Killer Bean Resmi Masuk Steam, Roguelike Kacau Ini Dijual Mulai Rp175 Ribuan

Author: Qoo Media

Killer Bean akhirnya resmi hadir di Steam dalam format game, membawa semesta biji kopi pembunuh yang selama ini dikenal lewat film pendek dan layar lebar ke ranah roguelike shooter. Kehadirannya langsung menarik perhatian karena game ini digarap sebagai proyek solo oleh Jeff Lew, kreator di balik franchise tersebut.

Peluncurannya berlangsung dalam akses awal atau Early Access, sehingga game ini masih terus dikembangkan. Bagi penggemar lama, momentum ini menjadi momen penting karena Killer Bean kini bisa dimainkan langsung di PC dengan skala aksi yang jauh lebih interaktif.

Aksi kacau dengan misi yang selalu berubah

Game ini mengusung kampanye pemain tunggal dengan format story-driven roguelike shooter. Misi yang ditawarkan dibuat teracak, sehingga setiap sesi bermain terasa berbeda dan tidak bergantung pada level yang statis.

Jeff Lew juga menekankan kekacauan sebagai bagian utama dari pengalaman bermain. Pertempuran di dalam game dibuat fisik, dengan efek ragdoll yang kocak dan lawan yang datang lewat kendaraan, pesawat, sampai robot mecha raksasa.

Killer Bean sendiri dikisahkan sebagai biji kopi pembunuh bayaran yang dikhianati Shadow Agency. Premis itu menjadi dasar untuk misi balas dendam yang dibungkus dengan aksi tembak-menembak intens.

Empat faksi, bos, dan mode tambahan

Dunia game ini dipenuhi empat faksi yang menghalangi perjalanan pemain. Keempatnya adalah Bad Beans, Mercenaries, Pirate Commandos, dan Shadow Troops, masing-masing dengan gaya bertarung serta persenjataan berbeda.

Selain faksi utama, pemain juga akan menghadapi bos dan mini-bos. Kehadiran mereka membuat strategi harus terus disesuaikan karena tiap pertemuan bisa memberi tekanan yang berbeda.

Saat ingin keluar dari alur cerita utama, pemain bisa masuk ke mode The Party dan Battle Arena. Kedua mode itu disiapkan sebagai opsi tambahan bagi mereka yang ingin langsung mencari aksi tanpa mengikuti misi cerita.

Bisa dimainkan dari sudut pandang orang pertama atau ketiga

Salah satu fitur yang menonjol adalah pilihan perspektif bermain. Pemain bisa memilih sudut pandang orang pertama jika ingin tembak-menembak terasa lebih akurat, atau sudut pandang orang ketiga jika ingin melihat gerak akrobatik Killer Bean secara penuh.

Kebebasan memilih perspektif ini memberi ruang bagi gaya bermain yang berbeda. Fitur tersebut juga membuat game terasa lebih fleksibel untuk pemain yang punya preferensi kontrol dan tampilan yang tidak sama.

Proyek solo dengan dukungan komunitas

Yang membuat rilis ini menarik bukan hanya konsepnya, tetapi juga skala pengerjaannya. Jeff Lew menangani hampir semua aspek game ini sendirian.

Ia juga berkomitmen menjaga Killer Bean tetap berada di Early Access selama kurang lebih dua tahun ke depan. Selama periode itu, pembaruan konten besar ditargetkan hadir setiap dua bulan sekali.

Dukungan komunitas disebut akan memegang peran penting dalam perkembangan game. Sejumlah rencana yang sudah diungkap mencakup mode co-op, karakter baru bernama Jet Bean, dan misi tambahan.

Di Steam, game ini sudah mengumpulkan lebih dari 1.200 ulasan pengguna dengan respons positif sekitar 68 persen. Banyak pemain memuji potensinya, meski kontrolnya masih dinilai perlu dihaluskan.

Harga peluncuran dan akses Steam

Killer Bean dijual dengan harga spesial peluncuran USD 11,99 atau sekitar Rp175 ribuan. Game ini bisa dibeli langsung lewat Steam dan tidak disebut memiliki regional lock yang berarti.

Dengan status Early Access, pembeli tidak hanya mendapat akses bermain lebih awal. Mereka juga otomatis akan menerima pembaruan yang dirilis Jeff Lew selama proses pengembangan berlangsung.

Terbaru