HP tampaknya sedang mencoba menebus reputasi lini gamingnya lewat HyperX Omen 15. Laptop ini hadir dengan perubahan besar yang tidak hanya menyentuh desain, tetapi juga pendinginan, layar, dan performa yang di atas kertas sangat agresif untuk kelas menengah.
Langkah penggabungan ekosistem HyperX dan Omen membuat perangkat ini diposisikan sebagai laptop gaming seharga Rp25,3 jutaan. Pengujian langsung dilakukan untuk melihat apakah kolaborasi tersebut benar-benar mampu menghadirkan performa yang dicari gamer kompetitif dan kreator konten.
Desain lebih matang dan terasa lebih premium
HP memberi perubahan radikal pada tampilan luar HyperX Omen 15. Bodi laptop 15,3 inci ini kini dibuat lebih ringkas, praktis, dan jauh dari kesan membosankan seperti generasi sebelumnya.
Material yang dipakai juga ikut naik kelas. Area deck menggunakan metal solid, sementara sisi luarnya memakai polikarbonat premium yang memberi kesan lebih kokoh saat digenggam.
Perubahan paling penting ada di bagian pembuangan panas. Exhaust belakang dibuat lebih menjorok ke belakang agar hawa panas tidak langsung mengenai engsel layar.
Desain ini tidak hanya soal tampilan. HP juga mengarahkannya untuk memperpanjang usia komponen karena panas tidak lagi menghantam area engsel secara langsung.
Spesifikasi yang memang ditujukan untuk kerja berat
Di balik bodinya, HyperX Omen 15 membawa dapur pacu yang terbilang buas. Laptop ini memakai Intel Core i7-14650HX dengan 16 core dan 24 thread, lalu dipasangkan dengan RAM 24 GB DDR5-5600.
Penyimpanannya juga tidak pelit. HP menyematkan SSD NVMe Gen 4 1 TB dengan kecepatan baca yang diklaim berada di kisaran 7.000-an MBps.
Sektor grafis diisi NVIDIA GeForce RTX 5060 Laptop GPU dengan VRAM 8 GB dedicated. Kombinasi ini membuat perangkat tersebut terasa lebih dekat ke komputer desktop ketimbang laptop gaming tipis biasa.
Layar menjadi salah satu daya tarik terkuatnya. Panel 2.5K atau WQXGA ini punya refresh rate 180Hz, tingkat kecerahan hingga 500 nits, dan cakupan warna 100% sRGB.
Performa yang tidak sekadar kuat di atas kertas
Hasil uji sintetis menunjukkan tenaga prosesor yang sangat serius. Di Cinebench R23 Multi Core, i7-14650HX mencetak skor 22.331 poin.
Angka itu membuat performanya mampu bersaing ketat dengan prosesor Intel Core Ultra generasi terbaru yang lebih menonjolkan efisiensi AI. Dalam praktiknya, HyperX Omen 15 juga tetap stabil saat dipaksa menjalankan game AAA berat secara native tanpa DLSS.
Black Myth: Wukong pada setelan High menghasilkan rata-rata 76 FPS. Cyberpunk 2077 pada Ultra berjalan di 73 FPS, sedangkan Wuthering Waves pada Ultra stabil di 87 FPS.
Pendinginan efektif, tapi tidak senyap
Sistem pendingin internalnya bekerja cukup baik saat beban penuh. Suhu maksimal prosesor tercatat berada di angka 86 derajat Celsius ketika kerja 100%.
Namun ada kompromi yang harus diterima pengguna. Saat mode Performance diaktifkan lewat Omen Gaming Hub, suara kipas terdengar cukup bising.
Catatan lain juga masih tersisa pada sisi konektivitas. Ketiadaan port Thunderbolt 4 menjadi salah satu kekurangan yang perlu diperhatikan calon pembeli.
Meski begitu, HP menawarkan paket yang terasa lebih serius dibanding generasi sebelumnya. Dengan harga Rp25,3 jutaan dan garansi resmi 2 tahun, HyperX Omen 15 membawa bodi yang lebih premium, pengelolaan panas yang lebih matang, serta layar yang sangat terang untuk kebutuhan gaming dan produktivitas jangka panjang.
