Mode kamera 24MP di Samsung Galaxy S26 Ultra muncul sebagai opsi yang menarik di antara mode standar 12MP dan resolusi penuh 200MP. Fitur ini tidak aktif sejak awal, tetapi setelah diaktifkan, mode tersebut menawarkan titik tengah yang lebih praktis untuk pemakaian harian.
Bagi pengguna yang ingin detail lebih tinggi tanpa harus berhadapan dengan file besar dan proses yang lebih berat, mode 24MP menjadi sorotan utama. Opsi ini juga menjaga pengalaman memotret tetap sederhana, sekaligus memberi ruang lebih besar untuk crop dan editing.
Secara bawaan, kamera wide Galaxy S26 Ultra memotret pada 12MP. Di sisi lain, ponsel ini juga menyediakan mode 200MP untuk menangkap keluaran sensor penuh dengan detail maksimal.
Mode 24MP berada di antara keduanya. Samsung memosisikannya sebagai pilihan resolusi menengah yang memakai lebih banyak data sensor dibanding 12MP, tetapi tetap memanfaatkan sebagian pixel binning agar hasilnya lebih seimbang.
Kenapa mode 24MP penting
Pada mode 12MP, kamera memakai pixel binning yang lebih agresif untuk menghasilkan foto yang bersih dan diproses dengan baik. Hasilnya unggul untuk banyak situasi, dengan dynamic range yang baik, noise rendah, dan pemrosesan yang cepat.
Namun, ada kompromi yang harus diterima. Detail mentah yang tersedia lebih sedikit, sehingga fleksibilitas untuk crop tanpa menurunkan kualitas juga ikut terbatas.
Di sinilah 24MP menjadi relevan. Mode ini menghasilkan tekstur yang lebih tajam dan detail yang lebih jelas pada elemen seperti pakaian, dedaunan, dan bangunan.
Perbedaannya paling terasa saat foto dilihat dalam ukuran penuh atau ketika pengguna melakukan crop. Untuk pemotretan sehari-hari yang tetap membutuhkan ruang lebih luas saat pengeditan, peningkatan dari 12MP ke 24MP dinilai cukup berarti.
Lebih praktis daripada 200MP
Mode 200MP memang menawarkan detail sangat besar dan keleluasaan crop yang jauh lebih tinggi. Tetapi mode ini juga membawa sejumlah keterbatasan yang membuatnya tidak selalu ideal untuk penggunaan rutin.
Saat memotret di 200MP, kamera terkunci pada kamera wide. Artinya, akses ke kamera telefoto 3x dan 5x tidak tersedia dalam mode resolusi penuh tersebut.
Ukuran file juga menjadi jauh lebih besar. Dampaknya terasa pada kebutuhan penyimpanan dan waktu pemrosesan yang lebih lama.
Dalam cahaya terang, mode 200MP juga dapat memunculkan highlight yang overexposed dan lebih sulit dipulihkan. Mode 24MP disebut menghindari sebagian besar masalah itu, sambil tetap mempertahankan ukuran file yang lebih mudah dikelola.
Keunggulan lain yang membuat 24MP menonjol adalah kompatibilitasnya dengan berbagai level zoom. Tidak seperti 200MP yang terbatas pada kamera wide, mode 24MP tetap memberi akses ke lensa zoom yang berbeda.
Bagi banyak pengguna yang tidak benar-benar memerlukan resolusi penuh 200MP, 24MP terlihat sebagai opsi resolusi tinggi yang lebih masuk akal. Keseimbangan antara detail, fleksibilitas, dan kenyamanan menjadi nilai jual utamanya.
Cara mengaktifkan mode 24MP
Mode 24MP tidak langsung tersedia di aplikasi kamera secara default. Pengguna harus mengaktifkannya lewat aplikasi Camera Assistant, yang bisa diunduh gratis dari Galaxy Store.
Camera Assistant adalah alat khusus dari Samsung untuk membuka pengaturan kamera tambahan yang tidak ditampilkan langsung di aplikasi kamera utama. Setelah aplikasi dipasang, pengguna bisa masuk ke pengaturan kamera dan membuka menu Camera Assistant > 24 MP resolution.
Di sana tersedia opsi “24 MP in Photo mode” yang perlu diaktifkan. Setelah itu, perpindahan ke mode 24MP bisa dilakukan langsung dari antarmuka kamera, baik melalui tombol pengaturan resolusi di bagian atas layar maupun lewat menu setelan kamera.
Kapan sebaiknya dipakai
Mode 24MP paling berguna saat pengguna sudah tahu bahwa foto akan di-crop atau dicetak dalam ukuran besar. Mode ini juga cocok untuk subjek yang kaya tekstur, seperti kain, tanaman, dan arsitektur.
Untuk foto harian yang tidak membutuhkan crop besar atau cetak ukuran besar, mode 12MP tetap menjadi pilihan kuat. Pemrosesannya cepat dan hasilnya konsisten di berbagai kondisi pencahayaan.
Namun, ketika pengguna ingin menyimpan detail lebih banyak tanpa harus beralih ke 200MP, 24MP menjadi opsi yang masuk akal. Fitur ini menambah detail tanpa menambah terlalu banyak hambatan dalam proses pemotretan.
Dampaknya pada pemotretan malam
Galaxy S26 Ultra memakai aperture f/1.4 pada kamera wide. Bukaan ini disebut mampu memasukkan 47% lebih banyak cahaya dibanding lensa f/1.7 milik Galaxy S25 Ultra, dan peningkatan perangkat keras yang sama juga mendukung kemampuan Nightography ponsel tersebut.
Bukaan yang lebih lebar itu menguntungkan semua mode pemotretan, termasuk 24MP. Sensor menerima lebih banyak cahaya sebelum pemrosesan dimulai, yang membantu menjaga kualitas gambar pada resolusi lebih tinggi dalam kondisi sulit.
Meski begitu, dalam kondisi sangat gelap, mode 12MP masih diuntungkan oleh pixel binning yang lebih berat untuk menghasilkan foto yang lebih bersih. Tetapi saat pengguna membutuhkan detail tambahan pada foto low-light, misalnya untuk interior redup yang ingin di-crop, mode 24MP tetap punya peluang menghasilkan gambar yang layak berkat dukungan aperture f/1.4.
Hasil Nightography sendiri tetap dapat bervariasi tergantung kondisi cahaya, subjek, dan situasi pemotretan. Yang jelas, kehadiran mode 24MP memberi satu pilihan tambahan bagi pengguna Galaxy S26 Ultra yang ingin kualitas lebih tinggi tanpa harus selalu masuk ke mode 200MP.
Source: www.sammobile.com






