Samsung Melesat 95% di Pasar DRAM, Ledakan AI Mengantar Kembali ke Puncak

Samsung kembali memimpin pasar DRAM global setelah membukukan lonjakan pendapatan yang sangat tajam pada kuartal pertama 2026. Kenaikan ini terutama ditopang permintaan memori untuk infrastruktur AI, bukan oleh pasar DRAM konsumen.

Data Omdia menunjukkan pasar DRAM global mencapai rekor pendapatan US$97,1 miliar pada periode tersebut. Nilai itu melonjak 85,3% dibanding kuartal sebelumnya, menandakan akselerasi besar di segmen memori berorientasi pusat data dan server.

Samsung mencatat pendapatan DRAM sebesar US$37,4 miliar pada kuartal pertama 2026. Angka itu naik 95,4% secara kuartalan dan mendorong pangsa pasarnya dari 36,5% menjadi 38,6%.

Lompatan itu membuat posisi Samsung semakin jauh dari para pesaing utamanya. Di tengah ledakan kebutuhan memori untuk AI generatif, perusahaan berhasil merebut kembali posisi teratas dengan selisih yang lebih lebar.

SK Hynix berada di posisi kedua dengan pendapatan sekitar US$28 miliar. Pangsa pasarnya turun menjadi 28,8%, atau berkurang 4,1 poin persentase dari kuartal sebelumnya.

Micron Technology tetap berada di posisi ketiga dengan pendapatan US$21,7 miliar. Meski tumbuh kuat sebesar 81,6%, pangsa pasarnya tercatat 22,4% dan masih berada di bawah dua pemain teratas.

Didorong AI, bukan pasar konsumen

Penggerak utama kenaikan pasar kali ini datang dari infrastruktur AI. Pusat data yang menjalankan model AI generatif membutuhkan High Bandwidth Memory atau HBM serta DDR5 DRAM canggih dalam volume besar.

Kebutuhan tersebut mendorong dua hal sekaligus, yakni pengiriman yang lebih tinggi dan harga memori yang ikut naik. Karena itu, pertumbuhan pendapatan para pemasok besar tidak hanya berasal dari volume, tetapi juga dari kenaikan average selling price.

TrendForce juga mencatat Samsung diuntungkan oleh kuatnya permintaan server DRAM. Perusahaan itu juga termasuk yang menikmati kenaikan average selling price terbesar pada periode ini.

Konteks ini penting karena menegaskan bahwa pemulihan pasar DRAM tidak lagi semata bergantung pada siklus perangkat konsumen. Fokus pertumbuhan kini bergeser ke memori berperforma tinggi yang dibutuhkan komputasi AI skala besar.

HBM menjadi sangat penting karena dirancang untuk menangani beban kerja AI yang intensif. Sementara itu, DDR5 semakin dibutuhkan di server modern yang menopang ekspansi pusat data.

Persaingan tetap ketat

Meski Samsung memimpin, persaingan pasar belum melonggar. SK Hynix dan Micron tetap mencatat pertumbuhan besar, yang menunjukkan bahwa kenaikan permintaan AI mendorong hampir seluruh pemasok utama DRAM.

Namun, laju Samsung lebih cepat dibanding dua rival terdekatnya. Kombinasi permintaan server DRAM yang kuat dan kenaikan harga jual membantu perusahaan memperlebar jarak di puncak pasar.

Pergerakan pangsa pasar juga memperlihatkan perubahan keseimbangan di industri. Saat Samsung naik ke 38,6%, SK Hynix justru kehilangan sebagian porsi pasar meski pendapatannya tetap besar.

Micron juga mempertahankan posisi penting dalam struktur tiga besar. Dengan pangsa 22,4%, perusahaan masih menjadi pemain utama di tengah pasar yang tengah mengalami ekspansi cepat.

Di luar tiga besar, Changxin Memory Technologies atau CXMT menjadi nama yang paling menonjol. Perusahaan asal China itu hampir melipatgandakan pendapatan kuartalannya hingga tiga kali menjadi US$7,3 miliar.

Kenaikan itu membuat pangsa pasar CXMT naik dari 4,7% menjadi 7,6%. Walau masih tertinggal jauh dari tiga pemasok terbesar, ekspansinya menunjukkan perubahan penting di lanskap industri memori.

Pertumbuhan CXMT terjadi saat China terus berinvestasi besar pada produksi semikonduktor domestik dan infrastruktur AI. Langkah tersebut memperkuat kehadiran pemain lokal di pasar yang sebelumnya sangat didominasi segelintir perusahaan global.

Apa arti hasil ini bagi Samsung

Bagi Samsung, hasil ini menegaskan bahwa bisnis memori tetap menjadi salah satu pendorong laba terpenting. Kinerja kuartal pertama 2026 juga memperlihatkan betapa sentralnya permintaan AI terhadap strategi pertumbuhan perusahaan.

Investasi berkelanjutan di teknologi DRAM canggih diperkirakan akan menopang pertumbuhan sepanjang sisa tahun ini. Selama kebutuhan HBM dan DDR5 tetap tinggi, Samsung berpeluang mempertahankan momentum yang sudah terbentuk.

Meski demikian, analis mengingatkan bahwa laju ekspansi saat ini belum tentu berlangsung tanpa gangguan. Peningkatan pasokan dan mulai melunaknya harga dapat membatasi kecepatan pertumbuhan pada kuartal-kuartal berikutnya.

Artinya, pasar masih sangat kuat tetapi tidak kebal terhadap perubahan siklus. Untuk saat ini, data kuartal pertama 2026 menunjukkan Samsung menjadi pihak yang paling diuntungkan dari gelombang belanja memori AI yang sedang berlangsung.

Source: www.gizmochina.com

Berita Terkait

Back to top button