Vivo X Fold 6 mulai mencuri perhatian bahkan sebelum peluncuran resminya di China bulan ini. Sorotan terbesarnya datang dari bocoran sistem multitasking baru yang disebut mampu menjalankan hingga lima aplikasi sekaligus di layar lipatnya.
Fitur ini penting karena ponsel lipat kerap diposisikan sebagai perangkat kerja, bukan sekadar smartphone biasa dengan layar besar. Jika kemampuan tersebut hadir sesuai bocoran, Vivo berupaya menempatkan X Fold 6 sebagai perangkat produktivitas yang lebih serius lewat pendekatan antarmuka yang dirancang khusus untuk format foldable.
Bocoran itu muncul lewat video yang diunggah akun Weibo V Powder Intelligence Bureau. Video tersebut menampilkan Vivo X Fold 6 menjalankan platform multitasking baru bernama Atomic Workbench, yang sebelumnya juga sempat diisyaratkan oleh Vivo.
Atomic Workbench disebut akan menjadi bagian dari OriginOS 6 Fold. Ini merupakan antarmuka kustom baru Vivo yang disiapkan untuk perangkat foldable, dengan fokus pada pengelolaan banyak jendela dan navigasi berbasis gestur.
Fitur yang paling menonjol
Salah satu mode yang tampil di video adalah serial mode. Mode ini disebut memungkinkan pengguna menjalankan sampai lima aplikasi secara bersamaan dalam satu waktu.
Tampilan antarmukanya terlihat mengalokasikan ruang layar secara dinamis ke jendela yang sedang aktif. Aplikasi lain tetap tersedia di latar belakang, sehingga perhatian layar diprioritaskan ke jendela yang sedang digunakan tanpa benar-benar menutup aplikasi lainnya.
Pendekatan seperti ini menunjukkan upaya Vivo untuk membuat multitasking terasa lebih fleksibel di perangkat lipat. Bukan hanya menampilkan banyak aplikasi sekaligus, sistemnya juga tampak berusaha menyesuaikan fokus kerja pengguna secara real time.
Video tersebut juga memperlihatkan mode lain bernama one-screen four-use. Sesuai namanya, mode ini memungkinkan empat aplikasi dijalankan sekaligus pada layar bagian dalam.
Pengguna tampaknya bisa mengatur ukuran dan posisi masing-masing aplikasi sesuai kebutuhan. Fleksibilitas ini menjadi penting pada perangkat foldable karena layar yang lebih luas akan terasa maksimal jika pembagian ruangnya mudah diubah.
Selain itu, ada parallel mode yang turut ditampilkan dalam bocoran yang sama. Mode ini disebut memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara independen tanpa mengganggu fungsi satu sama lain.
Mode tersebut berpotensi menarik bagi pengguna yang sering berpindah tugas dalam waktu singkat. Dengan aplikasi yang tetap berjalan terpisah, proses kerja bisa lebih lancar tanpa perlu terus-menerus memuat ulang tampilan atau alur aktivitas.
Gestur jadi bagian penting pengalaman pakai
Bocoran video tidak hanya menyorot jumlah aplikasi yang bisa dibuka bersamaan. Vivo juga tampak menyiapkan kontrol berbasis gestur untuk memudahkan navigasi saat banyak jendela aktif di layar.
Pada mode one-screen four-use, pengguna terlihat bisa menyeret penanda sudut di bagian tengah untuk menyesuaikan porsi ruang layar tiap aplikasi. Mekanisme ini memberi kendali cepat tanpa harus masuk ke menu pengaturan yang rumit.
Ada juga gestur empat jari yang tampak digunakan untuk langsung memperbesar jendela tertentu. Fitur seperti ini bisa menjadi elemen penting karena multitasking di layar besar sering terasa tidak praktis jika setiap perubahan ukuran harus dilakukan lewat banyak langkah.
Fokus pada gestur menandakan bahwa Vivo tidak hanya menambah jumlah jendela, tetapi juga mencoba menyederhanakan cara mengelolanya. Pada perangkat lipat, kemudahan berpindah dan mengatur aplikasi sering kali sama pentingnya dengan kapasitas multitasking itu sendiri.
Konteks peluncuran dan spesifikasi yang beredar
Vivo sendiri sudah memastikan bahwa X Fold 6 akan meluncur pada Juni di China. Namun hingga kini, perusahaan baru mengungkap sedikit detail resmi mengenai perangkat tersebut.
Sejauh ini, Vivo juga sudah memberi sinyal bahwa X Fold 6 akan menonjolkan fitur perangkat lunak berorientasi produktivitas dan kemampuan AI. Bocoran Atomic Workbench sejalan dengan arah tersebut karena menempatkan software sebagai nilai jual utama, bukan hanya desain perangkat keras.
Untuk spesifikasi inti, detail resmi belum diumumkan. Meski begitu, rumor yang beredar menyebut ponsel lipat ini dapat ditenagai chipset MediaTek Dimensity 9500.
Di sektor kamera, perangkat ini juga dirumorkan membawa sensor utama belakang 200 megapiksel. Kamera telefoto periskop 50 megapiksel juga disebut masuk dalam konfigurasi yang sedang ramai diperbincangkan.
Kombinasi rumor hardware dan bocoran software itu memperlihatkan posisi X Fold 6 sebagai penerus Vivo X Fold 5 dengan peningkatan yang tampaknya diarahkan pada penggunaan yang lebih intensif. Bukan hanya untuk hiburan atau fotografi, tetapi juga untuk kebutuhan kerja yang memanfaatkan layar besar secara lebih efisien.
Meski begitu, sebagian besar detail penting masih menunggu pengumuman resmi. Informasi lebih lengkap diperkirakan akan muncul mendekati peluncuran resminya akhir bulan ini, termasuk konfirmasi soal Atomic Workbench dan seberapa jauh kemampuan menjalankan lima aplikasi itu benar-benar diterapkan pada penggunaan sehari-hari.
Source: www.gadgets360.com