Mulai 1 Jutaan, 5 Tablet Ini Bikin Sekolah, Gaming, Hingga Kerja Jadi Lebih Untung

Memasuki Juni 2026, pilihan tablet di Indonesia makin menarik karena banyak model hadir di rentang Rp1 juta sampai Rp5 jutaan. Di tengah kebutuhan sekolah, hiburan, kerja, dan cari cuan, konsumen kini bisa menyesuaikan perangkat berdasarkan prioritas, bukan sekadar harga.

Peta pasar juga berubah karena tiap kelas punya karakter yang berbeda. Ada tablet murah untuk belajar online dan kasir UMKM, ada model berlayar lega untuk streaming, ada pula yang dibuat serius untuk gaming berat dan produktivitas layaknya laptop.

Tablet murah yang masih masuk akal untuk sekolah dan usaha kecil

Di bawah Rp2 juta, ruang pilihannya memang makin sempit. Namun Advan Tab A10 masih relevan untuk kebutuhan dasar seperti belajar online anak sekolah dan aplikasi kasir digital pelaku UMKM.

Tablet ini memakai CPU All Winner A523 dengan RAM 4GB dan skor Antutu sekitar 250.000 poin. Penyimpanan 64GB terasa pas-pasan, tetapi masih ada slot MicroSD untuk tambahan ruang.

Layarnya IPS 10,1 inci dengan resolusi HD dan refresh rate 60Hz. Baterainya 5.000 mAh, pengisian dayanya 10W, dan perangkat ini sudah memakai port Type-C serta audio jack.

Kelas Rp2 jutaan yang mulai enak untuk multimedia

Redmi Pad 2 muncul sebagai salah satu tablet entry-level paling menarik di kelas Rp2,5 jutaan. Daya tarik utamanya ada pada layar 11 inci IPS beresolusi 2.5K dengan refresh rate 90Hz dan tingkat kecerahan hingga 600 nits.

Perangkat ini memakai MediaTek Helio G100 Ultra, storage UFS 2.2 berkapasitas 128GB, dan skor Antutu versi 11 di atas 539.000 poin. RAM 4GB menjadi catatan penting bagi pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus.

Di sisi daya, baterainya 9.000 mAh dan dipadukan dengan pengisian 18W. Kombinasi ini membuatnya lebih nyaman dipakai seharian untuk konten multimedia dan tugas ringan tanpa sering mencari colokan.

Opsi yang lebih siap untuk kerja mobile

Bagi yang membutuhkan koneksi data mandiri, Infinix Xpad 20 Pro menjadi pilihan yang menonjol di harga Rp3,6 jutaan. Tablet ini sudah mendukung SIM Card 4G LTE, sehingga tidak selalu bergantung pada tethering smartphone atau Wi-Fi publik.

Basis chipset-nya mirip dengan Redmi Pad 2, tetapi kapasitas RAM naik menjadi 8GB. Layar IPS 12 inci beresolusi 2K dengan refresh rate 90Hz juga membuat ruang kerja terasa lebih lega.

Baterainya 8.000 mAh dengan pengisian 18W. Kombinasi ini cocok untuk pengguna yang butuh mobilitas tinggi dan sering berpindah tempat kerja atau belajar.

Mesin gaming yang paling agresif di daftar ini

Poco Pad M1 tampil sebagai kandidat terkuat untuk gaming berat di kelas Rp4 jutaan. Tablet ini mengandalkan Snapdragon 7s Gen 4, RAM 8GB, dan storage 256GB UFS 2.2.

Skor Antutu-nya hampir menyentuh 1 juta poin pada versi terbaru. Game kompetitif seperti Delta Force dan Mobile Legends diklaim dapat berjalan pada setelan grafis tertinggi secara konstan.

Layar 12,1 inci dengan resolusi 2.5K dan refresh rate 120Hz membuat visual terasa sangat mulus. Baterai 12.100 mAh dengan fast charging 33W juga memberi bekal besar, meski bobotnya sekitar 610 gram.

Pilihan kelas menengah untuk produktivitas serius

Huawei MatePad 11.5 versi 2026 berada di kisaran Rp5 jutaan dan diarahkan untuk mahasiswa serta pekerja kantoran. Nilai jual utamanya ada pada dukungan PC-Level WPS Office yang bisa dipakai bersama keyboard dan mouse.

Tablet ini memakai chip Huawei Kirin D82B, RAM 8GB, serta memori internal 256GB tanpa slot MicroSD. Skor Antutu-nya mencapai 763.000+ poin, yang menunjukkan kinerja harian yang gesit.

Layarnya 11,5 inci dengan resolusi 2.5K dan refresh rate 120Hz. Bodinya juga sangat tipis di 6,1 mm dan ringan 515 gram, sementara baterai 10.100 mAh didukung pengisian cepat 40W.

Jika dilihat dari kebutuhan paling umum, daftar ini sudah memberi gambaran jelas soal kelas tablet Juni 2026. Ada opsi ekonomis untuk sekolah dan UMKM, ada tablet serbaguna untuk hiburan, dan ada juga perangkat yang lebih siap untuk gaming maupun kerja produktif.

Exit mobile version