Harga laptop baru di pertengahan 2026 kian sulit didekati banyak pengguna. Di saat yang sama, pasar tablet justru ramai karena banyak orang mulai mencari perangkat yang lebih terjangkau untuk kerja ringan, kuliah, dan hiburan.
Perubahan ini membuat tablet kembali dilirik sebagai pengganti laptop, terutama di kelas harga mulai Rp3 jutaan. Untuk kebutuhan produktivitas harian, menonton, dan sebagian pekerjaan mobile, sejumlah model kini menawarkan layar besar, baterai awet, dan dukungan aksesori yang bisa mengubahnya jadi perangkat kerja yang lebih fleksibel.
Tablet murah mulai Rp3 jutaan masih menarik
Di kelas entry-level, Redmi Pad 2 menjadi opsi yang menonjol dengan harga sekitar Rp3,2 juta. Tablet ini membawa layar 11 inci IPS beresolusi 2.5K dan refresh rate 90Hz, plus baterai 9.000 mAh yang besar untuk pemakaian panjang.
Perangkat ini cocok untuk konsumsi media, streaming, dan kuliah kasual. Namun, performanya tidak ditujukan untuk gaming berat, sehingga target utamanya tetap pengguna yang butuh perangkat santai namun nyaman dipakai harian.
Masih di rentang harga serupa, Lenovo Legion Tab dibanderol sekitar Rp3,8 juta. Tablet ringkas 8,8 inci ini memakai Snapdragon 8+ Gen 1 dan layar 144Hz dengan resolusi QHD+, dukungan Dolby Vision, serta HDR10.
Kombinasi tersebut membuatnya lebih menarik untuk gamer yang ingin perangkat bertenaga dan mudah digenggam. Lenovo Legion Tab juga disebut cocok untuk emulator berat, sehingga masuk kategori tablet kecil dengan tenaga besar.
Kelas menengah jadi titik paling seimbang
Di kelas Rp4 juta sampai Rp7,5 juta, Xiaomi Pad 7 dan Pad 8 masuk daftar yang paling menonjol dengan harga mulai Rp5,5 jutaan. Pad 8 dibekali Snapdragon 8s Gen 4, layar 11,2 inci 3.2K dengan refresh rate 144Hz, audio quad speakers Dolby Atmos, dan baterai hingga 9.200 mAh.
Tablet ini juga langsung memakai Android 16 dari pabrik. Dengan dukungan keyboard dan stylus yang dijual terpisah, perangkat ini diposisikan sebagai salah satu kandidat kuat untuk pengalaman mirip laptop di ekosistem Android.
Di kelas yang sama, iPad 11 ditawarkan sekitar Rp6,6 juta. Tablet ini mengandalkan chip A16 Bionic dan unggul dalam ekosistem aplikasi profesional yang dinilai lebih matang dibanding Android.
Namun ada kompromi yang perlu dicatat. Layarnya masih 60Hz dan varian termurah hanya memiliki memori 128GB, sehingga calon pembeli perlu menyesuaikan dengan kebutuhan ruang simpan dan kenyamanan layar.
Pilihan flagship untuk pengganti laptop total
Untuk pengguna yang ingin tablet benar-benar menggantikan laptop, OnePlus Pad 4 berada di kelas flagship dengan harga sekitar Rp11 juta. Tablet ini memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5, layar 13,2 inci 3.4K dengan kecerahan 1.000 nits, dan baterai besar 13.380 mAh.
OnePlus juga menyematkan pengisian cepat 80W serta delapan speaker yang terdiri dari empat woofer dan empat tweeter. Kombinasi itu membuatnya sangat direkomendasikan untuk pengguna yang ingin satu perangkat utama untuk kerja dan hiburan.
Di atasnya, ada iPad Air M4 dan iPad Pro M5 di kelas ultra-flagship. iPad Pro M5 disebut berada di puncak teknologi tablet saat ini berkat layar Ultra Retina XDR Tandem OLED dan performa yang setara komputer desktop dengan arsitektur chip 3nm.
Batas budget tetap jadi kunci
Bagi pembeli yang benar-benar mengejar fungsi pengganti laptop, batas budget disarankan maksimal di Rp11-12 jutaan. Di atas itu, MacBook Air dinilai jauh lebih disarankan untuk produktivitas yang lebih fleksibel.
Karena itu, tablet kini bukan lagi sekadar perangkat konsumsi konten. Di kelas harga yang tepat, sejumlah model sudah cukup kuat untuk kuliah, kerja ringan, hingga aktivitas harian tanpa harus langsung membeli laptop baru.
