
ASUS membawa kejutan besar ke panggung Computex 2026 lewat lini laptop ProArt terbarunya. Perangkat ini menjadi yang pertama di dunia yang mengadopsi superchip NVIDIA RTX Spark, sebuah langkah yang langsung menempatkan laptop kreator ke level komputasi AI yang jauh lebih serius.
Bagi kreator konten dan developer, fokus utamanya bukan sekadar desain premium atau mobilitas. ASUS dan NVIDIA menempatkan performa AI lokal sebagai pusat strategi, dengan target memangkas hambatan saat mengolah data visual berbasis kecerdasan buatan langsung di perangkat.
Superchip AI di jantung ProArt
NVIDIA RTX Spark mengusung arsitektur Unified Memory yang menjadi fondasi utama performanya. Komponen ini diklaim menawarkan efisiensi daya terdepan di industri sekaligus membuka ruang bagi kerja AI masif di laptop.
Daya tarik utamanya ada pada performa AI hingga 1 petaflop. Sistem ini juga mendukung unified memory hingga 128GB, sehingga aliran data antara grafis dan kecerdasan buatan bisa berjalan lebih cepat tanpa bottleneck yang mengganggu.
Pendekatan ini juga dirancang untuk mendukung agen AI personal yang berjalan langsung di sistem operasi. Artinya, beberapa proses bisa dilakukan secara lokal tanpa ketergantungan penuh pada cloud atau koneksi internet.
Menyerupai workstation, tetapi tetap portabel
ASUS menempatkan lini ProArt terbaru ini sebagai perangkat yang mendekati kelas workstation dalam format laptop. Arah pengembangannya jelas, yaitu memberi ruang kerja yang cukup kuat untuk beban komputasi berat tanpa harus bergantung pada mesin desktop.
Dalam pengujian internal, perangkat ini disebut mampu merender scene 3D berukuran masif dengan memori lebih dari 90GB secara mulus. Proses pembuatan video berbasis AI dalam resolusi 4K juga diklaim selesai dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Untuk kebutuhan pengembang AI, laptop ini bahkan sanggup menjalankan Large Language Model hingga 120 miliar parameter. Kapasitas konteksnya mencapai 1 juta token secara lokal, sebuah angka yang memperlihatkan ambisi ASUS di ranah komputasi AI kreatif.
Dua model utama untuk kebutuhan berbeda
Lini laptop ASUS ProArt terbaru yang tampil di Computex mencakup dua model utama. Keduanya adalah ASUS ProArt P16 dan ASUS ProArt P14, dan keduanya disebut sebagai laptop pertama di dunia dengan dukungan arsitektur mutakhir tersebut.
ProArt P16 disiapkan untuk pengguna yang membutuhkan layar luas dan performa maksimal. Model ini mengarah ke profesional yang mengejar produktivitas tinggi tanpa banyak kompromi pada mobilitas.
Sementara itu, ProArt P14 menyasar pengguna yang lebih sering bergerak. ASUS menawarkannya dengan form factor ringkas, tipis, dan ringan, tetapi tetap membawa kekuatan komputasi AI kelas berat yang sama.
Ekosistem kerja kreator ikut diperluas
ASUS tidak hanya memperkenalkan laptop. Perusahaan itu juga menambahkan ProArt Mini PC untuk melengkapi ekosistem kreator di meja kerja yang membutuhkan efisiensi ruang.
Di sisi perangkat lunak, ASUS turut mengintegrasikan aplikasi kreator eksklusif yang telah dioptimalkan untuk AI generatif. Ada pula agen AI pintar yang ditujukan untuk membantu manajemen proyek dan workflow harian agar lebih efisien.
Kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak ini menunjukkan arah baru ASUS di segmen profesional. Fokusnya bukan lagi hanya pada spesifikasi tinggi, tetapi pada sistem kerja yang benar-benar dirancang untuk alur kreatif berbasis AI secara lokal.
Dengan kehadiran ProArt P16 dan ProArt P14, ASUS mempertegas ambisinya di pasar laptop profesional. Integrasi NVIDIA RTX Spark membuat batas antara laptop portabel dan desktop workstation terasa semakin tipis bagi pengguna yang membutuhkan performa AI tinggi di satu perangkat.
Source: pemmzchannel.com








