Karyawan Mobile World Diam-Diam Jual 28 iPhone, Uangnya Ludes Di Bitcoin

Author: Qoo Media

Kepolisian Kota Da Nang menahan sementara Tran Ba Truong, lahir tahun 2001 dan berdomisili di Kelurahan Dien Ban, Kota Da Nang, untuk penyelidikan atas dugaan penipuan dan penggelapan harta benda. Kasus ini menyita perhatian karena pelaku disebut memanfaatkan posisinya sebagai karyawan sistem Mobile World untuk mengalirkan barang keluar dari toko secara bertahap.

Pengungkapan perkara bermula dari penyerahan tersangka oleh Departemen Kepolisian Kriminal kepada Satuan Tugas Wilayah 3 pada 8 Mei. Dari pemeriksaan awal, Truong mengaku melakukan penggelapan telepon seluler dari toko-toko milik sistem The Gioi Di Dong atau Mobile World.

Modus awal: 28 iPhone baru dijual diam-diam

Penyidik menyebut pada 5 dan 6 Mei, Truong mengambil 28 iPhone yang baru dirilis dengan memanfaatkan aksesnya sebagai karyawan. Ia lalu menjual perangkat itu di luar sistem dan memakai hasilnya untuk kepentingan pribadi.

Cara kerja itu menjadi pintu masuk bagi rangkaian aksi berikutnya yang lebih rapi. Setelah penjualan awal, Truong tidak berhenti pada satu metode dan mulai menyusun skema yang melibatkan karyawan lain di jaringan toko.

Skema pembayaran palsu dan pencurian OTP

Truong menghubungi langsung sejumlah karyawan lain di sistem The Gioi Di Dong dan memberi tahu mereka secara keliru bahwa ada pelanggan yang sedang bertransaksi. Setelah pesanan penjualan dibuat, ia meminta kode QR pada faktur dikirimkan kepada pelanggan untuk pembayaran.

Begitu kode QR diterima, Truong memakai akun penjualan yang disediakan perusahaan untuk memindai kode itu sendiri. Langkah tersebut membuat transaksi tampak sah di sistem, meski pembayaran sebenarnya tidak berasal dari pelanggan.

Saat akun penjualan mencapai batas transaksi, Truong disebut beralih ke cara lain. Ia mencuri kode OTP dari karyawan lain untuk masuk dan memakai akun pembayaran, sehingga bisa melanjutkan aksinya.

Jumlah barang bertambah menjadi 84 ponsel

Dengan pola tersebut, penyidik mengaitkan Truong dengan pencurian tambahan sebanyak 56 ponsel dari berbagai toko Mobile World di Kota Da Nang. Jika digabungkan dengan 28 iPhone yang lebih dulu dijual, total telepon seluler yang dikaitkan dengan kasus ini mencapai 84 unit.

Penyidik juga mengungkap seluruh uang dari penjualan 84 ponsel itu tidak bertahan lama. Truong disebut menggunakan dana tersebut untuk berinvestasi dalam Bitcoin dan berjudi online, hingga akhirnya kehilangan semuanya.

Barang bukti masih terus dicari

Hingga saat ini, Unit Investigasi Kepolisian Kota Da Nang telah melacak dan menemukan tiga telepon seluler yang terkait dengan perkara tersebut. Proses pencarian aset lain masih terus berlangsung untuk mengembalikannya kepada para korban.

Kasus ini menunjukkan bagaimana akses internal dan manipulasi proses transaksi dapat berubah menjadi kerugian besar bagi jaringan ritel. Kepolisian Da Nang kini memperluas penyelidikan untuk menelusuri sisa barang dan memastikan seluruh aliran aset dalam perkara ini.

Terbaru