Tahun 2026 memperlihatkan satu arah yang makin jelas di lini ponsel OPPO: baterai besar bukan lagi fitur tambahan, melainkan senjata utama. Dari kelas murah sampai flagship, OPPO mendorong kapasitas 6.000 mAh hingga 7.500 mAh untuk menjawab kebutuhan pengguna yang ingin layar terang, daya tahan lama, dan pengisian cepat.
Langkah itu memang menarik, tetapi juga membawa konsekuensi yang sama-sama nyata. Semakin besar baterai dan modul kamera, semakin tebal dan berat pula bodi ponsel yang harus dibawa sehari-hari.
Reno 15 jadi pusat perhatian konten dan fotografi
Di kelas Reno, OPPO Reno 15 Pro Max 5G tampil paling agresif untuk urusan kamera. Ponsel ini membawa sensor utama 200 MP, kamera depan 50 MP Ultra-Wide, rekaman 4K HDR, serta baterai 6.500 mAh dalam bodi setipis 7,65 mm.
Perangkat ini juga memakai MediaTek Dimensity 8450 dan RAM 12 GB. Namun, bodinya disebut terasa bongsor dan berbobot karena kombinasi layar besar dan baterai besar.
OPPO Reno 15 5G hadir sebagai versi yang lebih ramah ukuran. Layar AMOLED datar 6,59 inci, perlindungan Gorilla Glass 7i, lensa 3.5x Telephoto Portrait, dan baterai 6.500 mAh dengan pengisian 80W SuperVOOC menjadi paket utamanya.
Pengisian penuh diklaim selesai dalam 50 menit. Di sisi lain, perangkat ini tidak punya slot memori eksternal dan tidak ditujukan untuk penggemar layar lengkung.
OPPO Reno 15 F 5G menyasar pengguna yang butuh ketahanan lebih ekstrem. Sertifikasi IP69 membuatnya tahan debu, rendaman air, hingga semprotan air panas, sementara baterai 7.000 mAh diklaim sanggup bertahan hingga 2,5 hari pemakaian normal.
Kapasitas besar itu membuat waktu pengisian cenderung lebih lama. OPPO memang menukar kecepatan isi daya dengan daya tahan yang lebih panjang di varian ini.
A Series mengincar mobilitas dan pemakaian luar ruangan
Di kelas A, OPPO A6 tampak disiapkan untuk penggunaan harian yang lebih praktis. Ponsel ini menawarkan layar super cerah, Glove Touch, baterai 6.000 mAh, Reverse Charging, dan garansi pembaruan sistem hingga 5 tahun.
Meski begitu, sektor kamera masih 13 MP dan chipset yang dipakai Snapdragon 685. Perangkat ini juga belum mendukung jaringan 5G.
OPPO A6t membawa layar 120 Hz, baterai 6.500 mAh, dan sertifikasi IP64. Kombinasi itu membuatnya lebih nyaman untuk scrolling media sosial di luar ruangan dan lebih siap menghadapi cipratan air atau gerimis.
Namun, performanya masih tergolong standar untuk pemakaian harian. Ponsel ini tidak direkomendasikan untuk gamer berat atau kebutuhan fotografi tingkat atas.
OPPO A6t Pro menaikkan kapasitas baterai ke 7.000 mAh dengan pengisian 45W SuperVOOC. OPPO juga menyematkan IP69 dan sistem pendingin Super Cool VC untuk menjaga ketahanan serta suhu perangkat.
Konektivitasnya masih tertahan di jaringan 4G. Bobot perangkat ini juga disebut cukup berat.
OPPO A6s menjadi varian yang paling lengkap di seri A untuk urusan daya. Baterai 7.000 mAh, pengisian 80W SuperVOOC, sertifikasi IP69, dan daya tahan baterai yang dijanjikan awet hingga 5 tahun menjadi nilai jual utamanya.
Chipset Snapdragon 685 dan pendingin internal luas ikut melengkapi paketnya. Meski begitu, perangkat ini belum mendukung 5G dan bodinya tergolong tebal.
Find X9 memimpin kelas flagship
Di jajaran Find Series, OPPO Find X9 Pro hadir sebagai model paling ambisius. Ponsel ini membawa kolaborasi Hasselblad, kamera telephoto periskop 200 MP, digital zoom hingga 120x, perekaman Dolby Vision 4K 120 FPS, chipset Dimensity 9500, dan baterai 7.500 mAh.
Kombinasi tersebut membuat perangkat ini sangat premium. Modul kamera yang besar dan baterai masif juga membuat bodinya tebal dan berat.
OPPO Find X9 menawarkan pendekatan yang sedikit lebih “seimbang”. Layar super terang 3.600 nits, Dimensity 9500, baterai 7.025 mAh, pengisian 80W, sertifikasi IP69, dan kamera Hasselblad 50 MP dengan zoom tetap hingga 120x menjadi andalannya.
Meski begitu, area belakang ponsel tetap terasa padat karena ukuran kamera yang besar. Karakter itu menunjukkan bahwa OPPO tidak menahan diri dalam mengutamakan spesifikasi.
Foldable tetap jadi opsi premium
Selain seri bar, OPPO Find N5 hadir untuk pengguna yang menginginkan ponsel lipat. Desainnya disebut super tipis namun kokoh berkat engsel generasi terbaru yang meminimalisir crease, dan perangkat ini juga tetap membawa teknologi Hasselblad.
Keunggulannya paling terasa untuk multitasking dan produktivitas kerja. Namun, harganya sangat tinggi dan jelas tidak ditujukan untuk pengguna dengan anggaran terbatas.
