Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Lolos Sertifikasi, Bocoran Kameranya Terlihat Makin Ganas

Sertifikasi BIS untuk Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra mulai memicu perhatian karena menjadi tanda penting bahwa ponsel lipat premium ini telah memenuhi standar untuk dipasarkan di India. Informasi ini pertama kali diangkat oleh data miner Sanju Choudhary lewat unggahan di X.

Bagi pasar perangkat flagship, langkah ini penting karena sering dibaca sebagai sinyal bahwa produk makin dekat ke fase peluncuran dan distribusi regional. Galaxy Z Fold 8 Ultra juga menarik karena bocoran spesifikasinya mengarah ke kombinasi layar besar, chipset kelas atas, dan kamera beresolusi tinggi.

BIS sendiri merupakan singkatan dari Bureau of Indian Standards. Sertifikasi dari lembaga ini menandakan perangkat telah memenuhi standar keselamatan, kualitas, dan keandalan yang berlaku di India.

Kehadiran Galaxy Z Fold 8 Ultra di basis sertifikasi itu tidak otomatis mengungkap seluruh detail resmi. Namun, kemunculannya memperkuat rangkaian bocoran sebelumnya yang menyebut perangkat ini sedang disiapkan sebagai model lipat premium Samsung berikutnya.

Arah peluncuran mulai terlihat

Menurut bocoran Sanju Choudhary yang lebih awal, Samsung disebut menyiapkan peluncuran Galaxy Z Fold 8 Ultra pada 22 Juli 2026 dalam ajang Galaxy Unpacked di London. Meski begitu, ketersediaannya di pasar India disebut baru bisa terjadi pada Agustus 2026.

Jadwal tersebut masih berasal dari bocoran, sehingga posisinya belum final sampai Samsung memberi pengumuman resmi. Namun, sertifikasi BIS membuat spekulasi soal peluncuran global dan masuknya perangkat ini ke India menjadi semakin kuat.

Selain jadwal, bocoran juga menyebut perangkat ini akan memakai bodi aluminium premium dengan panel belakang kaca. Detail itu menempatkan Galaxy Z Fold 8 Ultra sebagai perangkat yang tetap mengedepankan material kelas atas, sejalan dengan posisi seri Fold di lini premium Samsung.

Layar besar jadi daya tarik utama

Salah satu poin paling menonjol dari Galaxy Z Fold 8 Ultra adalah ukuran layarnya. Saat dilipat, perangkat ini disebut membawa layar 6,5 inci, lalu berubah menjadi layar 8 inci saat dibuka penuh.

Kedua layar itu dikabarkan mendukung refresh rate 120 Hz. Dukungan ini biasanya ditujukan untuk menghadirkan animasi yang lebih mulus dan pengalaman menggulir yang lebih lancar.

Bocoran Sanju Choudhary juga menyebut penggunaan panel M14 untuk layar 6,5 inci dan panel M13 untuk layar 8 inci. Jika informasi ini akurat, Samsung tampaknya tetap menjaga fokus pada pengalaman layar besar yang menjadi nilai jual utama seri Fold.

Ukuran 8 inci saat dibuka menempatkan perangkat ini dekat dengan pengalaman tablet mini. Ini memberi konteks mengapa Galaxy Z Fold 8 Ultra diposisikan bukan sekadar ponsel lipat biasa, melainkan perangkat produktivitas sekaligus hiburan.

Chipset flagship dan fokus performa

Untuk dapur pacu, Galaxy Z Fold 8 Ultra dirumorkan memakai Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini disebut sebagai SoC flagship premium yang dibangun dengan proses 3nm dari TSMC.

Rancangannya juga dikatakan memakai custom Oryon Gen 3 CPU cores dengan kecepatan hingga 4,74 GHz. Di sisi grafis, Adreno GPU disebut mendukung ray-tracing, sementara Qualcomm Hexagon NPU disiapkan untuk meningkatkan performa AI.

Kombinasi itu memberi gambaran bahwa Samsung menargetkan performa papan atas untuk perangkat ini. Bagi ponsel lipat, aspek ini penting karena form factor besar biasanya diharapkan mampu menangani multitasking, konsumsi media, dan beban kerja berat dengan stabil.

Belum ada detail tambahan yang lebih jauh soal konfigurasi memori atau penyimpanan. Namun, pemilihan chipset kelas tertinggi sudah cukup menunjukkan arah perangkat ini sebagai model ultra-premium.

Kamera 200 MP dan baterai besar

Di sektor kamera, Galaxy Z Fold 8 Ultra disebut akan membawa kamera utama 200 MP. Samsung juga dirumorkan menambahkan kamera ultrawide 50 MP dan kamera telefoto 10 MP dengan zoom optik 3x.

Untuk kebutuhan swafoto, perangkat ini dikabarkan memiliki kamera depan 10 MP di layar penutup dan kamera 10 MP lain di bagian dalam. Susunan ini menunjukkan Samsung diduga ingin menjaga fleksibilitas penggunaan kamera baik saat perangkat dilipat maupun dibuka.

Jika bocoran ini benar, konfigurasi kameranya menjadi salah satu peningkatan yang paling menonjol. Kamera utama 200 MP akan menempatkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dalam persaingan serius di segmen flagship foldable yang makin menuntut kualitas fotografi setara ponsel non-lipat premium.

Di bagian daya, perangkat ini disebut membawa baterai 5.000 mAh. Pengisian dayanya dirumorkan mendukung 45 W wired charging dan 25W wireless charging.

Kapasitas tersebut penting mengingat perangkat lipat dengan layar besar umumnya membutuhkan daya yang lebih besar untuk penggunaan harian. Dukungan pengisian kabel dan nirkabel juga menegaskan bahwa Samsung tetap mempertahankan fitur premium yang diharapkan pada kelas ini.

Secara keseluruhan, sertifikasi BIS menjadi perkembangan penting bagi Galaxy Z Fold 8 Ultra karena membuka petunjuk baru soal kesiapan perangkat untuk pasar India. Dengan layar 8 inci, chipset Snapdragon kelas atas, kamera utama 200 MP, dan baterai 5.000 mAh, perangkat ini kini mulai membentuk profil yang jelas sebagai ponsel lipat flagship Samsung berikutnya.

Source: tech.sportskeeda.com

Terkait