Pasar ponsel lipat kembali ramai setelah Vivo X Fold 6 muncul lebih cepat dari dugaan. Momen itu terjadi di Roland Garros, saat perangkat yang diduga kuat sebagai ponsel lipat flagship terbaru Vivo terlihat di genggaman aktris China Zhu Zhu saat menyaksikan final tunggal putri French Open.
Kehadiran yang tak disengaja ini langsung menarik perhatian publik karena peluncuran resminya disebut-sebut baru akan digelar pada akhir Juni. Hingga kini Vivo belum membuka desain resmi, tetapi foto yang beredar sudah memberi gambaran awal yang cukup jelas tentang arah desain dan strategi produk yang sedang disiapkan.
Desain yang tampak super tipis
Dari foto amatir yang beredar luas di media sosial Tiongkok, Vivo X Fold 6 terlihat memakai warna hijau-kebiruan yang memberi kesan elegan dan segar. Di bagian belakang, tampak modul kamera berbentuk lingkaran besar yang masih sejalan dengan bahasa desain flagship Vivo, namun terlihat lebih modern.
Yang paling menonjol dari perangkat ini adalah bodinya yang tampak sangat ramping. Meski memakai format lipat horizontal model buku, ponsel tersebut tidak terlihat tebal atau bongsor, bahkan dalam kondisi setengah terlipat.
Siluet tipis itu membuat banyak pengamat teknologi menilai Vivo serius memangkas ketebalan perangkat demi kenyamanan genggaman. Sejumlah tipsters di China juga meyakini perangkat yang muncul di Roland Garros itu merupakan purwarupa matang dari X Fold 6.
Chipset baru dan baterai besar
Selain desain, sektor dapur pacu juga menjadi sorotan besar. Vivo X Fold 6 disebut akan menjadi salah satu ponsel lipat pertama yang mengandalkan chipset MediaTek Dimensity 9500, yang digadang-gadang menawarkan performa tinggi sekaligus efisiensi daya lebih baik.
Untuk menopang kinerja tersebut, Vivo kabarnya menanamkan baterai 6.900mAh. Kapasitas ini sangat besar untuk ukuran ponsel lipat tipis, yang biasanya harus berkompromi dengan ruang baterai karena desainnya lebih kompleks.
Di sektor kamera, ponsel ini dirumorkan membawa tiga kamera belakang. Kamera utamanya disebut memakai sensor 200 megapiksel, ditemani kamera ultra-wide 50 megapiksel dan kamera telefoto periskop 50 megapiksel untuk kebutuhan zoom jarak jauh.
Perangkat ini juga disebut tetap mempertahankan pemindai sidik jari di sisi bodi. Pilihan ini menunjukkan Vivo masih menjaga pendekatan praktis pada sistem keamanan, seperti pada generasi sebelumnya.
Fokus ke AI dan produktivitas
Namun, daya tarik utama Vivo X Fold 6 bukan hanya pada spesifikasi fisik atau angka-angka hardware. Vivo memposisikannya sebagai smartphone lipat yang berfokus penuh pada kecerdasan buatan dan produktivitas.
Strategi itu terlihat dari sistem operasi khusus baru yang akan dipakai, yaitu OriginOS 6 Fold. Sistem ini dipadukan dengan pembaruan fitur Atomic Workbench untuk mendukung cara kerja yang lebih fleksibel di layar besar.
Melalui pendekatan tersebut, pengguna bisa menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dalam satu ruang kerja adaptif. Alur kerja jadi lebih efisien karena perpindahan antar-aplikasi tidak lagi harus dilakukan secara manual berulang-ulang.
Vivo juga memberi bocoran soal mode Atomic Workbench baru, asisten AI yang lebih responsif, pemrosesan AI langsung di perangkat, serta multitasking yang lebih dalam. Kombinasi ini membuat X Fold 6 diposisikan sebagai perangkat yang tidak hanya mengandalkan layar lipat, tetapi juga kemampuan kerja berbasis AI.
Kemunculan tak sengaja di Roland Garros semakin memperbesar rasa penasaran pasar terhadap perangkat ini. Dengan jadwal peluncuran yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juni, Vivo X Fold 6 kini menjadi salah satu ponsel lipat yang paling dinanti kehadirannya.
