Samsung menyiapkan peningkatan besar pada sistem peringatan risiko aplikasi phishing di One UI 9. Fokus utamanya bukan lagi sekadar mencegah pemasangan aplikasi berbahaya, tetapi juga memblokir aplikasi yang sudah telanjur terpasang agar tidak bisa dijalankan saat teridentifikasi sebagai ancaman.
Langkah ini menutup celah penting yang selama ini masih tersisa di perangkat Galaxy. Jika sebuah aplikasi lolos masuk sebelum sistem mengenalinya sebagai ancaman, Samsung kini ingin memastikan aplikasi itu tetap tidak dapat digunakan.
Pemblokiran Aplikasi yang Sudah Terpasang
Samsung menyatakan kemampuan baru ini akan hadir dalam Phishing App Risk Alert versi yang ditingkatkan. Sistem tersebut akan melampaui fungsi lama yang hanya memblokir instalasi aplikasi phishing.
Dengan pembaruan ini, aplikasi yang sudah terinstal dapat dicegah untuk berjalan jika kemudian dikenali sebagai aplikasi berbahaya. Pendekatan ini penting karena ancaman tidak selalu terdeteksi tepat saat proses instalasi.
Samsung sebelumnya sudah menghadirkan perlindungan terhadap aplikasi phishing di perangkat Galaxy yang menjalankan One UI 6.1 dan versi lebih baru. Perlindungan itu dirancang untuk mencegah pemasangan aplikasi yang mencuri informasi pribadi, kredensial keuangan, dan data sensitif lainnya.
Dalam sistem tersebut, Samsung bekerja sama dengan National Police Agency. Lembaga itu menyediakan informasi mengenai aplikasi yang terkait dengan penipuan.
Cara Kerja Sistem Baru
Pada versi yang ditingkatkan, sistem akan memeriksa data reputasi Galaxy Store saat pengguna memasang aplikasi. Pemeriksaan ini dipakai untuk mengenali aplikasi yang berpotensi tergolong phishing.
Jika sistem menemukan aplikasi berbahaya, aplikasi tersebut akan langsung diblokir agar tidak bisa berjalan. Artinya, perlindungan tidak berhenti di tahap pemasangan, tetapi berlanjut pada tahap eksekusi aplikasi.
Samsung juga menambahkan lapisan peringatan yang terkait dengan pola penipuan tertentu. Pengguna akan diberi alert untuk aplikasi yang dipasang tidak lama setelah panggilan voice phishing yang dicurigai atau melalui akses jarak jauh.
Jika pengguna mencoba membuka aplikasi semacam itu, sistem akan menyarankan penghapusan aplikasi. Mekanisme ini menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya mengandalkan daftar ancaman, tetapi juga memperhatikan konteks pemasangan aplikasi.
Mengapa Fitur Ini Penting
Aplikasi phishing menjadi ancaman serius karena kerap menyamar sebagai layanan yang tampak normal. Setelah dibuka, aplikasi itu bisa dipakai untuk mencuri data pribadi atau informasi keuangan pengguna.
Risiko bertambah ketika aplikasi dipasang lewat skenario rekayasa sosial, termasuk setelah panggilan penipuan atau saat pelaku memperoleh akses jarak jauh ke perangkat korban. Dalam situasi seperti ini, pengguna sering tidak sadar bahwa aplikasi yang dipasang justru menjadi pintu masuk kejahatan.
Karena itu, kemampuan untuk memblokir aplikasi yang sudah terpasang menjadi lapisan perlindungan tambahan yang krusial. Fitur ini memberi peluang bagi sistem untuk bertindak meski ancaman baru dikenali setelah aplikasi lebih dulu masuk ke perangkat.
Jadwal Kehadiran di One UI 9
Samsung mengatakan sistem Phishing App Risk Alert yang telah ditingkatkan akan dikirim bersama One UI 9 pada smartphone baru di paruh kedua 2026. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa ponsel lipat Galaxy generasi berikutnya berpotensi menjadi perangkat pertama yang membawanya.
Perangkat foldable Galaxy yang diperkirakan meluncur pada 22 Juli disebut berpeluang menjadi lini awal yang menerima sistem keamanan baru tersebut. Setelah itu, fitur yang sama kemungkinan akan dibawa ke perangkat Galaxy lain yang memenuhi syarat melalui pembaruan One UI 9.
Informasi ini menempatkan keamanan sebagai salah satu elemen penting di pembaruan antarmuka Samsung berikutnya. Alih-alih hanya menambah fitur visual atau kenyamanan penggunaan, Samsung juga memperkuat perlindungan langsung terhadap modus penipuan digital yang terus berkembang.
Bagi pengguna Galaxy, perubahan ini berarti sistem keamanan akan bekerja lebih aktif ketika mendeteksi aplikasi mencurigakan yang sudah telanjur berada di perangkat. Dalam praktiknya, perlindungan semacam ini bisa menjadi penahan terakhir sebelum aplikasi berbahaya sempat dijalankan dan mengakses data sensitif.
Source: sammyguru.com






