JBL BandBox Trio menonjol bukan hanya karena statusnya sebagai amplifier dan speaker latihan, tetapi juga karena membawa fitur AI yang jarang ditemui di perangkat sekelasnya. Dengan banderol Rp 9.000.000, perangkat ini menyasar musisi sekaligus pengguna rumahan yang ingin pengalaman karaoke atau latihan musik yang lebih praktis.
Di atas kertas, JBL membekalinya dengan karakter yang cukup lengkap untuk kebutuhan latihan serius maupun hiburan. Kombinasi woofer 6,5 inci, dua tweeter 25 mm, dan daya keluaran 135 watt RMS membuat perangkat ini tidak sekadar speaker portabel biasa.
Desain yang praktis, tetapi tetap terasa besar
Secara fisik, BandBox Trio tampil kokoh dengan dominasi warna hitam dan bobot sekitar 6,65 kilogram. Ukurannya memang lebih besar dari varian standar, namun perangkat ini masih bisa dipindahkan antar-ruangan dengan relatif mudah.
JBL juga memberi perlindungan tambahan pada bagian sudut dan dudukannya melalui lapisan karet. Di bagian atas, ada layar, tombol, dan kenop fisik yang memudahkan pengoperasian tanpa harus bergantung penuh pada aplikasi.
Isi paket penjualannya dibuat sederhana. Di dalam boks hanya ada unit speaker, Quick Start Guide, dokumen keselamatan, kartu garansi, dan kabel daya dengan berbagai jenis kepala.
Stem AI jadi fitur paling menonjol
Daya tarik utama perangkat ini ada pada Stem AI yang dapat memisahkan elemen vokal dan instrumen secara langsung dari perangkat. Fitur ini bekerja tanpa aplikasi tambahan dan tanpa komputasi awan, sehingga prosesnya terasa cepat dan praktis.
Dalam penggunaan, pengguna cukup menekan tombol di bagian atas lalu memutar tuas vokal ke arah kiri. Suara penyanyi dapat direduksi hingga hampir hilang dalam waktu seketika, dengan jeda pemrosesan sekitar 1 detik.
Hasil pemisahan itu tidak selalu sempurna di semua lagu. Namun, kualitas suaranya tetap dinilai bertenaga, dengan vokal yang jernih dan bass yang tetap terasa penuh saat fitur pemisah vokal aktif.
Lebih dari sekadar speaker latihan
BandBox Trio juga dirancang untuk kebutuhan musisi yang lebih spesifik. Perangkat ini berfungsi sebagai amplifier gitar virtual, dilengkapi efek pedal bawaan, dan mendukung mixer empat kanal.
Beberapa sumber audio seperti drum, gitar, bass, dan vokal dapat dihubungkan secara bersamaan melalui port yang tersedia. Ada pula multi-port input audio yang membuatnya lebih fleksibel untuk sesi latihan atau bermain musik bersama.
Untuk konektivitas nirkabel, perangkat ini memakai Bluetooth 5.4. Sambungannya ke ponsel pintar disebut cepat dan responsif saat pertama kali diaktifkan.
Baterai dan fungsi perekaman
JBL membekali BandBox Trio dengan baterai 68 Wh. Daya tahan pakainya mencapai hingga 10 jam, meski hasil akhirnya tetap bergantung pada volume dan konten yang diputar.
Di sisi lain, perangkat ini juga menyediakan USB perekaman untuk menyimpan sesi latihan musik. Fitur ini memperkuat posisinya sebagai alat kerja yang tidak hanya memutar audio, tetapi juga mendukung kebutuhan dokumentasi latihan.
Dari sisi paket fitur, BandBox Trio memang terasa serbaguna. Perangkat ini menggabungkan speaker, amplifier, mixer, dan perekam audio dalam satu perangkat portabel.
Harga tinggi dengan fungsi yang menyasar segmen jelas
Dengan harga Rp 9.000.000, JBL BandBox Trio masuk ke kategori produk yang tidak murah. Bobotnya yang cukup berat dan isi paket yang sederhana juga bisa menjadi pertimbangan bagi calon pengguna.
Namun, untuk musisi yang membutuhkan alat latihan praktis atau pengguna rumahan yang menginginkan pengalaman karaoke instan, kombinasi Stem AI dan tenaga audio 135 watt RMS membuat perangkat ini tampil berbeda. JBL BandBox Trio menawarkan pendekatan yang cukup unik di antara speaker latihan portabel, terutama karena fungsi AI-nya hadir langsung di perangkat tanpa bantuan sistem tambahan.







