Biaya komponen ponsel kini bergeser ke arah yang tak banyak diduga. CEO Nothing, Carl Pei, mengungkap bahwa RAM dan penyimpanan sekarang justru menjadi bagian paling mahal dalam pembuatan smartphone, melampaui chipset.
Pernyataan itu penting karena datang saat banyak pembeli menunggu musim promo untuk mendapatkan harga lebih murah. Jika tren biaya komponen terus naik, potongan harga besar yang selama ini lazim bisa semakin sulit ditemukan.
Menurut Carl Pei dalam unggahannya di X pada 12 Juni, RAM dan storage kini bisa menyumbang lebih dari setengah total bill of materials sebuah ponsel. Artinya, porsi biaya memori sudah menjadi penentu utama harga perangkat, bukan lagi semata prosesor.
Pei menjelaskan bahwa untuk Nothing Phone (4a), biaya memori naik dua kali lipat sejak produk itu diputuskan untuk dibuat hingga akhirnya meluncur. Setelah perangkat tersebut masuk pasar, harga komponen memorinya disebut kembali naik dua kali lipat.
Lonjakan itu memaksa produsen membuat keputusan yang lebih sulit soal harga dan konfigurasi perangkat. Dampaknya tidak hanya terasa pada model premium, tetapi juga pada ponsel yang menyasar kelas harga lebih terjangkau.
Tekanan Pasokan dan Harga
Masalahnya bukan hanya kenaikan harga, tetapi juga keterbatasan pasokan. Pei menyebut pemasok sedang berada dalam tekanan, sehingga produsen ponsel tidak lagi bebas memesan komponen sesuai kebutuhan dan harus menghadapi kuota yang terbatas.
Dalam kondisi seperti itu, merek ponsel harus membayar harga premium untuk mendapatkan pasokan yang tersedia. Situasi ini membuat biaya produksi naik lebih jauh, bahkan sebelum produk sampai ke tangan konsumen.
Pei juga menyoroti bahwa sejak Februari, banyak ponsel baru meluncur dengan harga sekitar $100 lebih mahal dibanding pendahulunya. Jika biaya terus meningkat, ruang bagi merek untuk memberi diskon agresif akan semakin sempit.
Pengamat industri mendukung gambaran tersebut. Harga DRAM melonjak tajam pada 2026 karena dorongan permintaan dari ledakan AI, dan kenaikan ini menambah sekitar 10% hingga 30% atau lebih pada ongkos pembuatan smartphone, tergantung modelnya.
Kelas Menengah Paling Terdampak
Kenaikan biaya memori paling terasa pada segmen budget dan menengah. Di kelas ini, ruang margin produsen biasanya lebih tipis, sehingga lonjakan komponen lebih cepat memengaruhi harga jual akhir.
Namun, dampaknya tidak berhenti di sana. Beberapa perangkat premium juga disebut mengalami penyesuaian harga akibat tekanan biaya yang sama.
Nothing sendiri sudah merasakan efeknya secara langsung. Perusahaan itu menaikkan harga Nothing Phone (4a) dan Phone (4a) Pro di semua varian tidak lama setelah peluncurannya pada Maret.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan biaya bukan sekadar ancaman jangka pendek. Produsen tampaknya harus menata ulang strategi harga, spesifikasi, dan promosi agar tetap kompetitif di tengah komponen yang makin mahal.
Bukan Hanya Nothing
Fenomena ini tidak terbatas pada satu merek. Samsung, Xiaomi, Google, dan Nothing disebut sama-sama menghadapi tantangan serupa dalam mengelola biaya perangkat.
Bagi konsumen, perubahan ini bisa mengubah pola belanja yang selama ini bergantung pada momen diskon musiman. Jika harga dasar perangkat sudah naik dan margin makin ketat, peluang melihat pemangkasan harga besar saat promosi bisa berkurang.
Pei bahkan memberi saran yang cukup lugas bagi orang yang sedang mempertimbangkan upgrade ponsel. Menurutnya, waktu terbaik adalah kemarin, dan waktu terbaik kedua adalah sekarang.
Pernyataan itu menggambarkan ekspektasi bahwa menunda pembelian bisa membuat konsumen membayar lebih mahal di kemudian hari. Selain itu, penantian juga bisa berujung pada pilihan promo yang tidak semenarik sebelumnya.
Efek kenaikan komponen juga mulai terlihat di luar pasar smartphone. Sebuah Lenovo ThinkBook 16 dengan AMD Ryzen 5 7535HS terlihat dibanderol hampir dua kali lipat dibanding Januari 2026, menunjukkan bahwa tekanan biaya memori dan pasokan ikut merembet ke perangkat lain.
Di tengah kondisi ini, pesan utamanya makin jelas bagi pasar ponsel. Saat RAM dan storage menjadi komponen termahal, arah harga smartphone pun ikut berubah, dan konsumen kemungkinan harus menyesuaikan ekspektasi terhadap promo besar dalam waktu dekat.
Source: www.gizmochina.com






