Kenaikan harga RAM dan penyimpanan kini disebut menjadi tekanan terbesar dalam biaya produksi ponsel. CEO Nothing Carl Pei mengungkap, biaya memori saat ini bahkan sudah melampaui chipset yang selama ini kerap dianggap sebagai komponen paling penting dalam sebuah smartphone.
Menurut Pei, RAM dan storage sekarang bisa menyumbang lebih dari 50 persen total biaya material atau bill of materials sebuah ponsel. Pernyataan itu menandai perubahan besar dalam struktur ongkos produksi perangkat mobile.
Pei menyampaikan bahwa lonjakan harga memori terjadi sangat cepat dalam beberapa bulan terakhir. Saat Nothing mengembangkan Nothing Phone (4a), biaya komponen memori disebut sudah naik dua kali lipat.
Setelah peluncuran perangkat itu, harga komponen memori kembali meningkat hingga dua kali lipat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan biaya tidak berhenti pada tahap pengembangan, tetapi terus berlanjut saat produk sudah masuk pasar.
Memori Kini Jadi Sumber Kenaikan Harga HP
Carl Pei mengatakan dampaknya sudah mulai terasa langsung pada harga jual smartphone baru. Sejak Februari 2026, banyak ponsel dirilis dengan banderol sekitar 100 dollar AS lebih mahal dibanding generasi sebelumnya.
Nothing termasuk vendor yang sudah melakukan penyesuaian harga. Pei juga memperkirakan tren kenaikan harga smartphone masih akan berlanjut bila biaya memori terus menanjak.
Kenaikan harga ini bukan hanya penilaian dari satu perusahaan. Sejumlah pengamat industri juga mencatat bahwa harga DRAM mengalami kenaikan tajam sepanjang 2026.
Ledakan permintaan chip memori dari industri kecerdasan buatan disebut menjadi pemicu utamanya. Ketika kebutuhan AI melonjak, pasokan memori menjadi lebih terbatas untuk industri lain, termasuk smartphone.
Produsen Ponsel Berebut Pasokan
Dalam situasi itu, vendor ponsel tidak lagi leluasa membeli komponen sesuai kebutuhan. Produsen harus bersaing mendapatkan alokasi pasokan dari pemasok memori yang tersedia.
Akibat persaingan tersebut, harga beli komponen ikut terdorong naik. Vendor pada akhirnya harus membayar lebih mahal demi mengamankan RAM dan storage untuk produksi perangkat baru.
Tekanan ini kemudian merambat ke biaya produksi keseluruhan. Kenaikan harga DRAM disebut menambah ongkos produksi smartphone sekitar 10 hingga 30 persen, bergantung pada spesifikasi perangkat.
Dampaknya bisa berbeda pada tiap model. Ponsel dengan konfigurasi RAM dan penyimpanan lebih besar berpotensi menerima tekanan biaya yang lebih tinggi karena porsi memori dalam struktur komponennya juga makin besar.
Chipset Bukan Lagi Komponen Termahal
Pernyataan Pei menarik perhatian karena selama ini chipset sering ditempatkan sebagai komponen paling mahal dan paling menentukan harga perangkat. Namun, struktur biaya terbaru menunjukkan bahwa memori kini mengambil peran lebih dominan dalam ongkos material.
Perubahan ini juga memberi gambaran soal arah industri semikonduktor saat ini. Ketika permintaan dari sektor AI melonjak, rantai pasok untuk produk konsumen seperti ponsel ikut terkena imbas.
Bagi produsen, kondisi tersebut membuat strategi penentuan harga menjadi lebih rumit. Mereka harus menyeimbangkan kenaikan biaya komponen dengan daya beli pasar yang tetap sensitif terhadap harga akhir perangkat.
Bagi konsumen, situasinya berarti pilihan upgrade ponsel bisa menjadi lebih mahal dibanding sebelumnya. Terutama jika perangkat baru menawarkan kapasitas RAM dan storage yang lebih tinggi.
Saran Carl Pei untuk Konsumen
Melihat tren itu, Pei menyarankan konsumen yang berencana mengganti ponsel agar tidak menunda pembelian terlalu lama. Menurut dia, menunggu lebih lama bisa membuat pembeli menghadapi harga yang lebih tinggi.
Ia juga menilai konsumen berisiko kehilangan berbagai program diskon yang sebelumnya umum ditawarkan produsen maupun peritel. Dalam kondisi biaya komponen terus naik, ruang untuk promosi agresif bisa ikut menyempit.
Pernyataan tersebut sekaligus memberi sinyal bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Selama permintaan memori untuk AI tetap tinggi dan pasokan ketat, produsen ponsel diperkirakan masih menghadapi biaya produksi yang berat.
Artinya, kenaikan harga smartphone ke depan bukan semata dipengaruhi chipset atau desain baru. Komponen yang paling menentukan kini justru RAM dan storage, dua elemen yang selama ini sering dianggap hanya pelengkap spesifikasi di lembar pemasaran.
Source: tekno.kompas.com






