iOS 27 Bawa Siri AI yang Jauh Lebih Agresif, Galaxy S27 Diam-Diam Mulai Muncul

Pekan ini bergerak cepat untuk pasar teknologi mobile. Apple resmi mengumumkan iOS 27 dengan perubahan besar di sisi kecerdasan buatan, sementara Samsung mulai memunculkan jejak awal Galaxy S27 lewat basis data IMEI milik GSM Association.

Dua kabar itu langsung menempatkan persaingan ekosistem dan perangkat keras dalam sorotan. Di satu sisi, Apple mendorong pengalaman perangkat lunak yang lebih pintar, sementara di sisi lain Samsung memberi sinyal bahwa pengembangan lini Galaxy S generasi berikutnya sudah berjalan aktif.

Apple membawa pembaruan serentak ke iOS 27, iPadOS 27, macOS 27, watchOS 27, dan visionOS 27. Tambahan yang paling menonjol adalah Siri AI baru dengan kemampuan yang disebut telah dirombak secara menyeluruh.

Siri AI hadir sebagai aplikasi terpisah. Sistem ini dibangun di atas model Gemini milik Google, memadukan pemrosesan di perangkat dengan dukungan Apple Private Cloud Compute.

Langkah itu memperlihatkan fokus Apple pada AI yang lebih luas dan terintegrasi. Apple Intelligence juga disebut kini lebih pintar, dengan integrasi yang ditingkatkan di berbagai aplikasi bawaan perusahaan.

Untuk pengguna yang ingin mencobanya lebih awal, iOS 27 dan iPadOS 27 sudah tersedia untuk pengembang. Versi beta publik dijadwalkan menyusul bulan depan.

Dari sisi Samsung, kemunculan Galaxy S27 di database IMEI menjadi penanda awal yang penting. Perangkat itu tercatat dengan nomor model SM-S952, yang mengonfirmasi bahwa pengembangan aktifnya sudah berlangsung.

Kemunculan di database semacam ini memang belum mengungkap spesifikasi atau desain. Namun, keberadaannya cukup untuk menegaskan bahwa lini flagship Samsung berikutnya mulai memasuki radar publik lebih awal.

Sorotan Samsung pekan ini tidak berhenti di Galaxy S27. Galaxy S26 FE juga muncul lewat listing sertifikasi online dari Wireless Power Consortium, yang sekaligus menghadirkan bocoran desain awal.

Tampilan perangkat itu disebut sangat mirip dengan Galaxy S26 reguler. Pendekatan desain yang familiar itu sejalan dengan pola Samsung yang kerap mempertahankan bahasa visual utama di lini Fan Edition.

Samsung juga mulai menguji One UI 9 untuk tiga ponsel Galaxy lain, yakni Galaxy A17, A34, dan A57. Sebelumnya, ponsel lipat Samsung yang akan datang disebut bakal menjadi perangkat pertama yang menjalankan One UI 9 langsung dari kotak.

Di luar Apple dan Samsung, pekan ini juga diwarnai peluncuran sejumlah perangkat baru dari merek lain. Xiaomi memperkenalkan seri 17T di China dengan salah satu perubahan penting pada model reguler.

Xiaomi 17T versi China membawa baterai Si/C 7.000mAh. Angka itu lebih besar dibanding versi internasional yang menggunakan baterai 6.500mAh.

Model 17T Pro untuk pasar China juga tersedia dengan RAM LPDDR5X hingga 16GB. Detail ini memperlihatkan bahwa Xiaomi tetap memberi pembeda yang nyata antarwilayah, terutama pada kapasitas baterai dan memori.

OnePlus juga meramaikan pekan ini dengan pengumuman Turbo 6X dan 6X Pro di China. Keduanya sama-sama menonjolkan baterai besar, tetapi model Pro membawa paket spesifikasi yang lebih agresif.

OnePlus Turbo 6X Pro dibekali baterai Si-C 8.000mAh dengan pengisian 80W. Ponsel ini memakai layar AMOLED M14 6,78 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz, chipset MediaTek Dimensity 7400 Super, serta kamera belakang 50MP utama dan 8MP ultrawide.

Varian Pro hadir dalam warna hitam dan oranye. Harganya dimulai dari CNY 1,999 untuk konfigurasi 8/128GB dan mencapai CNY 2,399 untuk versi 12/256GB.

OnePlus Turbo 6X non-Pro menggunakan baterai 7.000mAh dengan pengisian 45W. Perangkat ini mengusung layar LCD 6,72 inci FHD+ 144Hz, chipset Dimensity 7360 Super, serta kamera 50MP utama dan 2MP macro.

Untuk harga, Turbo 6X dibuka dari CNY 1,899 untuk varian 8/128GB. Versi 12/256GB dipasarkan hingga CNY 2,299.

Dari kubu Apple, perhatian publik juga tertuju pada perangkat lain yang belum diumumkan resmi. Sejumlah gambar dummy unit iPhone Ultra kembali muncul dan memperkuat gambaran desain ponsel lipat Apple yang sudah beredar sebelumnya.

Perangkat itu dirumorkan hadir dalam satu pilihan warna saja. Peluncurannya juga disebut akan berlangsung bersama seri iPhone 18 pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Google membuat langkah yang relevan di tengah derasnya fokus industri pada AI. Perusahaan memangkas harga paket AI Plus menjadi $5 dan sekaligus menggandakan penyimpanan cloud yang disertakan menjadi 400GB.

Sebelumnya, paket Google AI Plus dibanderol $8 per bulan dengan kapasitas 200GB. Perubahan ini memberi konteks tambahan bahwa persaingan AI kini tidak hanya terjadi di level fitur perangkat, tetapi juga pada layanan langganan yang mendukung ekosistem masing-masing.

Gabungan kabar pekan ini menunjukkan arah industri yang makin jelas. AI menjadi pusat pembaruan perangkat lunak, sementara database sertifikasi, listing IMEI, dan dummy unit kembali menjadi petunjuk awal untuk membaca strategi perangkat keras para pemain besar.

Source: www.gsmarena.com

Terkait