Samsung memanfaatkan Galaxy XR untuk membuat proses donor darah terasa lebih nyaman lewat pengalaman realitas diperluas yang imersif. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perangkat XR tidak hanya ditujukan untuk hiburan dan produktivitas, tetapi juga bisa dipakai dalam layanan kesehatan dan kegiatan sosial.
Langkah itu diwujudkan melalui kolaborasi Samsung dengan perusahaan layanan kesehatan global Abbott. Keduanya menghadirkan pengalaman XR di lokasi donor darah di Korea Selatan untuk membantu pendonor lebih rileks selama proses berlangsung.
Program ini dijalankan bersama Palang Merah Korea dalam kegiatan donor darah bertenaga XR pertama di negara tersebut. Kegiatan itu berlangsung di Samsung Digital City, Suwon, pada 2 Juni 2026 dan bertepatan dengan World Blood Donor Day.
Dalam pelaksanaannya, karyawan Samsung mendonorkan darah sambil menggunakan konten XR yang dirancang khusus. Seluruh proses tetap berada di bawah pengawasan petugas Palang Merah Korea.
Pengalaman tenang selama donor
Saat mengenakan Galaxy XR, pendonor dibawa ke lingkungan digital yang menenangkan dengan nuansa taman bergaya Zen. Suasana ini dirancang untuk memberi distraksi yang lembut tanpa mengganggu proses medis.
Interaksi di dalam pengalaman tersebut hanya mengandalkan visual. Pendonor tidak perlu menggerakkan tangan, melakukan gestur, atau memakai controller selama sesi berlangsung.
Pendonor cukup mengarahkan pandangan ke benih virtual untuk “menanamnya” di lingkungan digital itu. Setelah itu, bunga dan pepohonan akan bermekaran di sekitar mereka dalam waktu sekitar tiga hingga lima menit.
Selama pengalaman berlangsung, musik yang menenangkan diputar sebagai latar. Musik ini dikembangkan melalui kemitraan dengan Chicago Symphony Orchestra.
Kombinasi visual yang lembut dan musik yang menenangkan menjadi inti dari pendekatan ini. Tujuannya adalah memberi rasa nyaman dan pengalihan perhatian bagi pendonor saat menjalani tindakan donor darah.
XR mulai masuk ke area layanan kesehatan
Samsung menempatkan Galaxy XR sebagai perangkat yang mampu membawa pengguna masuk ke realitas digital. Dalam konteks ini, pengalaman imersif tersebut dipakai bukan untuk permainan atau hiburan semata, melainkan untuk mendukung kenyamanan saat seseorang melakukan tindakan yang bermanfaat bagi orang lain.
Pemanfaatan seperti ini memberi gambaran lebih luas tentang arah penggunaan extended reality. Teknologi tersebut mulai diposisikan sebagai alat pendukung pengalaman manusia di situasi nyata, termasuk di lingkungan kesehatan.
Pendekatan yang dipilih juga tampak disesuaikan dengan kebutuhan donor darah. Karena pendonor tetap harus diam dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas fisik tambahan, Samsung membuat pengalaman yang cukup dioperasikan dengan tatapan mata.
Desain tanpa controller atau gestur tangan membuat penggunaan perangkat lebih sederhana saat prosedur donor berlangsung. Hal ini juga membantu menjaga fokus pada kenyamanan tanpa menambah beban interaksi bagi pengguna.
Rencana ekspansi ke negara lain
Setelah aktivasi awal di Korea Selatan, Samsung dan Abbott berencana memperluas program ini. Keduanya menyiapkan aktivasi serupa dalam ajang besar di Amerika Serikat dan Malaysia.
Ekspansi itu ditujukan untuk membawa manfaat kenyamanan dan distraksi dari pengalaman imersif Galaxy XR ke lebih banyak pihak. Bukan hanya pendonor, program ini juga ditujukan untuk tenaga kesehatan dan bank darah di berbagai wilayah.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa inisiatif ini tidak diposisikan sebagai uji coba satu kali. Samsung dan Abbott tampak melihat peluang penerapan yang lebih luas untuk mendukung kegiatan donor darah di skala global.
Kehadiran pengalaman XR di lokasi donor juga dapat memperkaya cara lembaga kesehatan membangun pengalaman yang lebih ramah bagi masyarakat. Dalam kasus ini, teknologi dipakai untuk mengurangi ketegangan dan membuat proses yang penting terasa lebih mudah dijalani.
Kolaborasi antara perusahaan teknologi, perusahaan kesehatan, dan organisasi kemanusiaan menjadi elemen penting dalam proyek ini. Samsung menghadirkan perangkat dan pengalaman XR, Abbott membawa peran dari sisi kesehatan, sementara Palang Merah Korea menangani pengawasan pelaksanaan donor darah.
Model kerja sama seperti itu memperlihatkan bagaimana inovasi teknologi bisa diterapkan langsung di lapangan jika didukung mitra yang tepat. Fokusnya bukan sekadar menunjukkan kemampuan perangkat, tetapi menghadirkan fungsi yang relevan dalam situasi nyata.
Bagi Samsung, langkah ini juga memperluas narasi penggunaan Galaxy XR ke ranah yang lebih praktis dan berdampak sosial. Bagi kegiatan donor darah, pendekatan ini membuka opsi baru untuk membuat pengalaman pendonor menjadi lebih tenang melalui visual interaktif dan musik yang menenangkan.
