Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya akan menampilkan 48 negara peserta di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ajang ini juga menjadi panggung bagi teknologi siaran yang membuat momen gol bisa muncul ke layar stadion, fan zone, ruang media, dan perangkat digital hanya dalam waktu kurang dari lima detik.
Inovasi itu datang dari Lenovo sebagai Mitra Teknologi Resmi FIFA. Perusahaan tersebut membangun platform infrastruktur berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung distribusi video berlatensi sangat rendah atau ultra-low latency selama turnamen berlangsung.
Gol diproses hampir seketika
Sistem ini bekerja melalui jaringan IPTV yang didukung server Lenovo ThinkSystem generasi terbaru. Begitu bola masuk ke gawang, video dari stadion langsung dikirim ke pusat pemrosesan data, lalu diproses dan didistribusikan kembali ke lebih dari 1.000 layar di area penyelenggaraan.
Seluruh alur itu berjalan dengan jeda di bawah lima detik. Lenovo menyebut server mereka mampu menangani volume data video yang sangat besar secara hampir real time.
Edge computing juga menjadi bagian penting dari sistem ini. Dengan memproses data lebih dekat ke lokasi pertandingan, teknologi tersebut membantu mengurangi keterlambatan yang biasa muncul pada layanan berbasis cloud konvensional.
Pusat kendali di Miami
Di balik operasional itu, FIFA dan Lenovo mengelola Technology Command Center di Miami. Pusat kendali ini memantau jaringan, siaran, keamanan data, dan performa perangkat yang tersebar di tiga negara tuan rumah.
Lebih dari 200 insinyur bekerja dari pusat tersebut untuk merespons gangguan teknis secepat mungkin. Pendekatan ini penting agar masalah kecil tidak berkembang menjadi gangguan yang memengaruhi pengalaman penonton.
Direktur Teknologi FIFA Nacho Fresco menegaskan bahwa latensi rendah menjadi faktor penting dalam produksi siaran langsung. Lingkungan seperti ini menuntut kecepatan dan keandalan yang sangat tinggi.
AI tidak hanya untuk siaran
Teknologi Lenovo tidak berhenti pada distribusi video. FIFA juga memakai berbagai inovasi berbasis AI, mulai dari Football AI Pro, avatar pemain 3D, sistem offside semi otomatis generasi baru, hingga visualisasi keputusan VAR yang lebih mudah dipahami penonton.
Sensor pintar pada bola dan jaringan kamera beresolusi tinggi ikut mempercepat analisis data pertandingan. Data itu dipakai untuk membantu keputusan wasit sekaligus menyajikan statistik yang lebih cepat dan lebih jelas kepada penonton.
Kombinasi AI, edge computing, server berperforma tinggi, dan jaringan siaran ultra-cepat ini membuat Piala Dunia 2026 tampil sebagai turnamen yang sangat bergantung pada infrastruktur digital. Dalam praktiknya, penggemar di stadion maupun di layar lain bisa melihat gol hampir bersamaan dengan momen yang terjadi di lapangan.







