Piala Dunia 2026 Bisa Membalik Duel MiniLED Samsung vs Hisense, Pembeli Justru Paling Untung

Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi momen penentu dalam persaingan TV MiniLED antara Samsung dan Hisense di Amerika Utara. Counterpoint Research menilai lonjakan belanja menjelang turnamen bisa mengubah peta pasar yang saat ini masih sangat ketat.

Pasar sudah mulai memanas sejak akhir April lewat berbagai promosi. Counterpoint juga memperkirakan Juni akan membawa kenaikan permintaan yang tajam, seiring penonton sepak bola berbondong-bondong memperbarui televisi mereka.

Persaingan dua merek ini memang sedang berada di titik menarik. Pada 2025, Hisense memimpin tipis pasar TV MiniLED Amerika Utara dengan pangsa 32%, hanya sedikit di atas Samsung yang mencatat 31%.

Namun keadaan berubah pada kuartal pertama 2026. Samsung melonjak ke 40%, sementara Hisense turun ke 27%, sehingga jarak keduanya terlihat jauh lebih jelas dibanding sebelumnya.

Momentum Piala Dunia bisa membalik keadaan

Menurut Counterpoint, kuartal kedua bisa kembali mengubah arah persaingan. Alasannya, Hisense biasanya meningkatkan pengiriman pada periode ini, dan tahun ini momentumnya bertemu langsung dengan dorongan permintaan dari Piala Dunia.

Kombinasi waktu itulah yang membuat turnamen ini dinilai sangat penting. Bila momentum berpihak pada Hisense, selisih dengan Samsung bisa menyusut cepat, tetapi bila tidak, Samsung justru dapat memperkuat cengkeramannya.

Faktor waktu menjadi kunci karena pasar TV sering bergerak mengikuti musim promosi dan agenda olahraga besar. Piala Dunia memberi alasan kuat bagi konsumen untuk naik kelas ke layar yang lebih besar atau teknologi tampilan yang lebih baru.

Hisense mengandalkan sponsor dan lini produk

Hisense mencoba memaksimalkan status sponsornya untuk mengerek penjualan. Perusahaan itu menyiapkan TV RGB MiniLED dan seri U7 agar sejalan dengan gelombang minat selama Piala Dunia berlangsung.

Strategi ini menempatkan Hisense pada posisi yang agresif di segmen yang lebih terjangkau. Fokusnya adalah membawa teknologi layar yang lebih baru ke rentang harga yang bisa menjangkau lebih banyak pembeli.

Pendekatan seperti ini penting karena turnamen besar tidak hanya mendorong minat pada model premium. Banyak konsumen justru mencari TV yang menawarkan pengalaman menonton olahraga lebih baik tanpa harus masuk ke kelas harga tertinggi.

Bagi Hisense, ini adalah peluang untuk mengubah perhatian publik menjadi transaksi nyata. Jika strategi produk dan momentum sponsor berjalan selaras, dorongan penjualan pada kuartal kedua dapat menjadi penyeimbang atas penurunan di awal tahun.

Samsung membalas dengan strategi menyeluruh

Samsung tidak tinggal diam saat rivalnya menekan lewat momen turnamen. Perusahaan ini menyiapkan strategi berlapis, dari model Micro RGB premium di posisi atas hingga opsi MiniLED yang lebih murah di bawahnya.

Samsung juga menambah nilai lewat sisi perangkat lunak. Fitur seperti AI Soccer Mode dan akses ke konten FIFA dipakai untuk memperkuat daya tarik, terutama bagi pembeli yang memang sedang mencari perangkat khusus untuk pengalaman menonton sepak bola.

Selain fitur, diskon besar juga menjadi bagian penting dari taktik Samsung. Dalam pasar yang sangat sensitif terhadap harga saat musim promosi, kombinasi merek kuat, produk berjenjang, dan potongan harga bisa menjadi alat pertahanan yang efektif.

Posisi Samsung pada kuartal pertama memberi modal kuat untuk menghadapi tekanan itu. Dengan pangsa 40%, perusahaan ini masuk ke periode Piala Dunia sebagai pemimpin yang harus dijatuhkan, bukan lagi pengejar.

Pasar TV memasuki fase paling menentukan

Counterpoint melihat panasnya persaingan ini bukan semata soal angka pangsa pasar saat ini. Yang dipertaruhkan adalah siapa yang paling mampu mengubah antusiasme olahraga global menjadi volume penjualan dalam waktu singkat.

Promosi yang sudah berjalan sejak akhir April menunjukkan bahwa pertempuran dimulai jauh sebelum puncak turnamen. Saat permintaan diperkirakan melonjak pada Juni, kekuatan distribusi, harga, fitur, dan pemasaran akan diuji bersamaan.

Bagi Hisense, kuartal kedua membuka kesempatan untuk membalik narasi setelah tertinggal di awal 2026. Bagi Samsung, periode yang sama menjadi peluang untuk membuktikan bahwa lonjakan kuartal pertama bukan sekadar dorongan sementara.

Di tengah duel itu, konsumen justru berada pada posisi yang diuntungkan. Banyaknya promosi, ragam pilihan MiniLED, serta penawaran fitur khusus olahraga membuat musim Piala Dunia menjadi salah satu periode paling kompetitif untuk membeli TV baru di Amerika Utara.

Source: sammyguru.com

Terkait