
Meta dilaporkan sedang menyiapkan sistem pengenalan wajah untuk kacamata pintarnya, sebuah langkah yang langsung memicu perhatian karena menyentuh isu privasi dan biometrik. Indikasi itu muncul dari temuan kode di aplikasi Meta AI yang dipakai untuk kacamata Ray-Ban dan Oakley.
Temuan ini penting karena menunjukkan Meta tidak hanya mengembangkan fitur AI generatif di perangkat wearable, tetapi juga menjajaki kemampuan untuk mengenali orang melalui kamera bawaan. Jika nantinya dirilis, fitur semacam itu akan membawa kacamata pintar ke wilayah yang jauh lebih sensitif dibanding fungsi kamera biasa.
Menurut analisis WIRED, Meta diam-diam menambahkan kode terkait fitur tersebut ke aplikasi AI-nya melalui beberapa pembaruan sepanjang tahun ini. Di internal perusahaan, fitur itu disebut NameTag.
NameTag disebut dirancang untuk membantu kacamata pintar Meta mengenali orang yang dilihat penggunanya. Sistem ini memanfaatkan kamera pada kacamata untuk mengubah wajah menjadi tanda biometrik unik atau faceprints.
Setelah itu, sistem akan mencari data di ponsel pengguna untuk mencocokkan faceprint tersebut. Jika ada kecocokan, aplikasi dapat memicu notifikasi bahwa wajah tersebut telah dikenali.
Laporan yang sama menyebut Meta sudah men-deploy tiga model AI dari servernya untuk mendukung NameTag. Satu model mendeteksi wajah, model lain memotong area wajah dari gambar, dan model ketiga mengubahnya menjadi data biometrik.
Detail teknis ini menunjukkan proyek tersebut tampaknya sudah melampaui tahap konsep awal. Meski belum aktif untuk publik, komponen inti sistemnya disebut sudah hadir di aplikasi Meta AI.
Nama fitur dan fungsi awal
Sebelum disebut NameTag, versi awal fitur ini dikabarkan memakai nama “Connections”. Fungsi yang diuji saat itu disebut bisa membantu pengguna “mengingat orang-orang yang pernah ditemui”.
Perubahan nama itu memberi petunjuk bahwa Meta mungkin masih menimbang posisi fitur ini, baik dari sisi manfaat maupun sensitivitasnya. Hingga kini juga belum jelas bagaimana sistem akan membangun profil pengguna dan wajah mana saja yang akan disimpan.
Ketidakjelasan itu menjadi bagian penting dari pembahasan karena pengenalan wajah bergantung pada pengumpulan dan pemrosesan data biometrik. Pada perangkat yang dikenakan di wajah dan dipakai di ruang publik, pertanyaan soal persetujuan dan penyimpanan data menjadi jauh lebih besar.
Meta sendiri belum mengaktifkan fitur tersebut untuk konsumen. Perusahaan menggambarkannya sebagai sesuatu yang masih sedang dipikirkan.
Dalam pernyataannya, juru bicara Meta mengatakan perusahaan baru menjajaki kemungkinan tersebut. Meta juga menegaskan belum ada keputusan final soal apakah fitur itu akan benar-benar diluncurkan.
Meta menyatakan belum ada yang dikirimkan kepada konsumen dan belum ada keputusan akhir tentang langkah selanjutnya. Perusahaan juga mengatakan bahwa jika nantinya memilih merilis fitur itu, pendekatan yang diambil akan dilakukan secara hati-hati dan transparan.
Satu hal yang secara tegas disampaikan Meta adalah perusahaan tidak sedang membangun basis data wajah terpusat. Pernyataan ini menjadi penting karena kekhawatiran utama publik biasanya berkaitan dengan kemungkinan pengumpulan wajah dalam skala besar.
Apa yang sudah diketahui sejauh ini
Dari informasi yang tersedia, sistem itu bekerja dengan alur yang cukup jelas. Kamera kacamata menangkap wajah, AI mendeteksinya, wajah dipotong dari gambar, lalu data biometriknya dibuat untuk proses pencocokan.
Namun, banyak aspek kunci yang belum terjawab. Belum jelas sumber pasti profil wajah, cara penyimpanan data, serta kondisi yang menentukan wajah tertentu dipertahankan oleh sistem.
Fakta bahwa kode fitur itu telah disisipkan ke aplikasi Meta AI untuk perangkat Ray-Ban dan Oakley menunjukkan wearable menjadi titik fokus pengembangan. Ini juga memperlihatkan bahwa kacamata pintar semakin diposisikan bukan hanya sebagai aksesori kamera, melainkan perangkat komputasi berbasis AI yang lebih aktif.
Untuk saat ini, fitur pengenalan wajah itu masih berada pada tahap eksplorasi. Meski demikian, karena komponen utamanya disebut sudah ada di aplikasi, perkembangan lebih lanjut terkait NameTag berpeluang muncul dalam beberapa bulan ke depan.
Source: sammyguru.com








