Microsoft sedang menjajaki penggunaan DeepSeek V4 sebagai opsi model yang lebih murah untuk beban kerja AI agen di lingkungan perusahaan. Langkah ini muncul saat model dari Anthropic dan OpenAI dinilai efektif, tetapi biaya komputasinya tinggi ketika dipakai untuk tugas bertahap yang panjang.
Isu biaya kini menjadi perhatian utama karena agen AI perusahaan makin sering menangani pekerjaan kompleks secara mandiri. Tugas seperti memilah email, menyiapkan rapat, hingga menyusun laporan lintas Outlook, Teams, dan Excel membutuhkan banyak proses komputasi dan membuat tagihan penggunaan cepat membesar.
Perubahan arah ini muncul bersamaan dengan langkah Microsoft yang membuat Copilot Cowork tersedia secara umum bagi pelanggan Microsoft 365 Copilot. Microsoft juga mengubah skema layanannya ke sistem harga berbasis penggunaan, bukan lagi biaya tetap yang tidak selalu mencerminkan tingkat pemakaian sebenarnya.
Dalam model baru itu, perusahaan membayar berdasarkan “Copilot Credits”. Skema ini pada dasarnya mengukur beban komputasi riil dari setiap tugas yang dijalankan agen AI.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa masalah utama AI agen bukan hanya kemampuan model, tetapi juga efisiensi saat dipakai dalam skala bisnis. Semakin panjang rantai tugas yang dikerjakan otomatis, semakin besar pula biaya yang harus ditanggung perusahaan.
Di tengah kondisi itu, Microsoft disebut sedang mengeksplorasi versi DeepSeek V4 yang disetel ulang dan di-host sendiri. Opsi ini dapat diposisikan sebagai alternatif yang lebih terjangkau di samping model Anthropic dan OpenAI yang saat ini digunakan.
DeepSeek V4 dinilai mampu memberi performa kuat dengan biaya jauh lebih rendah. Dalam beberapa kasus, harga per tokennya disebut hanya sebagian kecil dari model frontier yang lebih mahal.
Bagi pelanggan perusahaan, isu harga bukan satu-satunya pertimbangan saat memilih model AI. Keamanan data, kepatuhan, dan lokasi penyimpanan data tetap menjadi syarat penting, terutama untuk penggunaan di lingkungan kerja yang sensitif.
Karena itu, integrasi DeepSeek yang sedang dipertimbangkan ini disebut akan bersifat opsional. Seluruh operasinya juga akan berjalan sepenuhnya di Azure, sehingga data pelanggan tetap berada di dalam lingkungan cloud Microsoft.
Skema tersebut memberi lapisan perlindungan yang selama ini dicari pelanggan korporat. Microsoft tetap dapat menawarkan kontrol keamanan kelas enterprise, kepatuhan, dan pengaturan data residency seperti pada layanan bisnis lainnya.
Pendekatan ini juga membantu meredakan kekhawatiran terhadap penggunaan model yang dikembangkan di China untuk kebutuhan bisnis yang sensitif. Dengan menjalankannya di infrastruktur Azure, Microsoft mencoba memberi opsi model murah tanpa melepas standar kontrol perusahaan.
Biaya jadi penentu adopsi
Perkembangan ini menegaskan bahwa industri AI sedang memasuki fase yang lebih pragmatis. Setelah fokus pada kemampuan model, perusahaan kini makin menuntut fleksibilitas harga dan pilihan infrastruktur yang lebih masuk akal untuk pemakaian harian.
Agen AI memang menjanjikan produktivitas besar karena bisa mempertahankan konteks dan menyelesaikan rangkaian pekerjaan tanpa banyak campur tangan manusia. Namun, keunggulan itu justru membuatnya mahal ketika dipakai terus-menerus di seluruh organisasi.
Dengan sistem penagihan berbasis meteran dan kemungkinan hadirnya opsi model yang lebih murah, Microsoft berupaya menyeimbangkan kemampuan dan biaya. Strategi ini dapat membuka jalan agar AI agen tidak hanya dipakai sebagai uji coba premium, tetapi menjadi alat kerja yang lebih umum.
Bagi pelanggan Microsoft 365 Copilot, perubahan ini bisa berdampak langsung pada cara mereka menghitung nilai investasi AI. Perusahaan yang pemakaiannya ringan mungkin tidak terlalu terpengaruh, tetapi organisasi dengan alur kerja intensif akan lebih sensitif terhadap efisiensi tiap tugas.
Arah baru untuk Copilot di perusahaan
Ketersediaan umum Copilot Cowork menandai langkah penting dalam perluasan fitur AI kerja kolaboratif Microsoft. Pada saat yang sama, pengenalan Copilot Credits menunjukkan bahwa perusahaan ingin menyesuaikan biaya layanan dengan konsumsi komputasi yang benar-benar terjadi.
Langkah itu juga memberi ruang bagi Microsoft untuk menawarkan lebih dari satu jenis model sesuai kebutuhan pelanggan. Bagi sebagian perusahaan, model paling canggih mungkin tetap diperlukan, tetapi untuk banyak tugas rutin, model yang lebih hemat bisa lebih menarik.
Dalam beberapa pekan ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada model berbiaya rendah mana yang akhirnya dipilih Microsoft. Respons pelanggan juga akan menjadi penentu apakah strategi kombinasi pilihan model dan penagihan berbasis penggunaan ini cukup efektif untuk memperluas adopsi AI agen di tempat kerja.
Source: www.gizmochina.com






