxy Z Flip 8 akan tampil buruk secara keseluruhan. Perangkat ini tetap diperkirakan hadir dengan performa lebih cepat dan rancangan yang lebih ramping, dua hal yang kerap menjadi daya tarik utama segmen ponsel lipat bergaya flip.

Yang jelas, data sertifikasi terbaru mengindikasikan tidak ada kejutan di sektor charging. Saat Galaxy Z Fold 8 dan Galaxy Z Fold 8 Ultra bergerak ke 45W, Galaxy Z Flip 8 tampaknya tetap melanjutkan pola lama Samsung dengan baterai 4.300mAh dan pengisian kabel 25W.

Source: www.sammobile.com

Berita Terkait

Back to top button