Fitur yang paling mencuri perhatian dari JBL BandBox Trio justru bukan fungsi amplifier gitarnya. Speaker ini bisa mengubah lagu biasa menjadi versi karaoke dalam hitungan detik lewat teknologi Stem AI yang memisahkan vokal dan instrumen secara real-time.
Daya tarik itu membuat BandBox Trio terasa relevan bukan hanya untuk musisi, tetapi juga pengguna rumahan. Saat lagu diputar seperti biasa, suara penyanyi dapat dikurangi hingga hampir hilang, sementara musik pengiring tetap terdengar penuh.
Bagi banyak pengguna, proses karaoke di rumah biasanya dimulai dengan mencari video karaoke atau lagu minus one lebih dulu. Cara itu mudah untuk lagu populer, tetapi sering merepotkan saat lagu yang dicari masih baru atau tidak terlalu terkenal.
BandBox Trio menawarkan pendekatan yang lebih praktis. Pengguna cukup memutar lagu, lalu mengaktifkan Stem AI langsung dari tombol di bagian atas speaker untuk mulai memisahkan elemen audio.
Stem AI jadi pembeda utama
Cara kerja fitur ini tergolong sederhana dari sisi pengguna. Setelah tombol Stem AI ditekan, pengguna bisa memutar tuas yang sesuai dengan opsi “Vocal” di layar ke kiri untuk mengurangi suara penyanyi.
Efeknya tidak selalu identik dengan rekaman minus one profesional. Pada beberapa lagu masih terdengar sedikit sisa vokal di latar belakang, tetapi hasilnya secara umum sudah cukup untuk menghadirkan pengalaman karaoke yang menyenangkan.
Seluruh proses dilakukan langsung di perangkat. Pengguna tidak perlu memasang aplikasi tambahan, tidak perlu mengunggah lagu ke layanan cloud, dan tidak perlu menunggu lama sebelum hasil pemrosesan muncul.
Ada sedikit jeda sekitar satu detik karena sistem perlu memproses audio lebih dulu. Meski begitu, perpindahan dari lagu biasa ke versi karaoke tetap terasa hampir seketika saat digunakan.
Bisa pisahkan lebih dari sekadar vokal
Menurut JBL, teknologi AI di BandBox Trio tidak hanya bisa menangani vokal. Sistem ini juga dapat memisahkan gitar, bass, hingga drum, sehingga pengguna dapat memilih bagian mana yang ingin ditonjolkan atau dikurangi.
Kemampuan itu memberi fungsi ganda pada perangkat ini. Untuk musisi, fitur tersebut berguna untuk latihan karena bagian gitar bisa dihilangkan untuk dimainkan sendiri atau instrumen tertentu bisa diisolasi untuk dipelajari.
Untuk pengguna umum, manfaatnya berbeda tetapi tetap menarik. Lagu favorit dapat diubah menjadi backing track karaoke tanpa harus mencari versi khusus, atau dipakai untuk mendengarkan detail instrumen yang biasanya tenggelam di balik vokal.
Konsep seperti ini memang mengingatkan pada aplikasi pemisah instrumen berbasis AI di komputer dan smartphone. Bedanya, BandBox Trio menjalankan semua proses itu langsung dari speaker.
Bukan sekadar speaker karaoke
Meski fitur karaoke berbasis AI menjadi sorotan, JBL merancang BandBox Trio untuk kebutuhan musisi. Perangkat ini berfungsi sebagai amplifier gitar dengan berbagai model amplifier virtual dan efek pedal bawaan.
Pengguna cukup menghubungkan gitar ke perangkat untuk mulai berlatih atau bermain musik. JBL juga membekali perangkat ini dengan mixer empat kanal yang memungkinkan beberapa sumber audio dipakai secara bersamaan.
Sumber seperti drum, gitar, bass, dan vokal dapat masuk dalam satu sistem. Dukungan perekaman melalui USB juga tersedia untuk merekam sesi latihan atau ide musik.
Dengan kombinasi itu, BandBox Trio menggabungkan beberapa peran dalam satu perangkat. Fungsinya mencakup speaker, amplifier, mixer, hingga perekam audio.
Spesifikasi dan karakter suara
Dari sisi audio, BandBox Trio dibekali satu woofer 6,5 inci dan dua tweeter 25 mm. Daya keluarannya mencapai 135 watt RMS dan speaker ini mendukung konektivitas Bluetooth 5.4 untuk pemutaran musik nirkabel.
Perangkat ini juga membawa baterai 68 Wh. JBL mengklaim daya tahannya bisa mencapai 10 jam pemutaran musik, tergantung volume dan jenis konten yang diputar.
Karakter suaranya digambarkan bertenaga dengan vokal yang jelas dan bass yang cukup terasa. Karakter ini penting karena musik pengiring tetap perlu terdengar utuh saat fitur pemisah vokal sedang aktif.
Desain, isi kemasan, dan harga
Secara fisik, BandBox Trio tampil seperti speaker portabel berukuran besar. Bobotnya sekitar 6,65 kilogram, sehingga terasa lebih berat dibanding speaker portabel biasa, tetapi masih memungkinkan untuk dipindahkan antar-ruangan.
Desainnya memakai bahasa desain khas JBL dengan dominasi warna hitam dan bodi yang terlihat kokoh. Dudukan serta ujung speaker dilapisi karet untuk membantu melindungi perangkat dari benturan.
Bagian depan dipenuhi grille dengan logo JBL. Sementara itu, tombol, kenop, tuas fisik, dan layar ditempatkan di bagian atas agar pengaturan lebih mudah dijangkau.
Saat pertama kali dinyalakan, proses penyambungan ke smartphone melalui Bluetooth berlangsung cepat. Di dalam kotak penjualan, JBL menyertakan unit BandBox Trio, Quick Start Guide, dokumen keselamatan, kartu garansi, dan kabel daya dengan kepala yang berbeda-beda.
JBL membanderol BandBox Trio dengan harga Rp 9 juta di Indonesia. Dengan kombinasi fungsi musik dan AI seperti ini, perangkat tersebut menempatkan fitur karaoke instan sebagai salah satu nilai jual yang paling mudah dipahami banyak pengguna.
