WWDC 2026 diperkirakan menjadi panggung besar bagi Apple untuk menunjukkan arah baru iOS 27. Di tengah sorotan pada pembaruan Siri berbasis AI, perhatian pengguna justru juga tertuju pada perbaikan dasar yang langsung terasa setiap hari di iPhone.
Itulah yang membuat iOS 27 dipandang lebih dari sekadar pembaruan asisten virtual. Dengan lebih dari satu miliar iPhone aktif digunakan setiap hari di seluruh dunia, peningkatan yang kecil di tampilan luar bisa terasa besar jika menyentuh keyboard, peta, catatan, dan pengelolaan aplikasi.
Keyboard iPhone Masih Jadi Titik Lemah
Salah satu keluhan paling konsisten datang dari keyboard bawaan iOS. Apple memang sudah merilis sejumlah perbaikan dalam beberapa bulan terakhir, tetapi performanya masih dinilai belum ideal untuk alat yang paling sering dipakai di iPhone.
Masalah klasik seperti typo dan autocorrect yang keliru masih sering muncul. Tidak heran jika sebagian pengguna akhirnya beralih ke aplikasi keyboard pihak ketiga seperti Gboard milik Google.
Liquid Glass Perlu Lebih Bisa Diatur
Dari sisi tampilan, desain “Liquid Glass” kini menjadi identitas baru di iOS. Namun, banyak pengguna tampaknya masih membutuhkan kontrol yang lebih luas untuk mengatur efek transparan dan animasi dinamis yang mendominasi layar.
Apple memang sempat merilis penyesuaian minor pada Liquid Glass. Langkah itu menunjukkan bahwa pendekatan awal mereka mungkin terlalu agresif, sehingga ruang untuk kustomisasi masih sangat terbuka.
Bagi sebagian pengguna, tampilan ini bisa tetap dipertahankan apa adanya. Tetapi bagi yang lain, kemampuan mengatur warna, latar belakang, dan tingkat efek visual akan membuat iPhone terasa lebih personal.
Apple Notes Butuh Riwayat Versi
Pembaruan iOS besar juga biasanya diikuti penyegaran aplikasi bawaan. Salah satu yang paling layak mendapat perhatian adalah Apple Notes, yang sudah menjadi alat penting bagi banyak pengguna iPhone.
Masalah utamanya ada pada absennya riwayat versi yang memadai. Fitur ini akan sangat berguna untuk memulihkan editan lama, mengembalikan data yang terhapus, atau menelusuri perubahan saat melakukan brainstorming.
Google Keep sudah lama menghadirkan fungsi semacam itu dengan baik. Karena itu, kehadiran version history di Apple Notes akan menjadi langkah yang sangat relevan bagi pengguna yang mengandalkan catatan harian.
Apple Maps Masih Kalah di Detail Informasi
Apple Maps memang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tampilannya dinilai memukau, navigasinya akurat, dan arah yang diberikan cukup komprehensif.
Meski begitu, Google Maps masih unggul dalam kedalaman informasi lokasi. Aplikasi tersebut bisa menampilkan jam sibuk, kepadatan tempat secara real-time, hingga detail fasilitas seperti opsi delivery.
Sebaliknya, informasi di Apple Maps masih tergolong minim dan statis. Bahkan, layanan itu masih mengandalkan ulasan pihak ketiga dari Tripadvisor untuk sebagian data tempat.
App Library Perlu Kontrol dari Pengguna
Saat diperkenalkan di iOS 14, App Library disambut positif karena membantu merapikan home screen. Semua aplikasi tersusun otomatis, sehingga layar utama tidak lagi penuh ikon yang berantakan.
Namun, sistem pengelompokan yang sepihak membuat fitur ini terasa kurang fleksibel. Pengguna tidak bisa mengubah atau mengedit folder yang dibuat sistem, sehingga sering harus menebak lokasi aplikasi yang baru diunduh.
Kustomisasi tetap bisa dilakukan lewat folder manual di home screen, tetapi itu justru mengurangi fungsi utama App Library. Karena itu, alat penyuntingan di area ini menjadi salah satu perbaikan yang paling masuk akal untuk iOS 27.
Dengan fokus yang besar pada Siri, Apple tetap punya pekerjaan rumah yang lebih dekat dengan kebutuhan harian pengguna. Jika lima area ini mendapat sentuhan serius di WWDC 2026, iOS 27 bisa terasa jauh lebih penting daripada sekadar pembaruan AI.
Source: www.gadgetdiva.id