Pilihan HP Rp1 jutaan dengan chipset Snapdragon masih menarik karena menawarkan keseimbangan yang jarang mudah ditemukan di kelas harga ini. Sejumlah model bahkan sudah membawa RAM hingga 8 GB, penyimpanan lega, layar 120Hz, dan baterai 5.000 mAh untuk pemakaian harian yang lebih nyaman.
Bagi pengguna yang mencari ponsel untuk media sosial, streaming, multitasking, hingga gaming ringan, lini Snapdragon tetap jadi pertimbangan penting. Chipset Qualcomm dikenal efisien dan stabil, sehingga cocok untuk perangkat yang dipakai intensif tanpa harus naik ke kelas harga lebih tinggi.
Di kanal penjualan Erafone, ada lima model yang menonjol di segmen ini. Rentang harganya mulai Rp1.199.000 sampai Rp1.799.000, dengan kombinasi spesifikasi yang cukup kompetitif untuk kelas entry-level hingga menengah bawah.
Pilihan memori besar dan layar halus
Xiaomi Redmi Note 13 menjadi salah satu opsi paling menarik dari sisi memori. Ponsel ini dibekali RAM 8 GB dan ROM 256 GB, angka yang tergolong besar di harga Rp1.199.000.
Selain kapasitas penyimpanan, Redmi Note 13 juga membawa layar AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 1800 nits. Untuk dapur pacu, perangkat ini memakai Qualcomm Snapdragon 685 octa-core hingga 2,8 GHz dengan GPU Adreno 610.
Kamera juga menjadi nilai jual tambahan pada model ini. Redmi Note 13 mengusung kamera belakang 108 MP, 8 MP ultrawide, dan 2 MP macro, serta kamera depan 16 MP.
Xiaomi Redmi Note 12 hadir di harga yang sama, yakni Rp1.199.000. Model ini menawarkan RAM 8 GB dan ROM 128 GB, serta masih menyediakan slot microSDXC untuk ekspansi penyimpanan.
Layar yang dipakai juga AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120Hz dan peak brightness 1200 nits. Performanya ditopang Snapdragon 685 (6 nm) dengan GPU Adreno 610, sehingga tetap relevan untuk penggunaan sehari-hari dan gaming ringan.
Opsi Snapdragon 5G dan daya tahan baterai
Bagi pengguna yang mengincar konektivitas 5G, Xiaomi Poco X5 5G menjadi salah satu pilihan paling menonjol di daftar ini. Harganya Rp1.699.000 dan sudah memakai Snapdragon 695 5G octa-core dengan GPU Adreno 619.
Poco X5 5G membawa RAM 6 GB dan ROM 128 GB yang masih bisa diperluas melalui microSD. Layarnya berukuran 6,67 inci dengan panel AMOLED dan refresh rate 120Hz, sementara baterainya berkapasitas 5.000 mAh.
Untuk fotografi, perangkat ini dibekali kamera utama 48 MP, kamera ultrawide 8 MP, dan kamera macro 2 MP. Kamera depannya beresolusi 13 MP, cukup untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video.
OPPO A3x berada di posisi harga tertinggi dalam daftar ini, yakni Rp1.799.000. Namun perangkat ini membawa nilai tambah pada sisi ketahanan, karena disebut telah lulus uji ketahanan militer dan tahan terhadap berbagai macam cairan.
Spesifikasi intinya juga tetap kompetitif untuk kelas harga tersebut. OPPO A3x memakai Snapdragon 6s 4G Gen1, RAM 6 GB, ROM 128 GB, slot microSD, serta baterai 5.100 mAh.
Layarnya berukuran 6,67 inci dengan panel IPS LCD dan refresh rate 120Hz. Tingkat kecerahan yang mencapai 1000 nits membuatnya tetap layak dilirik untuk penggunaan luar ruangan.
Apa yang perlu dicermati pembeli
Meski sama-sama bermain di harga Rp1 jutaan, karakter tiap model berbeda cukup jelas. Redmi Note 13 unggul pada kombinasi RAM 8 GB, ROM 256 GB, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 108 MP.
Redmi Note 12 tampil sebagai alternatif yang lebih sederhana, tetapi tetap kuat pada RAM 8 GB, layar AMOLED 120Hz, dan performa Snapdragon 685. Sementara Poco X5 5G lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan jaringan 5G dan layar AMOLED dengan refresh rate tinggi.
OPPO A3x menonjol pada aspek durabilitas dan baterai 5.100 mAh. Kombinasi itu membuatnya relevan bagi pengguna yang lebih mementingkan perangkat tangguh untuk aktivitas harian.
Ada satu model lain di daftar harga serupa, yakni OPPO A38 seharga Rp1.499.000. Namun perangkat ini memakai chipset MediaTek Helio G85, bukan Snapdragon, meski tetap menawarkan RAM 6 GB, ROM 128 GB, baterai 5.000 mAh, dan performa stabil untuk penggunaan harian.
Dari seluruh pilihan tersebut, titik temu utamanya ada pada kapasitas baterai besar, memori yang cukup longgar, dan performa yang masih memadai untuk kebutuhan umum. Di kelas Rp1 jutaan, kombinasi seperti ini menjadi alasan mengapa HP dengan chipset Snapdragon masih terus dicari.
