Piala Dunia Di Genggaman Ponsel, Warga China Berpindah Dari TV Ke Layar Digital

Warga China kini menikmati Piala Dunia 2026 dengan cara yang jauh berbeda dari masa lalu. Jika dulu televisi menjadi layar utama, kini ponsel pintar dan platform digital mengambil alih kebiasaan menonton banyak penggemar sepak bola di negara tersebut.

Perubahan ini terlihat dari meningkatnya konsumsi konten digital di China serta kuatnya minat publik terhadap sepak bola, meski tim nasional China belum kembali tampil di Piala Dunia sejak 2002. Bagi banyak penonton, akses lewat aplikasi terasa lebih praktis, terutama saat jadwal pertandingan tidak selalu ramah untuk ditonton secara langsung di luar rumah.

Ponsel pintar jadi layar utama

Di Beijing, Faye Jin menggambarkan perubahan itu secara sederhana. Ia mengatakan sebagian besar pertandingan kini ia tonton lewat ponsel pintar, sementara televisi di rumah hampir tidak digunakan untuk menonton laga.

Kebiasaan serupa juga tampak di banyak rumah tangga perkotaan. Akses mobile membuat penonton bisa mengikuti pertandingan tanpa harus bergantung pada televisi konvensional atau datang ke lokasi nonton bareng.

Platform digital rebut perhatian penonton

Tahun ini, Xiaohongshu atau Little Red Book mendapat hak siar Piala Dunia secara gratis untuk seluruh penggunanya. Platform itu juga menjalin kerja sama strategis dengan China Media Group, perusahaan media milik pemerintah yang mengelola CCTV.

Melalui aplikasi CCTV dan Xiaohongshu, pengguna dapat menonton pertandingan secara langsung lewat perangkat mobile. Pola ini memperkuat posisi platform digital sebagai pintu utama bagi penonton yang ingin mengakses laga dengan cepat dan fleksibel.

Nonton dari rumah lebih dipilih

Pantauan di Beijing menunjukkan minat menonton di bar tidak setinggi edisi sebelumnya. Banyak penggemar memilih mengikuti pertandingan dari rumah melalui internet, salah satunya karena waktu kick-off yang kurang bersahabat.

Sejumlah laga berlangsung pada tengah malam atau pagi hari waktu China, sehingga menonton di luar rumah dinilai kurang praktis. Xu Wang, pekerja di Absolut Bar di kawasan wisata Beijing, mengatakan banyak teman-temannya memilih menonton sendiri di rumah karena sulit menemukan tempat berkumpul pada jam seperti itu.

Video pendek ikut membentuk kebiasaan

Perubahan cara menonton sebenarnya sudah terlihat sejak Piala Dunia 2022. Data FIFA mencatat China menyumbang hampir setengah dari total jam tayang global yang berasal dari platform digital dan media sosial pada turnamen tersebut.

Pergeseran ini juga didorong oleh penetrasi jaringan 5G yang pesat serta biaya paket data yang relatif terjangkau. Menurut data QuestMobile, masyarakat China menghabiskan sekitar 40% waktu penggunaan ponsel harian mereka untuk menonton video, terutama lewat aplikasi video pendek seperti Douyin.

Quan Zhao, penggemar sepak bola lainnya, mengaku lebih sering mengikuti perkembangan turnamen melalui video pendek dan ringkasan di media sosial. Ia mengatakan biasanya memantau pertandingan lewat Douyin dan baru berencana menonton penuh pada fase-fase akhir turnamen.

Persaingan platform makin ketat

Douyin tetap agresif memanfaatkan momentum Piala Dunia meski pada edisi 2022 hak siar digital dipegang platform tersebut. Tahun ini, aplikasi itu menghadirkan komentator sepak bola populer, kreator konten, hingga efek artificial intelligence bertema Piala Dunia untuk menarik perhatian pengguna.

Data QuestMobile menunjukkan Douyin memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan. Sementara itu, Xiaohongshu tercatat memiliki sekitar 245,3 juta pengguna aktif bulanan hingga Maret 2026.

Di luar pasar domestik, perusahaan teknologi China juga melihat ajang ini sebagai peluang bisnis internasional. Tencent Cloud menyebut dua pertiga platform resmi penyiaran Piala Dunia di kawasan Asia Pasifik menggunakan layanan komputasi awan miliknya.

Perusahaan itu mendukung siaran pertandingan di 16 wilayah, termasuk Singapura, Uni Emirat Arab, hingga Argentina, dan menyebut cakupan tersebut sebagai yang terbesar yang pernah ditangani penyedia layanan cloud asal China dalam ajang Piala Dunia.

Source: www.beritasatu.com

Terkait