Baseus PicoGo Air Meluncur, Powerbank 6,9 Mm Ini Langsung Menantang Xiaomi UltraThin

Baseus merilis PicoGo Air AM71, powerbank magnetik ultra-tipis yang langsung masuk radar pasar aksesori premium. Perangkat ini hadir dengan ketebalan 6,9 mm, menjadikannya salah satu powerbank magnetik paling tipis yang tersedia saat ini.

Kehadiran PicoGo Air AM71 membuat persaingan di segmen powerbank tipis semakin menarik. Produk ini diposisikan sebagai penantang langsung Xiaomi UltraThin Magnetic Power Bank yang lebih dulu mencuri perhatian lewat desain ramping.

Baseus sebelumnya sempat memamerkan perangkat ini dalam ajang Global Connect Show Shenzhen 2026. Fokus utamanya jelas, yakni menghadirkan sumber daya cadangan yang tetap praktis dibawa tanpa bentuk tebal dan berat seperti powerbank konvensional.

Desainnya dibuat menyerupai kartu tipis sehingga bisa menempel di bagian belakang smartphone. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga kenyamanan saat ponsel dipakai, digenggam, atau disimpan di saku.

Tipis, tapi tetap bawa baterai 5.000 mAh

Meski bodinya sangat ramping, Baseus tetap membenamkan baterai berkapasitas 5.000 mAh atau 19,4 Wh. Kapasitas ini disiapkan untuk kebutuhan isi daya darurat, terutama saat pengguna sedang bepergian sepanjang hari.

Untuk pengisian lewat kabel, PicoGo Air mendukung output USB-C hingga 22,5W. Sementara pada mode pengisian nirkabel magnetik, dayanya mencapai 15W dengan dukungan level 5W, 7,5W, 10W, dan 15W.

Input USB-C pada perangkat ini tercatat di 5V/3A dan 9V/2,2A. Total output-nya berada di angka 5V/3A.

Dukungan nirkabel magnetik ini membuatnya cocok untuk pengguna iPhone yang memakai MagSafe. Selain itu, perangkat juga kompatibel dengan perangkat lain yang mendukung standar pengisian Qi.

Baseus menyebut PicoGo Air AM71 kompatibel dengan seri iPhone 12 hingga iPhone 17. Dukungan juga mencakup AirPods dan perangkat lain yang bisa menerima pengisian nirkabel Qi.

Fitur pembeda ada di NFC dan sistem pendingin

Salah satu nilai jual yang paling menonjol ada pada NFC Battery Monitoring. Fitur ini memungkinkan pengguna menempelkan smartphone ke powerbank untuk melihat informasi seperti sisa daya, status pengisian, dan kondisi perangkat melalui aplikasi pendamping.

Fitur tersebut membuat pemantauan tidak hanya bergantung pada indikator lampu biasa. Dalam praktiknya, pengguna bisa mendapat informasi daya secara lebih instan dan lebih rinci.

Baseus juga mencoba menjawab tantangan utama perangkat tipis, yaitu suhu saat pengisian berlangsung. Untuk itu, PicoGo Air dibekali Triple-Loop Cooling Structure yang dipadukan dengan material graphene dan aerogel.

Perusahaan mengklaim kombinasi itu membantu pembuangan panas berlangsung lebih efisien. Stabilitas suhu disebut tetap terjaga baik saat pengisian menggunakan kabel maupun secara nirkabel.

Selain itu, tersedia sensor pemantauan suhu pintar yang bekerja secara real-time. Sistem ini dirancang untuk mencegah perangkat mengalami overheating ketika dipakai dalam sesi pengisian.

Fitur lain yang ikut dibawa adalah Smart Trickle Charge Mode. Saat baterai perangkat yang diisi sudah mencapai 80%, sistem akan otomatis mengurangi daya pengisian untuk membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Material premium dan proteksi berlapis

Dari sisi konstruksi, Baseus menggunakan material aluminium unibody yang dipadukan dengan serat kaca. Kombinasi ini memberi kesan premium sekaligus mendukung profil bodi yang tipis.

Bagian sisinya dibuat melengkung agar terasa nyaman di tangan. Desain itu juga ditujukan agar permukaannya tidak mudah menggores smartphone saat menempel.

Untuk keamanan, Baseus melengkapi PicoGo Air dengan proteksi yang cukup lengkap. Perlindungan yang tersedia mencakup overcharge, overdischarge, overvoltage, overpower, overcurrent, korsleting, suhu berlebih, hingga gangguan elektromagnetik.

Daftar perlindungan tersebut penting karena perangkat ini dirancang untuk sering dipakai menempel langsung ke ponsel. Dengan bodi tipis dan pengisian nirkabel, aspek keamanan menjadi salah satu titik perhatian utama.

Harga dan posisi di pasar

PicoGo Air AM71 sudah diperkenalkan di China dengan harga sekitar 299 yuan. Nilai itu setara sekitar Rp 680 ribuan.

Sampai saat ini, harga untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Namun dengan kombinasi bodi ultra-tipis, pengisian cepat 22,5W, pengisian nirkabel magnetik 15W, dan NFC Battery Monitoring, Baseus menempatkan perangkat ini sebagai penantang serius di kelas powerbank magnetik premium.

Jika dilihat dari spesifikasinya, daya tarik utama produk ini bukan semata kapasitas baterai. Nilai jual terbesarnya justru terletak pada desain setipis kartu, fitur pemantauan berbasis NFC, dan pendekatan pendinginan yang dibuat khusus untuk bodi yang sangat ramping.

Source: inet.detik.com

Terkait